Komunitas Agen Bola, SBOBET, IBCBET, Prediksi Pasaran Bola & Casino Online Terbesar

betarena

Lamine Yamal Klaim Paling Pantas Raih Ballon d’Or 2026

Arenabetting – Lamine Yamal percaya dirinya layak memenangkan Ballon d’Or 2026. Bintang muda Barcelona itu menilai pencapaiannya sepanjang tahun menjadi alasan kuat untuk mendapatkan penghargaan individu paling bergengsi di dunia sepak bola. Yamal memang melewati musim 2025/2026 dengan catatan luar biasa. Ia membantu Barcelona mempertahankan gelar LaLiga dan Piala Super Spanyol, sekaligus menjadi pencetak gol terbanyak tim dengan torehan 24 gol di semua kompetisi. Performa apik tersebut berlanjut bersama Timnas Spanyol. Yamal menjadi bagian dari skuad yang berhasil menjuarai Piala Dunia 2026. Memasuki musim baru, pemain muda tersebut juga langsung tampil produktif dengan mencetak tujuh gol. Yamal Punya Modal Kuat untuk Ballon d’Or Perjalanan Yamal sepanjang tahun membuat namanya masuk dalam jajaran kandidat kuat Ballon d’Or 2026. Ia tidak hanya meraih trofi bersama Barcelona, tetapi juga berhasil mengangkat Piala Dunia bersama Spanyol. Catatan tersebut membuat Yamal merasa memiliki alasan kuat untuk memenangkan penghargaan tersebut. Performa konsisten di level klub dan tim nasional menjadi modal penting dalam persaingan dengan pemain-pemain terbaik lainnya. Usianya yang masih muda juga membuat pencapaian tersebut semakin menarik perhatian. Yamal mampu menjadi pemain penting Barcelona sekaligus memiliki peran besar dalam perjalanan Spanyol meraih kesuksesan di panggung internasional. Mbappe Jadi Pesaing Terdekat Ketika membahas persaingan Ballon d’Or, Yamal menilai Kylian Mbappe sebagai kandidat terkuat yang bisa menghalangi dirinya. Penyerang Real Madrid tersebut memang memiliki statistik individu yang sangat mengesankan sepanjang periode penilaian. Mbappe mencetak 42 gol dari 44 pertandingan. Ia juga tampil sangat produktif bersama Prancis di Piala Dunia 2026 dan menjadi pencetak gol terbanyak turnamen dengan