Arenabetting – Thomas Mueller ikut menyoroti kekalahan Inggris dari Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026. Mantan pemain Timnas Jerman itu mengaku tidak memahami strategi yang diterapkan Tim Tiga Singa setelah berhasil unggul lebih dahulu dalam pertandingan tersebut.
Inggris sempat berada di atas angin setelah Anthony Gordon mencetak gol pembuka pada babak kedua. Namun, keunggulan itu gagal dipertahankan karena Argentina mampu membalikkan keadaan pada menit-menit akhir melalui gol Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez yang sama-sama berawal dari assist Lionel Messi.
Mueller menilai perubahan pendekatan permainan Inggris justru memberi keuntungan kepada Argentina. Meski begitu, ia menutup komentarnya dengan nada santai karena lebih antusias menyambut pertemuan kembali dengan Robert Lewandowski di Major League Soccer.
Mueller Heran dengan Permainan Inggris
Mueller mengaku bingung melihat cara Inggris memainkan pertandingan setelah unggul. Menurutnya, Tim Tiga Singa justru memilih bertahan terlalu dalam ketika seharusnya tetap berani menguasai permainan.
Ia menilai keputusan tersebut membuat Argentina semakin percaya diri menekan pertahanan Inggris. Situasi itu akhirnya menghasilkan dua gol yang memastikan kemenangan Tim Tango.
Mueller juga mempertanyakan keputusan Inggris yang menambah jumlah pemain bertahan pada fase akhir pertandingan. Baginya, strategi tersebut tidak mampu menghentikan tekanan lawan.
Argentina Manfaatkan Celah dengan Maksimal
Menurut Mueller, Argentina berhasil membaca kelemahan permainan Inggris setelah perubahan taktik dilakukan. Tim Tango terus menyerang dari sisi sayap dan berulang kali mengirim umpan ke dalam kotak penalti.
Tekanan yang terus diberikan akhirnya membuahkan hasil pada lima menit terakhir pertandingan. Enzo Fernandez lebih dulu menyamakan kedudukan melalui tendangan keras dari luar kotak penalti.
Tidak lama kemudian, Lautaro Martinez memastikan kemenangan Argentina lewat sundulan yang memanfaatkan umpan matang dari Messi.
Dua assist yang dicatat Messi kembali menunjukkan perannya sebagai pembeda dalam pertandingan besar bersama Tim Tango.
Reuni dengan Lewandowski Jadi Sorotan
Meski sempat mengkritik permainan Inggris, Mueller lebih banyak membahas agenda pribadinya di MLS. Ia mengaku sudah tidak sabar bertemu kembali dengan Robert Lewandowski.
Dalam unggahan di media sosial, Mueller menyambut kedatangan mantan rekan sekaligus rival lamanya itu ke kompetisi Amerika Serikat. Ia bahkan melontarkan candaan mengenai pertemuan mereka pada laga mendatang.
Lewandowski baru bergabung dengan Chicago Fire setelah mengakhiri kebersamaannya dengan Barcelona pada musim panas 2026.
Pertandingan melawan Chicago Fire pun menjadi momen yang dinanti Mueller untuk kembali bertemu salah satu striker terbaik dunia tersebut.
Fokus Kembali ke MLS
Setelah mengikuti perkembangan Piala Dunia 2026, perhatian Mueller kini sepenuhnya beralih ke kompetisi MLS. Bersama Vancouver FC, ia bersiap menghadapi Chicago Fire dalam pertandingan berikutnya.
Laga tersebut dipastikan menarik karena mempertemukan dua pemain senior yang pernah sama-sama meraih banyak kesuksesan di Eropa. Reuni Mueller dan Lewandowski menjadi salah satu cerita yang paling dinantikan para penggemar.
Sementara itu, komentar Mueller mengenai kekalahan Inggris ikut menambah perdebatan mengenai strategi yang diterapkan pada semifinal Piala Dunia 2026. Banyak pihak menilai perubahan pendekatan permainan menjadi salah satu penyebab Tim Tiga Singa gagal mempertahankan keunggulan hingga akhir pertandingan.


