Komunitas Agen Bola, SBOBET, IBCBET, Prediksi Pasaran Bola & Casino Online Terbesar

Berita Bola

Cedera Kylian Mbappe Jadi Pukulan Besar untuk Real Madrid

Arenabetting – Real Madrid mendapat kabar buruk setelah Kylian Mbappe dipastikan absen dalam El Clasico melawan Barcelona. Penyerang asal Prancis itu mengalami cedera otot dan belum diketahui apakah masih bisa tampil lagi sebelum musim berakhir. Tanpa kehadiran Mbappe, Los Blancos harus menelan kekalahan 0-2 saat bertandang ke Camp Nou pada Senin dini hari WIB. Hasil tersebut sekaligus memastikan Real Madrid menutup musim 2025/2026 tanpa gelar. Barcelona memastikan kemenangan lewat gol Marcus Rashford dan Ferran Torres. Sementara Madrid terlihat kesulitan memberikan ancaman berarti di lini depan tanpa sosok Mbappe. Absennya Mbappe Sangat Terasa Kylian Mbappe memang menjadi salah satu pemain paling penting untuk Real Madrid musim ini. Ketajamannya beberapa kali menyelamatkan Los Blancos dalam pertandingan besar. Karena itu absennya sang striker langsung terasa saat menghadapi Barcelona. Madrid terlihat kehilangan daya ledak dan efektivitas di lini serang sepanjang pertandingan. Los Blancos sebenarnya tetap mencoba memberikan perlawanan. Namun tanpa Mbappe, serangan Madrid dinilai kurang tajam dan mudah dibaca pertahanan Blaugrana. Situasi tersebut semakin memperlihatkan betapa besarnya ketergantungan Madrid terhadap pemain Timnas Prancis tersebut musim ini. Arbeloa Belum Bisa Pastikan Kondisi Mbappe Pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa mengaku belum mengetahui apakah Mbappe masih bisa bermain dalam sisa musim ini. Kondisi cedera sang pemain disebut masih terus dipantau tim medis. Menurut Arbeloa, keputusan baru akan diambil setelah melihat perkembangan pemulihan Mbappe dalam beberapa hari ke depan. Saat ini Madrid masih berhati-hati dengan kondisi pemain bintangnya tersebut. Pelatih Los Blancos itu juga menegaskan dirinya tidak ingin mengambil risiko besar. Arbeloa berharap Mbappe baru kembali bermain jika sudah benar-benar fit. Dengan musim yang tinggal menyisakan beberapa pertandingan, Madrid memang tidak memiliki banyak waktu. Karena itu peluang Mbappe tampil lagi musim ini masih belum pasti. Mbappe Tetap Jadi Andalan Madrid Meski musim Real Madrid berakhir mengecewakan, performa individu Mbappe tetap dianggap luar biasa. Mantan pemain Paris Saint-Germain itu tampil sangat produktif sepanjang musim pertamanya di Spanyol. Mbappe sudah mencatatkan 41 gol dari 41 pertandingan di semua kompetisi musim ini. Catatan tersebut memperlihatkan betapa besar kontribusinya untuk Los Blancos. Produktivitas tersebut bahkan membuat banyak pihak merasa Madrid mungkin akan mengalami musim yang jauh lebih buruk tanpa kehadiran Mbappe. Ia beberapa kali menjadi pembeda ketika tim mengalami tekanan. Namun performa luar biasa Mbappe tetap belum cukup membawa Madrid meraih trofi. Los Blancos gagal bersaing secara konsisten di berbagai kompetisi besar musim ini. Madrid Hadapi Akhir Musim Sulit Kekalahan dari Barcelona membuat Real Madrid dipastikan tanpa gelar pada musim 2025/2026. Situasi tersebut menjadi pukulan besar bagi klub sebesar Los Blancos. Selain gagal di LaLiga, Madrid juga tersingkir lebih awal di Copa del Rey dan Liga Champions. Musim ini akhirnya berubah menjadi salah satu periode paling mengecewakan dalam beberapa tahun terakhir. Kini fokus Madrid tertuju pada penyelesaian musim dengan hasil sebaik mungkin. Los Blancos masih memiliki beberapa pertandingan tersisa sebelum kompetisi resmi berakhir. Di tengah situasi sulit tersebut, kondisi Mbappe tentu menjadi perhatian utama. Madrid berharap sang bintang bisa pulih sepenuhnya agar siap menghadapi musim baru dengan kondisi terbaiknya.