koleksi 10 gol serta empat assist. Perbedaan utama di antara keduanya terletak pada pencapaian tim. Yamal meraih sejumlah trofi bersama Barcelona dan Spanyol, sedangkan Mbappe belum membawa timnya mendapatkan gelar pada periode tersebut. Meski begitu, produktivitas Mbappe membuat persaingan tetap menarik. Statistik individu sang penyerang menjadi alasan kuat mengapa namanya tetap berada dalam pembahasan utama perebutan Ballon d’Or tahun ini. Persaingan Dua Bintang Muda Yamal melihat persaingan dengan Mbappe sebagai pertarungan antara dua pemain yang sedang berada di level teratas. Ia merasa keduanya memiliki kualitas dan pencapaian yang cukup untuk menjadi kandidat utama penghargaan tersebut. Bagi Yamal, penilaian tidak hanya bisa berdasarkan jumlah gol. Trofi yang diraih bersama klub dan tim nasional juga menjadi bagian penting dari pencapaian seorang pemain dalam satu periode. Yamal sendiri memiliki keunggulan dari sisi koleksi gelar. Barcelona sukses mempertahankan LaLiga dan Piala Super Spanyol, sedangkan Spanyol menutup perjalanan di Piala Dunia 2026 dengan status juara. Namun, Mbappe memiliki catatan gol yang sangat tinggi. Produktivitas tersebut membuat persaingan dengan Yamal tetap sulit diprediksi dan berpotensi berlangsung ketat hingga pengumuman pemenang. Ballon d’Or 2026 Sulit Diprediksi Performa Yamal pada 2026 membuatnya memiliki peluang besar untuk memenangkan Ballon d’Or. Selain sukses bersama Barcelona, ia juga membawa Spanyol meraih trofi Piala Dunia dan tetap produktif pada awal musim baru. Di sisi lain, Mbappe memiliki statistik individu yang sangat kuat. Torehan 42 gol dalam 44 pertandingan serta performanya di Piala Dunia menjadi modal besar untuk bersaing mendapatkan suara dari para pemilih. Persaingan keduanya pun menjadi salah satu hal menarik dalam perebutan Ballon d’Or 2026. Yamal sudah menunjukkan keyakinan terhadap peluangnya, tetapi hasil akhirnya tetap akan ditentukan berdasarkan penilaian keseluruhan terhadap performa para kandidat.

