Komunitas Agen Bola, SBOBET, IBCBET, Prediksi Pasaran Bola & Casino Online Terbesar

Granit Xhaka Absen Bela Swiss karena Terseret Kasus Sertifikat Vaksin

Arenabetting – Granit Xhaka dipastikan tidak memperkuat Timnas Swiss pada agenda UEFA Nations League bulan ini. Gelandang tersebut sedang menjalani proses investigasi terkait dugaan penggunaan sertifikat vaksin Covid-19 palsu.

Xhaka sebelumnya masuk dalam daftar pemain yang dipanggil Murat Yakin untuk menghadapi Makedonia Utara, Skotlandia, dan Slovenia. Namun, proses hukum yang sedang berjalan membuatnya memilih menepi dari tim nasional untuk sementara.

Kasus ini ditangani Kantor Kejaksaan Luzern dan berkaitan dengan sertifikat vaksin yang diterima Xhaka beberapa tahun lalu. Hingga sekarang, belum ada keputusan mengenai kemungkinan hukuman yang akan diterima pemain Sunderland tersebut.

Kasus Bermula Saat Xhaka Positif Covid-19

Persoalan ini bermula ketika Xhaka dinyatakan positif Covid-19 pada 2022. Saat itu, ia harus menjalani masa karantina selama sekitar satu bulan akibat terinfeksi virus tersebut.

Setahun kemudian, Xhaka memperoleh sertifikat vaksin dari seorang dokter di Luzern. Sertifikat tersebut kemudian menjadi bagian dari penyelidikan karena dokter yang menerbitkannya diduga memberikan dokumen yang tidak sesuai prosedur.

Perkembangan kasus menjadi semakin rumit karena pihak dokter memiliki penjelasan berbeda. Pengacara dokter tersebut menyatakan bahwa kliennya memang memberikan vaksin kepada Xhaka.

Sementara itu, Xhaka kemudian memberikan pengakuan mengenai bagaimana dirinya memperoleh sertifikat tersebut. Pernyataan itu menjadi bagian dari perkembangan investigasi yang masih berlangsung hingga kini.

Xhaka Pilih Mundur dari Timnas Swiss

Xhaka akhirnya memutuskan untuk sementara tidak bergabung dengan Timnas Swiss selama proses penyelidikan berlangsung. Keputusan tersebut membuatnya harus melewatkan rangkaian pertandingan Nations League bulan ini.

Gelandang berusia 33 tahun itu juga mengakui bahwa dirinya melakukan kesalahan dalam mengambil keputusan terkait sertifikat vaksin tersebut. Ia menyatakan penyesalan atas tindakan yang dilakukan beberapa tahun lalu.

Pada masa tersebut, Xhaka mengaku memiliki keraguan pribadi terhadap vaksin Covid-19. Kondisi tersebut kemudian memengaruhi keputusan yang ia ambil ketika menghadapi situasi tersebut.

Kini Xhaka memilih bertanggung jawab atas keputusannya. Ia juga menyatakan kesiapan untuk mengikuti seluruh proses investigasi dan bekerja sama dengan pihak berwenang.

Dokumen Vaksin Jadi Fokus Penyelidikan

Penyelidikan terhadap Xhaka dilakukan setelah Kantor Kejaksaan Luzern kembali menangani persoalan tersebut dalam beberapa pekan terakhir. Kasusnya kini masih berada dalam tahap pemeriksaan.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah bagaimana sertifikat vaksin itu diterbitkan dan diperoleh Xhaka. Pemain tersebut mengakui bahwa dirinya mendapatkan sertifikat itu tanpa menjalani proses sebagaimana mestinya.

Di sisi lain, pihak dokter yang terkait dengan sertifikat tersebut memiliki versi berbeda mengenai kejadian tersebut. Karena itu, proses investigasi masih diperlukan untuk memastikan fakta sebenarnya.

Sampai saat ini, belum ada keputusan akhir mengenai apakah Xhaka akan menerima hukuman. Otoritas terkait masih menjalankan proses pemeriksaan sebelum menentukan langkah selanjutnya.

Sunderland Belum Beri Komentar

Kasus tersebut juga membuat klub Xhaka, Sunderland, ikut menjadi perhatian. Namun, pihak klub belum memberikan keterangan kepada media lokal mengenai persoalan yang sedang dihadapi pemainnya.

Untuk sementara, Xhaka harus fokus menjalani proses investigasi yang sedang berlangsung. Ia juga tidak akan memperkuat Swiss dalam pertandingan Nations League yang sudah dijadwalkan.

Timnas Swiss tetap harus melanjutkan agenda internasional tanpa salah satu pemain pentingnya. Sementara itu, Xhaka menunggu hasil pemeriksaan yang nantinya akan menentukan perkembangan lebih lanjut mengenai kasus sertifikat vaksin tersebut.