Arenabetting – Chelsea kembali harus menelan kekecewaan di partai final setelah tumbang dari Manchester City pada ajang FA Cup musim 2025/2026. Duel yang berlangsung di Stadion Wembley itu berjalan ketat, namun The Blues gagal memanfaatkan peluang penting sepanjang pertandingan.
Kekalahan tipis 0-1 tersebut membuat skuad asal London kembali pulang tanpa trofi. Situasi ini makin menambah tekanan terhadap performa tim yang sepanjang musim terlihat belum stabil, terutama saat menghadapi laga besar.
Hasil itu juga memperpanjang catatan negatif Chelsea di partai final domestik. Klub berjuluk The Blues kini tercatat selalu kalah dalam beberapa final terakhir, sesuatu yang mulai menjadi sorotan besar di sepakbola Inggris.
Kutukan Final Masih Menghantui Chelsea
Kekalahan dari Manchester City membuat Chelsea mencatat empat kekalahan beruntun di final Piala FA. Catatan tersebut menjadi rekor negatif baru karena belum pernah ada klub Inggris lain yang kalah empat kali berturut-turut di final kompetisi ini.
Sebelumnya, Chelsea juga gagal meraih trofi saat tampil di final musim 2019/20, 2020/21, dan 2021/22. Pada periode itu, klub London Barat selalu gagal mengatasi tekanan di pertandingan penentuan.
Terakhir kali Chelsea mengangkat trofi Piala FA terjadi pada musim 2017/18. Saat itu, tim masih berada di bawah arahan Antonio Conte dan sukses menutup musim dengan gelar domestik.
Sejak keberhasilan tersebut, performa Chelsea di partai final justru terus mengalami penurunan. Tren buruk itu kini menjadi pekerjaan besar yang harus segera diperbaiki manajemen dan tim pelatih.
Catatan Final Domestik Makin Memprihatinkan
Bukan hanya di Piala FA, Chelsea juga gagal dalam beberapa final domestik lain. Klub asal Stamford Bridge itu tercatat kalah di tiga final Carabao Cup terakhir yang mereka jalani.
Final Carabao Cup edisi 2019, 2022, dan 2024 semuanya berakhir mengecewakan bagi The Blues. Situasi tersebut membuat Chelsea kini menelan tujuh kekalahan beruntun di final kompetisi domestik Inggris.
Rangkaian hasil buruk itu memperlihatkan bahwa Chelsea masih kesulitan tampil maksimal saat berada di bawah tekanan laga final. Mental bertanding menjadi salah satu aspek yang banyak mendapat sorotan.
Meski beberapa kali tampil kompetitif sepanjang laga, hasil akhir tetap belum berpihak kepada mereka. Kondisi ini membuat pendukung Chelsea mulai frustrasi dengan tren yang terus berulang.
Peluang ke Eropa Kini Makin Sulit
Kekalahan di final Piala FA juga memberi dampak besar terhadap peluang Chelsea tampil di kompetisi Eropa musim depan. Jalur otomatis lewat trofi domestik kini sudah tertutup sepenuhnya.
Harapan tersisa hanya berasal dari posisi akhir di klasemen Liga Inggris. Namun situasinya tidak mudah karena persaingan papan tengah musim ini berjalan sangat ketat.
Chelsea saat ini masih tertahan di posisi kesembilan klasemen sementara. Skuad yang diperkuat Enzo Fernández itu terpaut dua poin dari zona kompetisi Eropa.
Dengan musim yang tinggal menyisakan sedikit pertandingan, The Blues wajib tampil konsisten jika masih ingin menjaga peluang tampil di pentas Eropa musim depan.
Tekanan Besar untuk Akhir Musim
Kegagalan di Wembley membuat tekanan terhadap Chelsea semakin besar menjelang akhir musim. Banyak pihak mulai mempertanyakan kemampuan tim dalam bersaing di laga penting.
Performa yang naik turun sepanjang musim membuat Chelsea sulit menjaga momentum. Padahal kualitas skuad mereka sebenarnya masih dianggap mampu bersaing di papan atas Liga Inggris.
Di sisi lain, manajemen klub diperkirakan akan melakukan evaluasi besar setelah musim selesai. Beberapa posisi dinilai masih membutuhkan perbaikan agar tim lebih kompetitif.
Chelsea kini tidak punya banyak waktu untuk bangkit. Jika gagal finis di zona Eropa, musim 2025/2026 bisa menjadi salah satu periode paling mengecewakan bagi The Blues dalam beberapa tahun terakhir.