Lamine Yamal Klaim Paling Pantas Raih Ballon d’Or 2026 Read More »

Phil Foden Kena Kartu Merah, Balik Sindir Fans MU

Arenabetting – Phil Foden menjadi salah satu pemain Manchester City yang paling disorot dalam Derby Manchester. Gelandang serang The Citizens itu mendapat kartu merah saat timnya menghadapi Manchester United di Old Trafford, tetapi tetap bisa tersenyum setelah pertandingan berakhir. Manchester City berhasil menang 1-0 atas MU pada Minggu (13/9/2026). Erling Haaland menjadi penentu kemenangan lewat golnya pada menit ke-60, meski City harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-23. Alih-alih larut dalam kontroversi kartu merah, Foden justru menunjukkan sikap santai ketika meninggalkan stadion. Ia bahkan memberikan respons kepada suporter tuan rumah yang terus memberikan sorakan setelah pertandingan selesai. Foden Diusir pada Babak Pertama Foden menerima kartu merah langsung dari wasit Michael Oliver pada menit ke-23. Insiden bermula ketika dirinya terlibat benturan dengan Bruno Fernandes yang membuat pemain City tersebut kehilangan kesabaran. Setelah pelanggaran terjadi, Foden melakukan gerakan dengan kakinya ke arah tubuh Bruno. Wasit menilai tindakan tersebut cukup serius untuk memberikan kartu merah dan membuat City harus melanjutkan laga dengan 10 pemain. Keputusan itu menjadi kartu merah pertama Foden sepanjang kariernya di Premier League. Sebelumnya, pemain asal Inggris tersebut telah menjalani 228 pertandingan di kompetisi tersebut tanpa pernah menerima hukuman serupa. City Malah Menang di Old Trafford Kehilangan Foden ternyata tidak membuat City kehilangan kendali. Pasukan The Citizens mampu bertahan dengan baik dan membuat MU kesulitan memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. MU memang lebih banyak mengambil inisiatif setelah turun minum. Namun, tekanan yang diberikan tuan rumah belum cukup untuk menghasilkan gol penyama kedudukan. City tetap mampu menjaga pertahanan hingga pertandingan memasuki fase akhir. Situasi tersebut semakin menguntungkan City setelah Haaland mencetak gol pada menit ke-60. Penyerang asal Norwegia itu memanfaatkan peluang yang didapat untuk membawa timnya unggul 1-0. MU terus berusaha mengejar ketertinggalan, tetapi skor tidak berubah sampai peluit akhir. Hasil tersebut membuat City membawa pulang tiga poin dari markas rival sekaligus mempertahankan catatan sempurna pada awal musim. Foden Balik Sindir Suporter MU Setelah pertandingan, Foden mendapat sambutan kurang bersahabat ketika berjalan meninggalkan Old Trafford. Suporter MU memberikan sorakan kepada pemain berusia 26 tahun tersebut setelah insiden kartu merah yang terjadi pada babak pertama. Foden tidak terlihat terganggu dengan reaksi tersebut. Ia justru membalasnya dengan senyuman dan memberikan gestur angka 0-1 kepada para pendukung tuan rumah. Respons itu terasa semakin menyindir karena angka tersebut menunjukkan skor akhir pertandingan. Foden kemudian melanjutkan langkahnya dengan santai meninggalkan area stadion. Sikap tersebut membuat momen kartu merah Foden semakin ramai diperbincangkan. Meski tidak berada di lapangan saat gol kemenangan tercipta, ia tetap ikut merasakan keberhasilan City mengamankan hasil penting dalam Derby Manchester. City Masih Sempurna di Premier League Kemenangan atas MU membuat City menjaga rekor sempurnanya setelah menjalani empat pertandingan Premier League musim ini. The Citizens telah mengumpulkan 12 poin dari empat laga. Jumlah tersebut membuat City berada di papan atas bersama Arsenal yang juga mengoleksi 12 poin. Start positif ini menjadi modal penting bagi skuad untuk menghadapi perjalanan panjang musim 2026/2027. Bagi Foden sendiri, kartu merah tersebut menjadi catatan baru yang kurang menyenangkan dalam kariernya. Namun, kemenangan City di Old Trafford membuat akhir pekannya tetap berakhir dengan hasil positif.

