Komunitas Agen Bola, SBOBET, IBCBET, Prediksi Pasaran Bola & Casino Online Terbesar

Tottenham Terpuruk di Dasar Klasemen Meski Sudah Belanja Besar di Bursa Transfer

Arenabetting – Tottenham Hotspur kembali menghadapi awal musim yang sulit di Liga Inggris. Setelah mengeluarkan dana lebih dari 300 juta paun pada bursa transfer musim panas, Spurs justru belum mampu meraih satu pun kemenangan dari lima pertandingan.

Kondisi tersebut semakin buruk setelah Tottenham kalah 2-3 dari Aston Villa di kandang sendiri. Kekalahan itu menjadi yang ketiga bagi tim asuhan Roberto De Zerbi, sementara dua pertandingan lainnya berakhir tanpa kemenangan.

Belanja besar yang dilakukan Tottenham awalnya diharapkan bisa mengubah nasib klub setelah dua musim sebelumnya finis di posisi ke-17. Namun, hingga pekan kelima, The Lilywhites justru terbenam di dasar klasemen dengan koleksi dua poin.

Spurs Keluarkan Dana Besar

Tottenham menghabiskan lebih dari 300 juta paun untuk memperkuat skuad pada musim panas. Jika dikonversikan ke rupiah, nilainya berada di kisaran Rp7,18 triliun.

Sejumlah pemain dengan profil tinggi kemudian didatangkan ke Tottenham Hotspur Stadium. Jan Paul van Hecke, Mateus Fernandes, Sandro Tonali, Savio, dan Omar Marmoush menjadi bagian dari aktivitas besar Spurs di bursa transfer.

Langkah tersebut tidak terlepas dari hasil buruk Tottenham dalam dua musim terakhir. Mereka sempat berada dekat dengan zona degradasi dan akhirnya dua kali mengakhiri musim Premier League di posisi ke-17.

Dengan investasi sebesar itu, Tottenham tentu berharap kualitas tim meningkat secara signifikan. Namun, hasil awal musim justru menunjukkan bahwa perubahan besar di skuad belum langsung memberikan dampak positif.

De Zerbi Belum Bawa Kemenangan

Roberto De Zerbi juga belum mendapatkan hasil yang diharapkan sejak menangani Tottenham. Dari lima pertandingan Premier League, Spurs belum sekali pun meraih kemenangan.

Tottenham sudah menelan tiga kekalahan dan hanya mengamankan dua hasil imbang. Tren tersebut membuat posisi mereka semakin sulit karena tim-tim lain mulai mengumpulkan poin lebih banyak.

Kekalahan dari Aston Villa menjadi pukulan terbaru. Bermain di kandang sendiri, Tottenham tetap gagal mempertahankan keunggulan dan akhirnya harus menerima kekalahan dengan skor 2-3.

Hasil itu memperpanjang penantian Spurs untuk meraih kemenangan pertama musim ini. De Zerbi kini perlu mencari solusi agar timnya segera menemukan momentum sebelum jarak dengan tim lain semakin melebar.

Lini Serang Masih Bermasalah

Masalah Tottenham tidak hanya terlihat dari hasil pertandingan. Produktivitas mereka juga masih sangat rendah setelah hanya mampu mencetak dua gol dalam lima laga Premier League.

Sebaliknya, gawang Spurs sudah delapan kali kemasukan. Perbedaan tersebut membuat Tottenham memiliki selisih gol minus enam dan menjadi salah satu catatan terburuk di klasemen.

Kondisi itu memperlihatkan bahwa Tottenham masih kesulitan membangun keseimbangan antara serangan dan pertahanan. Banyaknya pemain baru juga membutuhkan proses agar bisa menyatu dengan sistem permainan yang diterapkan De Zerbi.

Dengan pertandingan yang terus berjalan, Spurs tidak memiliki banyak waktu untuk beradaptasi. Perbaikan harus segera terlihat agar investasi besar pada musim panas tidak berakhir tanpa perubahan berarti.

Spurs Kembali Terbenam

Koleksi dua poin membuat Tottenham berada di posisi paling bawah klasemen. Mereka memiliki jumlah poin yang sama dengan Fulham, tetapi kalah dalam perhitungan selisih gol.

Posisi tersebut menjadi catatan tersendiri karena untuk pertama kalinya sejak musim 2008/2009 Tottenham kembali berada di dasar klasemen setelah lima pertandingan.

Pada musim 2008/2009 itu, Spurs akhirnya mampu memperbaiki posisi dan menutup kompetisi di peringkat kedelapan. Namun, situasi saat ini menunjukkan bahwa De Zerbi dan para pemain masih memiliki pekerjaan besar.

Tottenham kini harus segera menemukan kemenangan pertama. Dengan skuad yang sudah diperkuat melalui belanja besar, tekanan untuk memperbaiki performa tentu semakin besar seiring berjalannya musim.