Arenabetting – Manchester United harus menerima kenyataan pahit setelah kalah 2-3 dari Brighton pada babak ketiga Carabao Cup. Kekalahan di Old Trafford itu terasa makin menyakitkan karena Setan Merah sempat memulai laga dengan sangat baik.
MU bahkan mampu mencetak dua gol dalam waktu kurang dari 10 menit melalui Lacey dan Mount. Namun, keunggulan tersebut gagal dipertahankan hingga pertandingan berakhir. Brighton perlahan mengambil kendali dan membalikkan keadaan.
Michael Carrick memilih tidak menunjuk pemain sebagai penyebab kekalahan. Sang pelatih justru mengambil tanggung jawab penuh atas hasil tersebut. Sikap itu muncul setelah lini belakang dan penyelesaian akhir MU menjadi sorotan.
MU Sempat Tampil Meyakinkan
Awal pertandingan berjalan sesuai harapan Manchester United. Lacey dan Mount membawa tim tuan rumah unggul cepat, membuat suasana Old Trafford semakin positif. Permainan MU terlihat menjanjikan sebelum Brighton mulai memberikan tekanan.
Momentum kemudian berubah menjelang turun minum. Kostoulas mencetak gol pada menit 45+1 dan membuat Brighton kembali percaya diri. Setelah itu, MU kesulitan mengembalikan kontrol pertandingan seperti pada awal laga.
Brighton akhirnya benar-benar membalikkan skor melalui Pascal Gros pada menit ke-65 dan De Cuyper lima menit kemudian. MU yang sebelumnya berada di posisi unggul harus mengejar ketertinggalan sampai akhir, tetapi tidak mampu menemukan gol penyama.
Carrick Tak Mau Salahkan Pemain
Carrick mengakui bahwa perubahan jalannya pertandingan menjadi persoalan besar bagi Manchester United. Menurutnya, tim kehilangan kendali setelah menikmati start yang sangat bagus, sehingga keunggulan dua gol tidak mampu dijaga.
Duet Yoro dan Heaven di jantung pertahanan juga tampil kurang meyakinkan. Mereka kesulitan menghadapi tekanan Brighton ketika permainan mulai berubah. Di sisi lain, Rashford dan Sesko ikut mendapat sorotan karena peluang yang hadir tidak cukup maksimal untuk diselesaikan.
Meski begitu, Carrick tidak ingin pemainnya menjadi sasaran utama setelah kekalahan tersebut. Ia mengambil tanggung jawab sebagai pelatih dan menilai hasil buruk itu harus menjadi tanggungannya.
Sikap tersebut menunjukkan kekecewaan Carrick terhadap cara Manchester United mengelola pertandingan. Setelah unggul nyaman, tim justru kehilangan momentum dan membiarkan Brighton terus menekan hingga mampu menciptakan comeback.
Fulham Sudah Menanti MU
Manchester United tidak punya banyak waktu untuk larut dalam kekecewaan. Laga berikutnya sudah menunggu pada Minggu, 20 September, ketika mereka menghadapi Fulham di Liga Inggris sebelum jeda internasional.
Pertandingan itu menjadi kesempatan bagi Setan Merah untuk merespons kekalahan dari Brighton. Apalagi MU baru saja menelan dua kekalahan secara beruntun, sehingga hasil positif menjadi kebutuhan penting sebelum memasuki jeda.
Carrick juga mengarahkan perhatian tim kepada pertandingan tersebut. Fokusnya kini adalah membawa Manchester United mendapatkan hasil terbaik dan memperbaiki kesalahan yang terlihat saat menghadapi Brighton.
Tantangannya tentu bukan sekadar meraih kemenangan. MU perlu menunjukkan bahwa mereka mampu menjaga kendali permainan setelah mendapatkan keunggulan, sesuatu yang gagal dilakukan saat bertemu Brighton di Old Trafford.
Carrick Ingin MU Segera Bangkit
Kekalahan ini menjadi pelajaran penting bagi Manchester United. Start bagus ternyata belum cukup jika permainan tidak mampu dipertahankan selama 90 menit. Brighton memanfaatkan perubahan momentum dan menghukum MU dengan tiga gol.
Carrick menerima hasil tersebut dengan kecewa, tetapi memilih melihat ke depan. Ia ingin timnya segera meninggalkan hasil buruk itu dan mengalihkan energi untuk menghadapi Fulham.
Setan Merah kini harus membuktikan respons mereka setelah tersingkir dari Carabao Cup. Pertandingan berikutnya akan menjadi kesempatan untuk memperbaiki penampilan, menjaga fokus, sekaligus mengakhiri rentetan dua kekalahan beruntun.


