Arenabetting – Kylian Mbappe gagal mencetak gol dari titik penalti saat Real Madrid menghadapi Real Betis. Menariknya, eksekusi tersebut tidak diulang meski Marc Bartra terlihat sudah masuk ke area penalti sebelum bola ditendang. Situasi ini sempat memunculkan pertanyaan karena Bartra kemudian menjadi pemain yang menghalangi bola rebound.
Real Madrid bertandang ke markas Betis di Estadio La Cartuja dalam lanjutan LaLiga, Sabtu (5/9/2026) dini hari WIB. Los Blancos kalah 0-1 setelah Troy Parrott mencetak gol pada menit ke-81. Madrid mendapat kesempatan menyamakan skor lewat penalti pada masa injury time.
Mbappe maju sebagai eksekutor, tetapi tembakannya berhasil ditepis kiper Alvaro Valles. Bartra terlihat berada di area kotak penalti saat tendangan dilakukan, namun wasit tetap melanjutkan pertandingan. Mantan wasit LaLiga, Iturralde Gonzalez, kemudian memberikan penjelasan mengenai keputusan tersebut.
Kaki Bartra Jadi Penentu
Menurut Iturralde, tidak semua pemain yang terlihat masuk kotak penalti sebelum penalti dieksekusi otomatis membuat tendangan harus diulang. Ada detail penting yang harus diperhatikan, yaitu posisi kaki pemain ketika bola ditendang oleh eksekutor.
Dalam kasus Bartra, bagian tubuhnya memang terlihat melewati garis kotak penalti. Namun, kaki kanan bek Betis tersebut masih berada di udara ketika Mbappe melakukan tendangan. Sementara itu, kaki lainnya masih berada di garis luar area penalti.
Aturan tersebut membuat keputusan wasit dianggap tepat. Pemain baru dianggap masuk lebih awal dalam konteks pelanggaran eksekusi penalti apabila kaki yang melewati garis sudah menyentuh tanah sebelum atau tepat ketika tendangan dilakukan.
Bartra Sudah Tahu Aturannya
Bartra ternyata sudah mengetahui situasi tersebut sebelum pertandingan melawan Madrid. Bek Betis itu mengaku pernah bertanya kepada seorang temannya yang berprofesi sebagai wasit mengenai aturan pemain yang masuk area penalti ketika penalti dilakukan.
Jawaban yang diterimanya cukup jelas. Jika kaki pemain masih berada di udara ketika bola ditendang, posisi tersebut tidak membuat eksekusi penalti otomatis harus diulang. Pengetahuan itu kemudian menjadi sangat berguna ketika Bartra menghadapi penalti Mbappe.
Bartra mampu menjaga posisi tubuhnya dengan tepat saat eksekusi berlangsung. Ia kemudian berada dalam posisi yang memungkinkan untuk menghalangi Mbappe mengambil bola muntah setelah tembakannya ditepis Valles.
Rebound Mbappe Juga Digagalkan
Kegagalan penalti Mbappe sebenarnya bukan akhir dari peluang Madrid. Setelah bola ditepis Valles, penyerang Madrid itu masih berusaha mengejar rebound untuk menyamakan kedudukan. Namun, Bartra bergerak cepat dan berhasil menggagalkan kesempatan tersebut.
Situasi itu membuat keputusan kecil dalam eksekusi penalti terasa semakin penting. Jika kaki Bartra sedikit lebih cepat menyentuh tanah di dalam kotak, bukan tidak mungkin wasit harus mempertimbangkan pengulangan tendangan penalti.
Namun, Bartra mampu melakukan semuanya pada waktu yang tepat. Ia bahkan mengakui bahwa keterlambatan sedikit saja bisa membuat kakinya benar-benar berada di dalam area penalti ketika Mbappe menendang.
Betis Amankan Poin Penting
Keputusan tersebut pada akhirnya menguntungkan Betis. Mereka mampu mempertahankan keunggulan 1-0 hingga pertandingan berakhir dan mendapatkan tiga poin penting dari tim yang sebelumnya tampil sebagai runner-up LaLiga musim lalu.
Bagi Madrid, kegagalan penalti menjadi pukulan tambahan setelah mereka kesulitan mencetak gol sepanjang pertandingan. Dominasi permainan tidak cukup untuk membawa pulang poin dari markas Betis.
Sementara itu, Bartra menjadi salah satu pemain yang punya peran penting dalam momen krusial tersebut. Posisi kakinya yang tetap sesuai aturan membuat penalti Mbappe tidak perlu diulang, sekaligus membantu Betis mengamankan kemenangan dramatis.