Cedera Kylian Mbappe Jadi Pukulan Besar untuk Real Madrid Read More »

Tinggalkan MU, Marcus Rashford Langsung Juara LaLiga Bersama Barcelona

Arenabetting – Marcus Rashford langsung merasakan manisnya gelar juara setelah meninggalkan Manchester United. Penyerang asal Inggris itu sukses membantu Barcelona menjuarai LaLiga musim 2025/2026. Keberhasilan tersebut dipastikan usai Blaugrana mengalahkan Real Madrid 2-0 dalam El Clasico di Camp Nou. Kemenangan itu membuat Barcelona tidak lagi terkejar di puncak klasemen Liga Spanyol. Bagi Rashford, trofi ini terasa sangat spesial karena menjadi gelar liga pertama yang diraihnya di luar Inggris. Kepindahannya dari Manchester United pun kini dianggap mulai membuahkan hasil besar. Rashford Temukan Awal Baru di Barcelona Marcus Rashford datang ke Barcelona dengan sorotan besar pada awal musim. Banyak pihak penasaran apakah pemain Inggris tersebut mampu beradaptasi dengan gaya permainan LaLiga. Perlahan tapi pasti, Rashford berhasil menunjukkan kontribusi penting untuk Blaugrana. Kecepatan, fleksibilitas, dan kemampuan menyerangnya beberapa kali membantu Barcelona dalam laga penting. Bersama Hansi Flick, Rashford terlihat kembali menikmati permainannya. Situasi itu berbeda dibanding masa-masa sulit yang sempat ia alami di Manchester United. Keberhasilan meraih gelar LaLiga juga menjadi bukti bahwa keputusan pindah ke Spanyol mungkin menjadi langkah terbaik dalam kariernya saat ini. Mantan Pemain MU yang Sukses di Klub Baru Rashford kini masuk dalam daftar pemain Manchester United yang berhasil meraih gelar liga setelah hengkang ke negara lain. Fenomena seperti ini memang beberapa kali terjadi dalam dunia sepakbola. Tidak sedikit mantan pemain Setan Merah yang justru menemukan performa terbaik setelah meninggalkan Old Trafford. Perubahan suasana dan sistem permainan sering menjadi faktor penting. Banyak penggemar mulai membandingkan perjalanan Rashford dengan beberapa eks pemain United lainnya yang sukses di luar Inggris. Hal itu kembali memunculkan perdebatan soal perkembangan pemain di klub tersebut. Keberhasilan Rashford bersama Barcelona juga terasa kontras dengan situasi Manchester United musim ini yang masih berjuang menjaga posisi di empat besar Premier League. Barcelona Dominan Musim Ini Barcelona tampil sangat konsisten sepanjang musim 2025/2026. Blaugrana berhasil mengunci gelar LaLiga setelah unggul jauh dari Real Madrid di klasemen. Hansi Flick dinilai sukses membangun tim yang solid dan agresif sejak awal musim. Kombinasi pemain muda dan senior membuat Barcelona tampil stabil di berbagai pertandingan penting. Rashford menjadi salah satu tambahan penting dalam skuad Blaugrana. Kehadirannya memberi variasi baru di lini depan Barcelona yang sudah dihuni banyak pemain kreatif. Selain produktif dalam menyerang, Barcelona juga tampil disiplin dalam pertandingan besar. El Clasico kontra Real Madrid menjadi salah satu contoh bagaimana mereka mampu mengontrol tekanan dengan baik. Rashford Ingin Terus Tambah Trofi Meski baru meraih satu gelar besar di Spanyol, Marcus Rashford diyakini belum ingin berhenti sampai di situ. Penyerang berusia 28 tahun tersebut masih memiliki ambisi besar bersama Barcelona. Bermain di klub sebesar Blaugrana tentu membuka peluang lebih besar untuk meraih trofi tambahan dalam beberapa musim ke depan. Barcelona juga diperkirakan masih akan menjadi pesaing utama di Liga Champions. Kesuksesan musim ini bisa menjadi titik balik penting dalam perjalanan karier Rashford. Setelah melewati periode sulit di Inggris, ia kini kembali menikmati status sebagai pemain juara. Publik Camp Nou pun mulai memberikan apresiasi besar terhadap kontribusinya. Rashford perlahan berhasil membuktikan bahwa dirinya masih layak berada di level tertinggi sepakbola Eropa.