Phil Foden Kena Kartu Merah, Balik Sindir Fans MU Read More »

Jay Idzes Cedera Saat Sassuolo Kalahkan Juventus 3-2

Arenabetting – Kemenangan dramatis Sassuolo atas Juventus harus dibayar dengan kabar kurang menyenangkan. Jay Idzes mengalami masalah fisik dalam pertandingan yang berlangsung di Mapei Stadium, Senin (14/9/2026) dini hari WIB. Sassuolo berhasil menundukkan Juventus dengan skor 3-2 lewat gol penentu pada masa injury time. Jay Idzes tampil sebagai starter dan dipercaya menjaga lini belakang tuan rumah sebelum akhirnya harus meninggalkan lapangan pada menit ke-80. Cedera yang dialami kapten Timnas Indonesia itu menjadi perhatian tersendiri. Pasalnya, skuad Garuda akan menghadapi FIFA ASEAN Cup 2026 pada akhir bulan dan berencana menurunkan kekuatan terbaik karena turnamen tersebut masuk kalender resmi FIFA. Jay Idzes Tak Bisa Lanjutkan Pertandingan Jay Idzes tampil sejak menit pertama dalam pertandingan menghadapi Juventus. Bek berusia 26 tahun itu menjalankan tugasnya di lini belakang Sassuolo selama 80 menit sebelum mengalami masalah yang membuatnya harus ditarik keluar. Posisinya kemudian digantikan oleh Duje Caleta-Car. Idzes terlihat tidak dapat melanjutkan permainan sehingga keputusan pergantian dilakukan oleh pelatih untuk menjaga kondisi pemain. Cedera tersebut tentu menjadi perhatian bagi Sassuolo maupun Timnas Indonesia. Apalagi Idzes merupakan salah satu pemain penting di lini belakang Garuda dan memiliki peran besar sebagai kapten. Kondisi Idzes Jadi Perhatian Timnas Kabar cedera Jay Idzes datang pada waktu yang cukup sensitif bagi Timnas Indonesia. FIFA ASEAN Cup 2026 akan berlangsung pada akhir bulan dan Indonesia berencana memanggil para pemain terbaik untuk menghadapi ajang tersebut. Meski begitu, masih tersedia waktu sebelum agenda bersama Timnas Indonesia dimulai. Kondisi Idzes juga perlu dipantau lebih lanjut untuk mengetahui seberapa serius masalah yang dialaminya. Musim ini, Idzes sudah tampil dalam tiga pertandingan bersama Sassuolo. Dari jumlah tersebut, ia dua kali menjadi starter setelah sebelumnya sempat berada di bangku cadangan karena cedera yang dialaminya pada akhir musim lalu. Situasi itu membuat perkembangan kondisi Idzes menjadi penting. Sassuolo tentu berharap sang bek bisa segera pulih, sementara Indonesia membutuhkan pemain bertahan berpengalaman tersebut untuk menghadapi agenda internasional. Sassuolo Menang Dramatis Lawan Juventus Di tengah masalah cedera Idzes, Sassuolo berhasil meraih tiga poin penting dari pertandingan sengit melawan Juventus. Kedua tim sempat bermain imbang 1-1 setelah Sebastian Esposito membawa tuan rumah unggul sebelum Edon Zhegrova menyamakan skor. Drama terjadi pada menit-menit akhir pertandingan. Sassuolo kembali memimpin melalui Kieron Bowie pada menit ke-89 dan tampak berada di jalur kemenangan. Namun, Juventus belum menyerah. Zhegrova kembali mencetak gol pada menit ke-90+1 untuk membuat skor kembali sama kuat. Pertandingan pun semakin menegangkan karena kedua tim terus mencari gol penentu. Sassuolo akhirnya mendapatkan momen kemenangan pada menit ke-90+4. Vasilije Adzic mencetak gol yang memastikan tuan rumah menang 3-2 sekaligus membuat tiga poin tetap berada di Mapei Stadium. Sassuolo Tempel Juventus di Klasemen Kemenangan tersebut membuat Sassuolo kini mengoleksi tujuh poin dan berada di posisi kesembilan klasemen. Mereka memiliki jumlah poin yang sama dengan Juventus yang berada satu tingkat di atasnya. Bagi Sassuolo, hasil ini menjadi tambahan penting setelah melalui pertandingan yang berlangsung ketat hingga detik terakhir. Namun, perhatian berikutnya tentu tertuju pada kondisi Jay Idzes. Sementara bagi Timnas Indonesia, kabar terbaru mengenai cedera Idzes akan sangat dinantikan. Masih ada waktu menuju FIFA ASEAN Cup 2026, sehingga peluang sang bek untuk memperkuat Garuda tetap terbuka selama proses pemulihannya berjalan dengan baik.

