Arenabetting – Chelsea kembali gagal meraih kemenangan setelah hanya bermain 2-2 melawan Hull City pada pekan keempat Liga Inggris 2026/2027. Hasil ini membuat Xabi Alonso merasa ada banyak hal yang masih harus diperbaiki dari permainan timnya.
Laju Chelsea di awal musim memang cukup produktif. Mereka sudah mengoleksi 10 gol dalam empat laga, tetapi pada saat yang sama gawang mereka terus mudah ditembus. Kondisi itu membuat lini belakang menjadi perhatian besar bagi Alonso.
Catatan tanpa clean sheet juga semakin mengkhawatirkan. Chelsea kini sudah melewati 20 pertandingan liga secara beruntun tanpa mampu menjaga gawang tetap aman, sebuah rangkaian panjang yang memperlihatkan pekerjaan rumah besar bagi sang pelatih.
Alonso Kecewa dengan Performa Chelsea
Chelsea sebenarnya punya kesempatan untuk mengamankan tiga poin ketika menghadapi Hull City. Beberapa peluang muncul pada fase akhir laga, tetapi tidak ada yang berhasil dimaksimalkan menjadi gol kemenangan.
Alonso merasa skor akhir cukup menggambarkan permainan timnya. Pelatih asal Spanyol itu menilai Chelsea belum cukup solid dan masih kesulitan menjaga kendali ketika pertandingan mulai berubah arah.
Kondisi tersebut menjadi semakin penting karena Chelsea memiliki kualitas di lini depan. Morgan Rogers, Cole Palmer, dan Joao Pedro mampu memberi ancaman, tetapi kekuatan menyerang belum cukup jika pertahanan terus memberikan ruang kepada lawan.
Perubahan Formasi Belum Jadi Solusi
Pada laga kontra Hull City, Chelsea menggunakan empat pemain di lini belakang. Namun, Alonso tidak melihat jumlah bek sebagai inti persoalan karena karakter pemain dan posisi mereka di lapangan juga sangat menentukan.
Malo Gusto menjadi salah satu pemain yang menjalankan peran penting dalam skema tersebut. Pergerakannya membantu Chelsea mencari ruang sekaligus membangun koneksi permainan di sisi kanan.
Bagi Alonso, perubahan dari tiga menjadi empat bek tidak otomatis menyelesaikan masalah. Ia ingin para pemain berada di posisi yang membuat kemampuan terbaik mereka lebih mudah keluar selama pertandingan.
Pendekatan itu menunjukkan bahwa proses pembentukan tim masih berjalan. Chelsea memiliki pemain baru dan staf pelatih baru, sehingga Alonso membutuhkan waktu untuk membuat permainan mereka lebih stabil serta konsisten.
Chelsea Harus Belajar Menjaga Keunggulan
Masalah lain muncul ketika Chelsea sudah berada dalam posisi unggul. Hull City mampu mendapatkan momentum dan mengubah suasana pertandingan setelah menemukan celah untuk mencetak gol.
Alonso ingin timnya lebih tenang ketika memimpin. Chelsea perlu menjaga penguasaan permainan dan mengurangi kesalahan agar lawan tidak memperoleh kesempatan mudah untuk kembali mengejar.
Menurut Alonso, timnya harus lebih kuat dalam situasi permainan terbuka, bola mati, maupun ketika menghadapi bola panjang. Ketahanan mental dan kemampuan bersaing juga menjadi bagian yang perlu diperbaiki.
Tantangan berikutnya datang dari Brentford pada 19 September 2026. Laga tersebut akan menjadi kesempatan bagi Chelsea untuk memperbaiki performa sekaligus menguji apakah evaluasi Alonso mulai membawa perubahan.
Pertahanan Jadi Pekerjaan Rumah Besar
Chelsea memang baru memainkan empat pertandingan liga musim ini, tetapi pola kebobolan yang terus berulang membuat Alonso tidak ingin masalah tersebut dibiarkan. Ia menilai timnya saat ini lebih baik ketika menyerang dibandingkan saat bertahan.
The Blues masih punya modal kuat dari produktivitas lini depan. Namun, kemampuan mencetak gol harus diimbangi pertahanan yang lebih disiplin agar mereka tidak terus kehilangan hasil dari pertandingan yang sebenarnya bisa dikendalikan.
Bagi Alonso, target terdekat bukan sekadar membuat Chelsea bermain lebih atraktif. Ia ingin timnya menjadi lebih sulit ditaklukkan, mampu menjaga keunggulan, dan tidak memberikan ruang bagi lawan untuk mengubah jalannya pertandingan.