Tinggalkan MU, Marcus Rashford Langsung Juara LaLiga Bersama Barcelona Read More »

Paulo Dybala Beri Sinyal Tinggalkan AS Roma di Akhir Musim

Arenabetting – Masa depan Paulo Dybala bersama AS Roma mulai dipenuhi tanda tanya besar. Penyerang asal Argentina itu memberi sinyal kuat bahwa dirinya bisa meninggalkan I Lupi setelah musim 2025/2026 berakhir. Pernyataan tersebut muncul usai Roma meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Parma dalam lanjutan Serie A. Hasil itu menjaga peluang Giallorossi untuk lolos ke Liga Champions musim depan. Namun di tengah perjuangan penting tersebut, situasi kontrak Dybala justru menjadi sorotan besar. Hingga kini belum ada tanda-tanda perpanjangan kontrak dari manajemen Roma. Dybala Isyaratkan Derby Jadi Laga Terakhir Paulo Dybala secara terbuka mengungkapkan bahwa Derby della Capitale melawan Lazio bisa menjadi laga kandang terakhirnya bersama Roma. Pernyataan itu langsung membuat fans mulai khawatir. Menurut Dybala, kontraknya saat ini memang akan habis dalam dua pertandingan lagi. Artinya duel melawan Lazio akhir pekan nanti berpotensi menjadi momen perpisahan di hadapan publik Olimpico. Ucapan tersebut memperlihatkan bahwa masa depannya masih benar-benar belum jelas. Situasi itu cukup mengejutkan mengingat Dybala masih menjadi salah satu pemain penting Roma. Para pendukung Giallorossi tentu berharap klub segera menemukan solusi. Dybala selama ini dianggap sebagai simbol kreativitas dan kualitas di lini serang tim. Belum Ada Kontak dari Manajemen Roma Ketika ditanya apakah sudah ada komunikasi dengan pihak klub, Dybala memberikan jawaban singkat namun cukup mengejutkan. Ia mengaku belum dihubungi oleh manajemen Roma. Situasi itu semakin memperkuat spekulasi bahwa hubungan kedua pihak mungkin akan segera berakhir. Padahal kontribusi Dybala masih cukup besar sepanjang musim ini. Roma sendiri sedang berada dalam periode penting karena masih bersaing memperebutkan tiket Liga Champions. Namun ketidakjelasan kontrak pemain bintang mereka mulai menjadi perhatian publik. Banyak penggemar mulai mempertanyakan langkah manajemen klub. Mereka merasa Roma seharusnya bergerak lebih cepat untuk mengamankan masa depan sang pemain. Dybala Tetap Fokus Bantu Roma Meski masa depannya belum pasti, Paulo Dybala memastikan dirinya tetap fokus membantu Roma hingga akhir musim. Pemain berusia 32 tahun itu ingin membawa Giallorossi finis di zona Liga Champions. Kemenangan atas Parma membuat Roma kini mengoleksi 67 poin dari 36 pertandingan. Mereka hanya kalah head to head dari AC Milan yang berada di posisi empat. Persaingan menuju Liga Champions Serie A memang masih sangat ketat. Karena itu dua pertandingan terakhir musim ini akan sangat menentukan nasib Roma. Dybala menegaskan seluruh pemain akan terus berjuang sampai akhir. Ia sadar peluang lolos ke Liga Champions tidak sepenuhnya bergantung pada Roma sendiri, tetapi tim tetap harus memenangkan laga tersisa. Masa Depan Dybala Mulai Dipertanyakan Dalam beberapa bulan terakhir, Paulo Dybala memang terus dikaitkan dengan kemungkinan pulang ke Argentina. Kondisi fisik yang mulai sering bermasalah disebut menjadi salah satu alasan. Cedera perlahan mulai memengaruhi konsistensi performa mantan bintang Juventus tersebut. Situasi itu juga membuatnya sudah cukup lama tidak dipanggil Timnas Argentina. Meski begitu, kualitas Dybala tetap tidak diragukan. Ketika berada dalam kondisi fit, ia masih mampu menjadi pembeda dalam pertandingan besar. Kini semua perhatian tertuju pada keputusan Roma dan Dybala dalam beberapa pekan ke depan. Derby melawan Lazio berpotensi menjadi laga emosional apabila benar-benar menjadi penampilan kandang terakhir sang pemain bersama Giallorossi.

