Arenabetting – Rudi Garcia resmi mengakhiri masa baktinya sebagai pelatih Timnas Belgia setelah Piala Dunia 2026 berakhir. Keputusan itu menutup kiprahnya yang berlangsung sekitar satu setengah tahun sejak ditunjuk menangani De Rode Duivels pada Februari 2025.
Kepergian Garcia sebenarnya sudah diperkirakan karena kontraknya memang berakhir setelah turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selama memimpin Belgia, pelatih asal Prancis itu berhasil membawa tim kembali tampil kompetitif setelah sempat mengalami periode sulit.
Meski gagal melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026, Garcia meninggalkan Belgia dengan catatan yang cukup impresif dan menjadi sosok penting dalam proses regenerasi skuad.
Garcia Bangkitkan Belgia dari Masa Sulit
Saat ditunjuk sebagai pelatih, Belgia sedang berada dalam performa yang kurang meyakinkan. Hasil buruk pada era sebelumnya membuat kepercayaan publik terhadap tim nasional sempat menurun.
Garcia kemudian melakukan sejumlah perubahan, baik dari sisi permainan maupun komposisi skuad. Ia memberi kesempatan kepada beberapa pemain baru untuk memperkuat tim nasional.
Hasilnya mulai terlihat ketika Belgia berhasil memastikan tiket ke putaran final Piala Dunia 2026 dan kembali menunjukkan permainan yang lebih konsisten.
Perjalanan Belgia di Piala Dunia 2026
Belgia mengawali turnamen dengan finis sebagai juara grup setelah mengumpulkan lima poin. Mereka bermain imbang melawan Mesir dan Iran sebelum menutup fase grup dengan kemenangan telak 5-1 atas Selandia Baru.
Produktivitas lini depan menjadi salah satu kekuatan utama Belgia. Mereka mampu mencetak total 12 gol hanya dalam tiga pertandingan fase grup.
Memasuki babak gugur, Belgia menunjukkan mental kuat dengan bangkit mengalahkan Senegal 3-2 pada babak 32 besar.
Performa meyakinkan kembali ditunjukkan saat menghancurkan tuan rumah Amerika Serikat dengan skor 4-1 pada babak 16 besar.
Langkah Belgia Terhenti di Perempatfinal
Perjalanan Belgia akhirnya terhenti pada babak perempatfinal. Mereka harus mengakui keunggulan Spanyol yang menang dengan skor 2-1.
Meski gagal melaju ke semifinal, pencapaian tersebut tetap dianggap positif mengingat Belgia sedang menjalani proses peremajaan skuad.
Selama berada di bawah arahan Garcia, permainan Belgia dinilai lebih agresif dan produktif dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Keberhasilan mencapai delapan besar juga menjadi modal penting bagi generasi baru Belgia untuk menghadapi turnamen-turnamen berikutnya.
Garcia Tinggalkan Rekor Positif
Selama menangani Belgia, Rudi Garcia memimpin tim dalam 20 pertandingan di semua ajang. Dari jumlah tersebut, Belgia mencatatkan 12 kemenangan, enam hasil imbang, dan hanya dua kali menelan kekalahan.
Sebelum resmi berpisah, Garcia menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pemain yang telah bekerja keras selama masa kepemimpinannya.
Ia juga berharap Belgia mampu melanjutkan proses transisi yang telah dimulai dan terus berkembang menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola dunia.
Dengan berakhirnya masa tugas Garcia, Federasi Sepak Bola Belgia kini akan mulai mencari pelatih baru yang akan melanjutkan pembangunan skuad menuju kompetisi internasional berikutnya.