Jay Idzes Cedera Saat Sassuolo Kalahkan Juventus 3-2 Read More »

Donyell Malen Gila di AS Roma, Gasperini Akui Lewati Ekspektasi

Arenabetting – Donyell Malen terus menunjukkan ketajamannya bersama AS Roma. Penyerang asal Belanda itu bukan hanya mampu mempertahankan performa sejak musim lalu, tetapi juga tampil semakin produktif setelah Roma mempermanenkan statusnya. Malen awalnya bergabung dengan Roma pada Januari lalu dengan status pinjaman. Dalam 20 penampilan di Serie A dan Liga Europa, ia mampu mencetak 15 gol serta memberikan dua assist, catatan yang langsung membuat klub yakin untuk mempertahankannya. Keputusan tersebut sejauh ini terbukti tepat. Malen sudah mengoleksi lima gol dan satu assist hanya dari empat pertandingan pada semua kompetisi musim ini. Gian Piero Gasperini bahkan mengakui performa sang penyerang berada di atas perkiraan awal. Malen Langsung Tancap Gas di Musim Baru Performa Malen menunjukkan bahwa ketajamannya bersama Roma bukan sekadar momentum singkat. Setelah tampil produktif pada paruh kedua musim lalu, ia kembali menjadi salah satu pemain paling berbahaya di lini depan I Giallorossi. Lima gol dalam empat pertandingan menjadi bukti bagaimana Malen mampu menjaga konsistensinya. Ia juga semakin nyaman menjalankan peran di lini serang dan terlihat lebih menyatu dengan permainan tim. Catatan tersebut membuat Malen menjadi salah satu pemain yang paling diandalkan Gasperini. Produktivitasnya memberikan tambahan kekuatan bagi Roma yang sedang berusaha menjaga persaingan di papan atas Serie A. Gasperini Tak Menyangka Malen Seproduktif Ini Gasperini memberikan penilaian tinggi terhadap perkembangan Malen. Sang pelatih melihat statistik penyerangnya sangat luar biasa, terutama karena konsistensi yang terus ditunjukkan sejak awal bergabung dengan Roma. Menurut Gasperini, keputusan merekrut Malen pada awal tahun memang sudah dianggap sebagai langkah penting untuk memperkuat skuad. Namun, perkembangan yang kemudian diperlihatkan sang pemain ternyata berada di luar perkiraan. Malen mampu memberikan kontribusi melalui gol dan assist secara konsisten. Kehadirannya membuat pilihan Roma di lini depan semakin beragam, sekaligus memberi ancaman lebih besar bagi lawan. Performa tersebut juga memperlihatkan bahwa Malen bukan hanya pemain yang bagus ketika mendapatkan momentum. Ia mulai menunjukkan kemampuan untuk menjaga level permainan dalam beberapa pertandingan secara beruntun. Duet Malen dan Dybala Makin Menjanjikan Salah satu hal yang membuat Roma semakin optimistis adalah hubungan permainan Malen dengan Paulo Dybala. Keduanya mulai menemukan koneksi yang semakin baik di lini serang. Kombinasi tersebut membuat Roma memiliki variasi serangan yang lebih berbahaya. Malen bisa menjadi sumber gol, sementara Dybala memberikan kreativitas yang membantu membuka ruang dan menciptakan kesempatan. Performa dua pemain itu juga membuat persaingan papan atas Serie A semakin menarik. Roma saat ini masih menjaga catatan sempurna bersama Inter Milan, sehingga peluang untuk bersaing di papan atas terbuka lebar. Konsistensi Malen tentu menjadi salah satu faktor penting jika Roma ingin mempertahankan posisi tersebut. Gasperini membutuhkan ketajaman sang penyerang untuk menghadapi jadwal kompetisi yang semakin padat. Roma Hadapi Ujian Berikutnya Lawan Torino Roma selanjutnya akan menghadapi Torino pada Senin malam WIB, 14 September 2026. Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi Malen untuk kembali melanjutkan tren positifnya. Torino juga datang dengan modal yang cukup baik setelah meraih kemenangan atas Fiorentina pada pekan sebelumnya. Hasil tersebut menjadi kebangkitan setelah mereka lebih dulu menelan dua kekalahan. Roma perlu tetap waspada meski sedang berada dalam performa bagus. Jika Malen kembali menemukan ruang dan mampu mempertahankan ketajamannya, lini depan Giallorossi berpeluang kembali menjadi ancaman serius bagi pertahanan Torino.

Donyell Malen Gila di AS Roma, Gasperini Akui Lewati Ekspektasi Read More »

