Arenabetting – Leandro Paredes memilih tidak memikirkan berbagai kritik yang datang kepadanya setelah Argentina gagal mempertahankan gelar Piala Dunia 2026. Gelandang Boca Juniors itu mengaku hanya fokus menjalankan tugasnya bersama Tim Tango selama turnamen berlangsung.
Argentina harus mengakhiri perjalanan di Piala Dunia 2026 dengan hasil pahit setelah kalah dari Spanyol pada partai final. Laga yang berlangsung di New York New Jersey Stadium, Amerika Serikat, berakhir dengan kemenangan Spanyol lewat gol Ferran Torres pada babak tambahan.
Performa Paredes di pertandingan tersebut menjadi sorotan banyak pihak. Gaya bermain kerasnya membuat pemain berusia 32 tahun itu mendapat banyak kritikan, terutama setelah beberapa kali melakukan pelanggaran yang dianggap terlalu agresif.
Paredes Jadi Sorotan di Final Piala Dunia
Dalam laga final melawan Spanyol, Paredes tampil dengan karakter permainan yang keras dan penuh tekanan. Ia bahkan sudah mendapatkan kartu kuning pada menit ke-52 setelah melakukan pelanggaran terhadap pemain lawan.
Meski tetap berada di lapangan hingga pertandingan selesai, sikap Paredes membuat sejumlah penggemar sepak bola memberikan kritik. Banyak yang menilai permainan kerasnya bisa merugikan Argentina dalam pertandingan penting tersebut.
Usai pertandingan, Paredes juga sempat terlibat keributan dengan pemain Spanyol, Eric Garcia dan Gavi. Momen tersebut semakin membuat namanya menjadi perbincangan setelah final Piala Dunia.
Namun, Paredes tetap tidak ingin larut dalam komentar negatif. Ia memilih mengabaikan berbagai pendapat yang muncul selama turnamen.
Tidak Peduli Komentar dari Luar Lapangan
Paredes menegaskan dirinya tidak mengikuti berbagai komentar yang membahas penampilannya maupun kontroversi selama Piala Dunia 2026. Ia merasa jika terlalu memikirkan opini orang lain, hal tersebut hanya akan mengganggu fokusnya.
Menurut Paredes, dirinya dan seluruh pemain Argentina sudah memberikan usaha terbaik sepanjang turnamen. Ia menilai perjalanan Tim Tango di Piala Dunia kali ini tetap menjadi pencapaian yang membanggakan.
Paredes mengatakan Argentina menjalani turnamen dengan sangat baik meskipun akhirnya gagal membawa pulang trofi juara. Baginya, perjuangan tim tetap harus dihargai.
Ia lebih memilih melihat sisi positif dari perjalanan Argentina yang sudah berlangsung selama beberapa tahun terakhir.
Akui Spanyol Memang Lebih Baik
Meski kecewa gagal menjadi juara, Paredes mengakui Spanyol memang tampil lebih baik di pertandingan final. Menurutnya, La Furia Roja pantas mendapatkan trofi setelah menunjukkan permainan yang lebih efektif.
Argentina kesulitan mengembangkan permainan menghadapi tekanan Spanyol. Gol Ferran Torres di babak tambahan akhirnya menjadi pembeda dan memastikan gelar juara jatuh ke tangan Spanyol.
Paredes juga memberikan penghormatan kepada rekan setimnya yang sudah berjuang sepanjang turnamen. Ia menyebut era Argentina dalam beberapa tahun terakhir sebagai periode yang sangat spesial.
Bagi Paredes, menjadi bagian dari perjalanan tersebut merupakan sebuah kebanggaan besar.
Fokus Menatap Masa Depan
Kegagalan di final Piala Dunia 2026 tidak membuat Paredes kehilangan rasa bangga terhadap Argentina. Ia tetap percaya timnya sudah memberikan yang terbaik untuk para pendukung.
Kini, Paredes mulai menatap perjalanan berikutnya bersama klub dan negaranya. Ia ingin terus memberikan kontribusi tanpa terlalu memikirkan suara negatif dari luar.
Dengan pengalaman panjang bersama Argentina, Paredes berharap bisa terus membantu tim meraih prestasi di masa depan.


