Arenabetting – Prancis mulai membuka peluang untuk kembali menjadi tuan rumah Piala Dunia. Federasi Sepakbola Prancis (FFF) sedang mempertimbangkan rencana menggelar turnamen edisi 2038 dengan menggandeng Jerman sebagai partner.
Prancis terakhir menjadi tuan rumah pada 1998. Saat itu, Les Bleus mampu mengakhiri turnamen dengan gelar juara setelah tampil impresif di hadapan publik sendiri.
Kini, setelah lebih dari tiga dekade berlalu, Prancis melihat peluang baru untuk menggelar pesta sepakbola terbesar dunia. Namun, rencana tersebut masih membutuhkan pembahasan lebih lanjut, terutama terkait kesiapan stadion dan infrastruktur.
Prancis Mulai Pertimbangkan Tawaran Tuan Rumah
Gagasan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2038 datang dari FFF. Federasi sepakbola Prancis perlu berkomunikasi dengan pemerintah untuk melihat sejauh mana fasilitas yang tersedia mampu mendukung turnamen dengan jumlah peserta yang jauh lebih besar.
Perubahan format Piala Dunia menjadi salah satu tantangan utama. Turnamen yang kini diikuti 48 negara membutuhkan stadion, fasilitas latihan, transportasi, serta akomodasi dalam jumlah besar agar seluruh pertandingan berjalan lancar.
Karena kebutuhan tersebut, Prancis menilai kerja sama dengan negara tetangga bisa menjadi solusi. Jerman menjadi kandidat partner yang dianggap paling realistis karena memiliki pengalaman besar dalam menggelar pertandingan internasional.
Jerman Dinilai Jadi Partner yang Cocok
Presiden FFF Philippe Diallo melihat Jerman sebagai pilihan yang masuk akal untuk mendampingi Prancis. Kedekatan geografis kedua negara juga dapat membantu pengaturan perjalanan tim, suporter, dan pihak penyelenggara selama turnamen berlangsung.
Format bersama seperti ini bukan sesuatu yang asing dalam Piala Dunia. Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026, sementara edisi 2030 akan melibatkan Spanyol, Portugal, dan Maroko.
Bagi Prancis, kerja sama tersebut bisa mengurangi beban penyelenggaraan. Beban pertandingan dapat dibagi ke sejumlah kota di kedua negara sehingga kebutuhan stadion dan fasilitas pendukung tidak hanya bertumpu pada satu negara.
Rencana tersebut juga berpotensi memberikan keuntungan dari sisi pengalaman. Jerman memiliki banyak stadion modern dan pernah menjadi tuan rumah Piala Dunia 2006, sehingga kemampuan infrastrukturnya sudah teruji dalam turnamen besar.
Aturan FIFA Jadi Tantangan Utama
Meski memiliki rencana yang cukup jelas, peluang Prancis dan Jerman menggelar Piala Dunia 2038 masih menghadapi persoalan aturan rotasi konfederasi FIFA. Kebijakan tersebut mengatur jarak waktu bagi sebuah konfederasi untuk kembali menjadi tuan rumah.
Piala Dunia 2030 akan berlangsung di Spanyol, Portugal, dan Maroko. Dengan kondisi tersebut, Eropa secara teori baru memiliki peluang kembali menjadi tuan rumah pada 2042.
Situasi itu membuat pencalonan Prancis untuk 2038 menjadi cukup rumit. FIFA juga harus mempertimbangkan tuan rumah dari edisi sebelumnya agar pembagian wilayah tetap sesuai dengan sistem rotasi yang berlaku.
Meski demikian, peluang belum sepenuhnya tertutup. Jerman sebelumnya juga melihat adanya kemungkinan khusus karena situasi pencalonan Piala Dunia 2038 dianggap memiliki kondisi yang berbeda dari biasanya.
Peluang Prancis dan Jerman Masih Terbuka
Prancis tentu perlu memastikan seluruh aspek pendukung sebelum melangkah lebih jauh. Kesiapan stadion, transportasi, akomodasi, keamanan, serta dukungan pemerintah akan menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
Jika rencana bersama benar-benar berjalan, Prancis dan Jerman harus menyiapkan proposal yang kuat untuk meyakinkan FIFA. Pengalaman kedua negara dalam sepakbola internasional menjadi salah satu modal penting dalam rencana tersebut.
Untuk saat ini, gagasan Piala Dunia 2038 masih berada pada tahap pembicaraan. Namun, rencana Prancis menggandeng Jerman menunjukkan bahwa persiapan menjadi tuan rumah turnamen besar bisa dimulai jauh sebelum proses bidding resmi berlangsung.