MU Kalah dari Man City, Michael Carrick Soroti Peluang yang Terbuang

Arenabetting – Manchester United harus menerima kekalahan pahit dari Manchester City dalam Derby Manchester. Bermain di Old Trafford, MU takluk 0-1 meski sempat memiliki keuntungan besar setelah lawannya kehilangan satu pemain sejak babak pertama. Kartu merah Phil Foden pada menit ke-23 membuat Setan Merah unggul jumlah pemain dalam waktu yang cukup panjang. Namun, keuntungan tersebut gagal dimaksimalkan. Gol Erling Haaland pada menit ke-60 justru membawa Man City pulang dengan kemenangan. Hasil ini menjadi evaluasi penting bagi Michael Carrick. Pelatih MU itu menilai timnya sudah menunjukkan sejumlah perkembangan, tetapi masih kurang tajam ketika mendapatkan kesempatan untuk menekan lawan yang bermain dengan 10 pemain. Keuntungan Jumlah Pemain Tak Berbuah Gol MU mulai lebih aktif mengambil kendali permainan setelah Man City kehilangan Foden. Setan Merah berusaha memanfaatkan ruang dan situasi pertandingan, tetapi pertahanan The Citizens mampu bertahan dengan disiplin. Tekanan MU memang cukup sering terlihat, terutama ketika pertandingan memasuki babak kedua. Namun, dominasi tersebut belum menghasilkan banyak peluang bersih yang benar-benar membuat pertahanan Man City kerepotan. Secara statistik, MU mencatat 16 tembakan sepanjang pertandingan. Hanya tiga percobaan yang mengarah ke gawang, sementara dua lainnya membentur tiang. Catatan itu menunjukkan masalah utama tuan rumah ada pada efektivitas serangan. Man City Justru Semakin Percaya Diri Alih-alih kehilangan kepercayaan diri karena bermain dengan 10 orang, Man City justru tampil semakin tenang. Pasukan Pep Guardiola mampu menjaga bentuk permainan dan meredam tekanan MU dengan cukup baik. Situasi berubah semakin sulit bagi tuan rumah ketika Haaland mencetak gol pada menit ke-60. Penyerang asal Norwegia itu memanfaatkan kesempatan yang ada untuk membawa Man City unggul di tengah tekanan yang sedang diberikan MU. Setelah tertinggal, MU terus mencoba mencari gol balasan. Namun, pertahanan Man City tetap mampu menutup ruang dan membuat para pemain tuan rumah kesulitan mendapatkan posisi ideal untuk melakukan penyelesaian. Man City sendiri hanya mencatat enam tembakan sepanjang laga. Dua di antaranya tepat sasaran dan satu percobaan membentur tiang. Meski peluang lebih sedikit, The Citizens mampu memaksimalkan salah satu momen penting menjadi gol kemenangan. Carrick Akui MU Masih Kurang Tajam Michael Carrick tidak menutup mata terhadap kekurangan timnya. Menurutnya, MU sebenarnya sudah melakukan banyak hal dengan baik dan terlihat semakin berkembang sepanjang pertandingan. Namun, ada satu hal yang perlu segera diperbaiki, yaitu kemampuan menciptakan lebih banyak peluang berbahaya. Keunggulan jumlah pemain seharusnya bisa membuat MU lebih agresif dan menghasilkan ancaman yang lebih konsisten. Carrick menilai timnya harus lebih kreatif ketika menghadapi situasi seperti ini. MU tidak cukup hanya menguasai permainan, tetapi juga harus mampu mengubah tekanan menjadi peluang yang jelas di depan gawang. Kekalahan dari Man City akhirnya menjadi bahan evaluasi bagi tim. Carrick tetap melihat banyak sisi positif dari penampilan anak asuhnya dan percaya mereka memiliki kualitas untuk bangkit setelah hasil mengecewakan tersebut. MU Bertekad Kembali ke Jalur Kemenangan Hasil Derby Manchester ini menjadi kekalahan kedua MU sejak Carrick mulai memimpin tim. Meski demikian, sang pelatih tetap percaya skuadnya memiliki kemampuan untuk memperbaiki kesalahan dan kembali mendapatkan hasil positif. MU perlu segera memperbaiki efektivitas serangan agar dominasi permainan tidak kembali berakhir sia-sia. Terlebih, pertandingan melawan Man City memperlihatkan bahwa keunggulan pemain tidak otomatis menjamin kemenangan. Carrick ingin timnya mengambil pelajaran dari kekalahan tersebut. Setan Merah masih memiliki perjalanan panjang musim ini dan harus menjadikan hasil melawan Man City sebagai dorongan untuk tampil lebih baik pada pertandingan berikutnya.

MU Kalah dari Man City, Michael Carrick Soroti Peluang yang Terbuang Read More »

