Komunitas Agen Bola, SBOBET, IBCBET, Prediksi Pasaran Bola & Casino Online Terbesar

David O’Leary Kritik Bukayo Saka: Kini Lemah dan Gampang Jatuh

Arenabetting – Legenda Arsenal, David O’Leary, melontarkan kritik keras kepada Bukayo Saka. Ia menilai winger andalan The Gunners itu mengalami perubahan performa, terutama ketika menghadapi duel fisik dengan pemain lawan.

O’Leary melihat Saka yang sekarang tidak lagi seperti sebelumnya. Pemain berusia 25 tahun itu dianggap lebih mudah terjatuh dan terkesan mencari pelanggaran, berbeda dari sosok yang dahulu berani menghadapi tekanan bek lawan.

Kritik tersebut muncul ketika Saka baru saja memperpanjang kontraknya pada Februari lalu dan menjadi pemain dengan gaji tertinggi di Arsenal. Bagi O’Leary, status serta besarnya gaji Saka perlu diiringi kontribusi yang lebih baik di lapangan.

David O’Leary Soroti Perubahan Permainan Saka

O’Leary bukan sosok sembarangan dalam sejarah Arsenal. Mantan bek tengah tersebut membela klub London Utara itu pada periode 1975 hingga 1993 dan mencatatkan 722 penampilan, menjadikannya salah satu legenda penting dalam perjalanan klub.

Selama membela Arsenal, O’Leary turut meraih tujuh gelar. Prestasi itu termasuk keberhasilan menjuarai Liga Inggris pada musim 1988/1989 dan 1990/1991.

Pengalaman panjangnya bersama The Gunners membuat pandangannya mengenai pemain Arsenal mendapat perhatian. Kali ini, Saka menjadi sorotan karena dinilai tidak lagi menunjukkan karakter permainan yang sama seperti sebelumnya.

Saka Dinilai Lebih Mudah Terjatuh

Dilansir talkSport, O’Leary menilai perubahan paling terlihat dari Saka berkaitan dengan kekuatan ketika berduel secara fisik. Menurutnya, winger timnas Inggris itu dahulu lebih mampu bertahan menghadapi tekanan dan kontak dari pemain bertahan lawan.

Kini, Saka dianggap lebih gampang terjatuh ketika menerima tantangan. O’Leary juga menilai sang pemain terkesan berusaha mendapatkan pelanggaran, alih-alih terus melanjutkan pergerakan untuk melewati lawan.

O’Leary memahami bahwa mencari pelanggaran bisa menjadi bagian dari strategi pertandingan. Arsenal dapat memperoleh tendangan bebas di area berbahaya dan memanfaatkan situasi bola mati untuk menciptakan peluang mencetak gol.

Namun, ia tidak menganggap pendekatan tersebut sebagai sesuatu yang positif apabila terlalu sering dilakukan. Baginya, Saka seharusnya tetap berusaha mempertahankan penguasaan bola dan melanjutkan serangan ketika masih memungkinkan.

O’Leary Minta Saka Lebih Berani Menghadapi Lawan

Menurut O’Leary, Saka seolah sengaja mencari kontak fisik agar bisa terjatuh dan mendapatkan tendangan bebas. Ia membandingkan kebiasaan itu dengan permainan Saka pada masa sebelumnya, ketika sang winger dinilai lebih positif dalam menghadapi bek lawan.

O’Leary menilai Saka yang dahulu tidak akan membiarkan lawan dengan mudah menjatuhkannya. Perbedaan tersebut menjadi alasan utama mengapa ia merasa performa pemain berusia 25 tahun itu mengalami penurunan dari sisi keberanian dalam duel.

Pandangan itu juga menyiratkan bahwa kemampuan Saka tidak cukup hanya diukur dari kontribusi menyerang. Ia perlu menunjukkan ketahanan saat mendapat tekanan, terutama ketika lawan berusaha menghentikan pergerakannya melalui kontak fisik.

Performa Saka Jadi Perhatian Arsenal

O’Leary menegaskan bahwa Saka perlu meningkatkan performanya agar tetap memberikan kontribusi maksimal bagi Arsenal. Ia memperingatkan bahwa jika kebiasaan mudah terjatuh terus berlanjut, sang winger berisiko tidak banyak membantu tim.

Kritik tersebut menjadi sorotan bagi Saka yang kini memegang status penting di klub, termasuk sebagai pemain dengan gaji tertinggi setelah memperpanjang kontraknya pada Februari lalu.

Meski demikian, penilaian O’Leary berfokus pada cara Saka menghadapi duel dan mencari pelanggaran. Pesannya jelas: Saka perlu kembali menunjukkan permainan yang lebih kuat dan positif agar bisa memberikan dampak lebih besar bagi The Gunners.