Paulo Dybala Beri Sinyal Tinggalkan AS Roma di Akhir Musim Read More »

AC Milan Terancam Keluar Zona Liga Champions, Ritiro Mulai Disiapkan

Arenabetting – AC Milan mulai berada dalam tekanan besar setelah kembali menelan hasil buruk di Serie A. Kekalahan dari Atalanta membuat posisi Rossoneri di papan atas klasemen kini semakin tidak aman. Dalam pertandingan yang berlangsung Senin dini hari WIB, Milan kalah dramatis dan gagal menambah poin penting. Hasil tersebut menjadi kekalahan kedua secara beruntun sekaligus laga ketiga tanpa kemenangan bagi Rossoneri. Situasi itu membuat AC Milan mulai kehilangan kendali dalam perebutan tiket Liga Champions musim depan. Klub kini bahkan memberi sinyal akan menggelar ritiro demi memperbaiki kondisi tim. Milan Mulai Kehilangan Momentum Performa AC Milan dalam beberapa pekan terakhir memang jauh dari kata stabil. Rossoneri terlihat kesulitan menjaga konsistensi saat musim memasuki fase paling krusial. Kekalahan dari Atalanta menjadi pukulan besar karena datang di tengah persaingan ketat papan atas Serie A. Milan gagal memanfaatkan kesempatan untuk menjaga posisi di tiga besar. Tanpa tambahan poin, Rossoneri akhirnya disalip Juventus yang kini naik ke posisi ketiga klasemen. Milan turun ke peringkat empat dengan koleksi 67 poin dari 36 pertandingan. Tekanan semakin besar karena AS Roma juga memiliki jumlah poin yang sama. Milan hanya unggul head to head sehingga posisi mereka bisa berubah kapan saja. Ancaman Gagal ke Liga Champions Peluang AC Milan tampil di Liga Champions musim depan kini belum benar-benar aman. Dua pertandingan tersisa akan sangat menentukan nasib Rossoneri di akhir musim. Tidak hanya Roma, Como juga masih terus memberi ancaman dari posisi keenam klasemen. Tim asuhan Cesc Fabregas itu hanya terpaut sedikit poin dari Milan. Jika tren negatif terus berlanjut, Rossoneri berpotensi kehilangan tiket ke kompetisi elite Eropa. Situasi tersebut tentu akan menjadi pukulan besar bagi klub. Tekanan terhadap skuad dan staf pelatih kini semakin meningkat. Publik San Siro mulai khawatir melihat performa tim yang terus menurun dalam beberapa pekan terakhir. Milan Siapkan Ritiro Direktur Keolahragaan Milan, Igli Tare, mengisyaratkan bahwa klub sedang mempertimbangkan ritiro. Pemusatan latihan tertutup itu rencananya dilakukan sebelum pertandingan melawan Genoa. Langkah tersebut dianggap perlu agar seluruh pemain bisa lebih fokus menghadapi situasi sulit saat ini. Milan ingin memperbaiki mental sekaligus membangun kembali kekompakan tim. Tare mengungkapkan dirinya bersama pelatih sempat berbicara langsung kepada para pemain di ruang ganti. Mereka meminta skuad mengesampingkan seluruh gejolak yang sedang mengelilingi klub. Menurut Tare, para pemain senior memperlihatkan reaksi positif setelah diskusi tersebut. Milan berharap suasana internal tim tetap solid menjelang laga-laga penentuan musim ini. Fokus Milan Kini Menangkan Sisa Laga AC Milan kini praktis tidak memiliki ruang untuk melakukan kesalahan lagi. Dua pertandingan terakhir musim ini akan menjadi penentu apakah Rossoneri tetap berada di zona Liga Champions. Ritiro dianggap sebagai salah satu cara untuk memperbaiki fokus dan konsentrasi pemain. Klub ingin seluruh elemen tim benar-benar menyadari pentingnya situasi saat ini. Pertandingan melawan Genoa diprediksi menjadi laga yang sangat menentukan. Kemenangan akan membantu Milan menjaga posisi, sementara hasil buruk bisa membuat mereka semakin tertekan. Rossoneri tentu berharap pengalaman dan kualitas skuad mereka masih cukup untuk mengakhiri musim di empat besar. Namun dengan persaingan yang semakin ketat, Milan harus segera menemukan kembali performa terbaiknya.