Maresca Akui Foden Layak Dikartu Merah, Tapi Bruno Fernandes Juga Harus Dihukum

Arenabetting – Enzo Maresca tidak mempermasalahkan kartu merah yang diterima Phil Foden saat Manchester City mengalahkan Manchester United 1-0 di Old Trafford. Namun, manajer City itu menilai Bruno Fernandes juga pantas mendapat hukuman serupa. Foden dan Bruno terlibat insiden panas dalam Derby Manchester, Minggu (13/9/2026) malam WIB. Kejadian bermula ketika keduanya berebut bola di dekat garis lapangan dan Foden terjatuh setelah terlibat kontak dengan kapten MU tersebut. Dalam posisi masih terjatuh, Foden kemudian melakukan tendangan ke arah badan Bruno. Wasit Michael Oliver langsung memberikan kartu merah sehingga Foden harus meninggalkan lapangan ketika pertandingan belum berjalan setengah jam. Foden Diganjar Kartu Merah Kartu merah Foden menjadi salah satu momen penting dalam pertandingan Derby Manchester. City harus melanjutkan laga dengan 10 pemain, tetapi mereka tetap mampu mempertahankan keunggulan hingga pertandingan selesai. Maresca mengakui tindakan Foden memang layak mendapatkan kartu merah. Menurutnya, apa yang dilakukan pemain tersebut merupakan reaksi setelah terjadi pelanggaran sebelumnya. Namun, Maresca merasa insiden tersebut tidak seharusnya berhenti pada hukuman untuk Foden. Ia menilai ada tindakan Bruno yang juga layak mendapat perhatian dari wasit. Bruno Dinilai Lebih Dulu Melanggar Sebelum Foden melakukan tindakan yang berujung kartu merah, Bruno lebih dulu melakukan kontak terhadap pemain City yang sudah berada di tanah. Situasi tersebut kemudian menjadi salah satu alasan mengapa Maresca mempertanyakan keputusan wasit. Maresca menilai aksi Bruno juga bisa berujung hukuman berat. Baginya, kedua pemain melakukan tindakan yang seharusnya mendapatkan perhatian dari perangkat pertandingan. Meski begitu, Maresca tetap menerima keputusan yang sudah dibuat. Foden tetap harus meninggalkan lapangan, sedangkan Bruno dapat melanjutkan pertandingan bersama Manchester United. Situasi tersebut menjadi semakin menarik karena City akhirnya mampu menang meski bermain dengan jumlah pemain lebih sedikit. Erling Haaland menjadi penentu kemenangan melalui gol pada menit ke-60. Maresca Singgung Kejadian Musim Lalu Maresca juga mengingat pengalaman ketika masih menangani Chelsea pada musim lalu. Saat itu, ia pernah berada di Old Trafford dan timnya menerima kartu merah pada awal pertandingan. Kartu merah tersebut diberikan kepada Robert Sanchez ketika pertandingan baru berjalan tiga menit. Pengalaman itu membuat Maresca berharap kejadian kali ini memberikan hasil yang berbeda bagi timnya. Harapan tersebut akhirnya terwujud. Meskipun Foden mendapatkan kartu merah, City mampu bertahan dan membawa pulang tiga poin penting dari markas rival sekota. Kemenangan tersebut juga menjaga start sempurna The Citizens di Liga Inggris. City kini telah memenangkan empat pertandingan pertama musim ini dan mengoleksi 12 poin. City Tetap Menang dengan 10 Pemain Keberhasilan mengalahkan MU menjadi bukti ketahanan City dalam situasi sulit. Mereka harus bermain dengan 10 pemain sejak babak pertama, tetapi tetap mampu menciptakan peluang dan menjaga pertahanan. Haaland kemudian memastikan perjuangan tersebut berbuah kemenangan. Gol pada menit ke-60 membuat City unggul dan MU gagal menemukan gol balasan sampai peluit akhir. Bagi Maresca, keputusan kartu merah Foden memang sudah menjadi bagian dari pertandingan. Ia menerima hukuman tersebut, tetapi tetap merasa Bruno seharusnya mendapatkan perlakuan yang sama. Pada akhirnya, City pulang dari Old Trafford dengan tiga poin. Sementara perdebatan mengenai insiden Foden dan Bruno kemungkinan masih akan menjadi pembahasan setelah Derby Manchester berakhir.

Maresca Akui Foden Layak Dikartu Merah, Tapi Bruno Fernandes Juga Harus Dihukum Read More »