Arenabetting – Xabi Alonso memilih pendekatan berbeda dalam menangani pemain-pemain surplus Chelsea. Manajer baru The Blues itu tidak melihat keberadaan mereka sebagai sebuah masalah besar untuk saat ini, meski klub masih memiliki banyak pemain yang belum masuk rencana utama.
Beberapa nama yang masuk kelompok tersebut antara lain Nicolas Jackson, Liam Delap, Axel Disasi, dan Mykhailo Mudryk. Mereka masih menjalani latihan terpisah dari skuad utama, tetapi kondisi sekarang lebih baik dibandingkan periode sebelumnya.
Chelsea kini menempatkan kelompok tersebut di lapangan dan fasilitas yang sama dengan skuad utama. Situasi ini berbeda dari era Enzo Maresca ketika para pemain surplus harus menggunakan fasilitas akademi dan tidak berlatih di gedung yang sama dengan tim utama.
Alonso Ubah Cara Menangani Pemain
Alonso tidak ingin menggunakan istilah bomb squad untuk menyebut kelompok pemain yang belum masuk rencana utama. Ia lebih memilih membagi skuad ke dalam beberapa grup sesuai kebutuhan program latihan.
Menurut Alonso, pembagian tersebut merupakan bagian dari dinamika tim yang harus dikelola dengan baik. Selama program latihan berjalan sesuai kebutuhan, keberadaan beberapa grup bukan menjadi persoalan.
Pendekatan ini membuat suasana di Chelsea terlihat lebih terbuka. Para pemain yang belum mendapatkan tempat di skuad utama tetap memiliki akses terhadap fasilitas klub dan menjalani program yang sudah disiapkan.
Tidak Semua Pemain Berstatus Surplus
Kelompok latihan terpisah Chelsea ternyata tidak hanya berisi pemain yang sedang menunggu kepindahan. Beberapa pemain baru juga berada di dalam grup tersebut karena membutuhkan program khusus sebelum benar-benar siap bergabung dengan tim utama.
Jordan Henderson menjadi salah satu pemain yang mengikuti program berbeda. Gelandang berpengalaman itu membutuhkan peningkatan kebugaran sebelum masuk ke dalam persaingan skuad utama.
Danny Welbeck juga menjalani program serupa. Kehadiran kedua pemain tersebut membuat kelompok latihan tidak bisa sepenuhnya dianggap sebagai tempat bagi pemain yang sudah tidak dibutuhkan klub.
Situasi itu menunjukkan bahwa Alonso ingin melihat kebutuhan setiap pemain secara lebih spesifik. Pembagian grup tidak otomatis berarti seorang pemain sudah dicoret dari rencana tim.
Chelsea Masih Berusaha Merampingkan Skuad
Meski Alonso tidak mempermasalahkan pembagian kelompok untuk sementara, Chelsea tetap memiliki pekerjaan besar di bursa transfer. Klub masih berupaya menjual sejumlah pemain agar jumlah skuad menjadi lebih ideal.
Saat ini Chelsea memiliki sekitar 40 pemain. Jumlah tersebut membuat pengelolaan skuad menjadi tantangan tersendiri bagi Alonso dan staf kepelatihan.
Pelepasan beberapa pemain akan membantu klub mengurangi kepadatan skuad. Selain itu, langkah tersebut juga dapat memberikan ruang lebih besar bagi pemain yang benar-benar masuk dalam rencana jangka panjang.
Alonso Belum Anggap Ini Masalah
Alonso tampaknya tidak ingin menjadikan persoalan jumlah pemain sebagai gangguan pada awal masa kerjanya. Selama setiap kelompok mendapatkan program yang jelas, ia masih bisa mengatur kebutuhan tim secara fleksibel.
Pendekatan tersebut juga memberikan waktu bagi Chelsea untuk menyelesaikan proses transfer. Klub masih dapat mencari solusi terbaik untuk pemain yang belum masuk rencana utama tanpa membuat situasi internal menjadi lebih rumit.
Untuk sekarang, Alonso memilih fokus pada pengelolaan skuad. Chelsea tetap harus merampingkan jumlah pemain, tetapi proses tersebut akan berjalan bersamaan dengan persiapan tim menghadapi musim baru.