AC Milan Terancam Keluar Zona Liga Champions, Ritiro Mulai Disiapkan Read More »

Raphinha Puas Barcelona Bungkam Keraguan dengan Gelar Juara LaLiga

Arenabetting – Barcelona akhirnya berhasil membungkam semua keraguan yang sempat mengelilingi mereka di awal musim. Blaugrana memastikan diri menjadi juara LaLiga 2025/2026 usai mengalahkan Real Madrid dalam El Clasico. Kemenangan 2-0 atas Los Blancos di Camp Nou pada Senin dini hari WIB menjadi penutup sempurna perjalanan Barcelona musim ini. Marcus Rashford dan Ferran Torres menjadi pencetak gol yang membawa Blaugrana berpesta di kandang sendiri. Hasil tersebut membuat Barcelona unggul 14 poin dari Real Madrid dengan hanya tiga pertandingan tersisa. Situasi itu memastikan gelar juara resmi menjadi milik pasukan Hansi Flick. Barcelona Bangkit Setelah Awal Musim Sulit Pada awal musim, Barcelona sempat diragukan mampu bersaing dalam perebutan gelar LaLiga. Start mereka dianggap kurang meyakinkan dibanding Real Madrid yang tampil lebih stabil. Los Blancos bahkan hanya sekali kalah dalam 10 pertandingan pertama musim ini. Madrid juga sempat mempermalukan Barcelona di Santiago Bernabeu pada El Clasico putaran pertama. Sementara itu Blaugrana justru kehilangan beberapa poin penting di awal kompetisi. Dua kekalahan dan satu hasil imbang sempat membuat mereka tertinggal lima angka dari rival abadinya tersebut. Namun Barcelona perlahan berhasil bangkit dan menemukan konsistensi permainan. Momentum positif itu akhirnya membawa mereka mengambil alih puncak klasemen hingga akhir musim. Raphinha Bangga Barcelona Jawab Kritik Raphinha menjadi salah satu pemain yang merasa puas dengan pencapaian Barcelona musim ini. Winger asal Brasil itu menilai gelar LaLiga menjadi jawaban terbaik untuk semua kritik yang sempat muncul. Menurut Raphinha, banyak pihak menganggap Barcelona tidak cukup kuat untuk bersaing sejak awal musim. Namun Blaugrana berhasil membuktikan kualitas mereka di lapangan. Pemain berusia 29 tahun itu juga merasa keberhasilan meraih lima trofi dalam dua musim merupakan pencapaian besar. Ia menilai seluruh skuad layak mendapatkan apresiasi atas kerja keras mereka. Raphinha menegaskan bahwa persaingan liga tidak pernah selesai pada awal musim. Barcelona memilih fokus bekerja dan memenangkan pertandingan demi pertandingan hingga akhirnya sukses menjadi juara. Konsistensi Jadi Kunci Blaugrana Barcelona memang sempat mengalami beberapa hasil buruk di awal perjalanan musim ini. Akan tetapi Hansi Flick berhasil menjaga mental tim tetap stabil sepanjang kompetisi berjalan. Blaugrana mulai tampil lebih konsisten ketika memasuki pertengahan musim. Kombinasi pemain muda dan senior membuat permainan Barcelona semakin matang dari pekan ke pekan. Raphinha mengakui timnya sempat menjalani periode sulit. Namun Barcelona mampu bangkit dan memenangi laga-laga yang memang wajib dimenangkan dalam perebutan gelar. Mentalitas tersebut akhirnya menjadi pembeda dibanding rival-rival mereka. Barcelona tampil lebih tenang ketika tekanan semakin besar mendekati akhir musim. El Clasico Jadi Penutup Sempurna Keberhasilan mengunci gelar lewat kemenangan atas Real Madrid membuat pesta juara Barcelona terasa semakin spesial. Camp Nou berubah menjadi lautan perayaan setelah peluit akhir berbunyi. Marcus Rashford kembali mencuri perhatian lewat kontribusinya dalam pertandingan besar. Sementara Ferran Torres sukses memastikan kemenangan Blaugrana lewat gol kedua. Bagi Barcelona, menjuarai LaLiga dengan mengalahkan rival utama tentu memberi kepuasan tersendiri. Blaugrana tidak hanya menjadi juara, tetapi juga berhasil menunjukkan dominasi mereka musim ini. Kini Barcelona menutup musim dengan status tim terbaik di Spanyol. Raphinha dan rekan-rekannya pun berhasil membuktikan bahwa keraguan publik di awal musim ternyata salah besar.

Raphinha Puas Barcelona Bungkam Keraguan dengan Gelar Juara LaLiga Read More »

Tumbang dari Barcelona di El Clasico, Real Madrid Dipastikan Nirgelar Musim Ini

Arenabetting – Real Madrid dipastikan menutup musim 2025/2026 tanpa satu pun trofi setelah kalah dari Barcelona dalam El Clasico. Kekalahan tersebut sekaligus mengakhiri peluang terakhir Los Blancos untuk meraih gelar musim ini. Bermain di Camp Nou dalam lanjutan LaLiga pekan ke-35, Madrid tumbang 0-2 dari Blaugrana pada Senin dini hari WIB. Hasil itu memastikan Barcelona resmi menjadi juara Liga Spanyol musim ini. Dengan tiga pertandingan tersisa, Real Madrid yang mengoleksi 77 poin sudah tidak mungkin lagi mengejar Barcelona yang melesat dengan 91 poin di puncak klasemen. Barcelona Akhiri Harapan Madrid El Clasico kali ini menjadi pertandingan penentu dalam perebutan gelar LaLiga. Real Madrid datang ke Camp Nou dengan tekanan besar karena wajib menang demi menjaga peluang juara. Namun Blaugrana tampil jauh lebih siap di hadapan pendukung sendiri. Barcelona mampu mengontrol jalannya pertandingan dan sukses mengamankan kemenangan penting. Kekalahan tersebut membuat perjalanan Madrid musim ini resmi berakhir tanpa trofi. Situasi itu tentu menjadi pukulan besar bagi klub sebesar Los Blancos. Bagi Barcelona, kemenangan di El Clasico terasa semakin spesial karena memastikan gelar juara diraih di depan rival abadi mereka sendiri. Atmosfer Camp Nou pun berubah menjadi pesta besar Blaugrana. Musim Sulit untuk Los Blancos Kegagalan di LaLiga melengkapi deretan hasil mengecewakan Real Madrid sepanjang musim 2025/2026. Los Blancos gagal tampil konsisten di berbagai kompetisi penting. Di Copa del Rey, Madrid sudah tersingkir sejak babak 16 besar. Sementara di Piala Super Spanyol, mereka hanya mampu finis sebagai runner-up. Perjalanan Madrid di Liga Champions juga tidak berjalan mulus. Tim ibu kota Spanyol itu harus terhenti di babak perempatfinal meski datang dengan skuad bertabur bintang. Kehadiran Kylian Mbappe ternyata belum cukup membawa Madrid mendominasi kompetisi musim ini. Los Blancos justru terlihat kesulitan menjaga kestabilan performa sepanjang musim. Arbeloa Akui Kekecewaan Besar Pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa tidak menutupi rasa kecewanya usai pertandingan. Meski sempat menyinggung insiden kontroversial di kotak penalti Barcelona, ia tetap memberikan ucapan selamat kepada rivalnya. Arbeloa mengakui musim Madrid praktis selesai setelah kekalahan di Camp Nou. Namun ia meminta seluruh pemain tetap menjaga harga diri klub sampai akhir kompetisi. Menurut mantan bek Los Blancos itu, Real Madrid membawa simbol besar yang harus terus dihormati. Karena itu timnya tidak boleh kehilangan semangat meski gagal meraih gelar. Arbeloa juga memahami rasa frustrasi yang dirasakan para suporter. Ia menilai kritik dan kemarahan fans menjadi hal wajar setelah musim yang penuh kekecewaan seperti ini. Madrid Diminta Segera Bangkit Kegagalan musim ini diperkirakan akan memunculkan banyak evaluasi besar di internal klub. Real Madrid tentu tidak ingin terlalu lama terpuruk setelah menjalani musim tanpa trofi. Beberapa aspek permainan dianggap perlu segera dibenahi, terutama soal konsistensi dan keseimbangan tim. Madrid beberapa kali kehilangan momentum penting dalam pertandingan besar musim ini. Selain itu, tekanan terhadap Alvaro Arbeloa juga diperkirakan akan semakin meningkat. Banyak pihak mulai mempertanyakan kemampuan sang pelatih dalam menangani skuad penuh bintang. Meski begitu, Madrid tetap diyakini akan bangkit pada musim depan. Los Blancos memiliki sejarah panjang sebagai klub yang selalu mampu kembali setelah mengalami masa sulit.

Tumbang dari Barcelona di El Clasico, Real Madrid Dipastikan Nirgelar Musim Ini Read More »