Komunitas Agen Bola, SBOBET, IBCBET, Prediksi Pasaran Bola & Casino Online Terbesar

Paolo Maldini Ungkap Alasan Pep Guardiola Tolak Timnas Italia

Arenabetting – Mantan Direktur Teknik Federasi Sepakbola Italia, Paolo Maldini, mengungkap alasan Pep Guardiola menolak tawaran untuk menangani Timnas Italia. Pelatih asal Spanyol itu ternyata sedang membutuhkan waktu untuk beristirahat setelah menjalani periode panjang bersama Manchester City.

Guardiola menjadi salah satu kandidat utama FIGC setelah Italia kembali gagal mencapai putaran final Piala Dunia 2026. Kegagalan tersebut menjadi yang ketiga secara beruntun bagi Gli Azzurri setelah sebelumnya juga tidak tampil pada Piala Dunia 2018 dan 2022.

Saat itu, Guardiola baru mengakhiri masa kerja selama 10 tahun bersama Manchester City. FIGC melihat kesempatan untuk memboyongnya ke Italia, tetapi sang pelatih memilih menolak karena kondisi fisik dan mentalnya belum siap kembali menjalani pekerjaan dengan tekanan besar.

Guardiola Butuh Waktu untuk Beristirahat

Maldini mengungkapkan bahwa FIGC memang sempat melakukan pembicaraan serius dengan Guardiola. Namun, kondisi sang pelatih membuat proses tersebut tidak berlanjut hingga tahap akhir.

Guardiola baru menyelesaikan perjalanan panjang di Premier League bersama Manchester City. Selama satu dekade, ia harus menghadapi jadwal padat, tuntutan tinggi, serta tekanan untuk mempertahankan prestasi klub.

Selain kelelahan akibat pekerjaannya, Guardiola juga sempat menjalani operasi punggung. Kondisi tersebut semakin memperkuat keinginannya untuk mengambil waktu istirahat sebelum menentukan langkah berikutnya.

Karena alasan itu, FIGC akhirnya harus mencari pilihan lain. Federasi Italia kemudian mengalihkan perhatian kepada mantan pelatih Juventus, Andrea Pirlo, untuk mengisi posisi yang kosong.

Rencana FIGC Hampir Berlanjut

Menurut Maldini, pendekatan kepada Guardiola bukan sekadar pembicaraan singkat. FIGC bahkan sudah mulai mempelajari kebutuhan skuad jika pelatih asal Spanyol itu menerima pekerjaan tersebut.

Pembahasan juga mencakup struktur pemain dari level usia muda hingga tim senior. Artinya, federasi Italia sudah menyiapkan gambaran yang cukup serius mengenai proyek jangka panjang bersama Guardiola.

Namun, keinginan Guardiola untuk beristirahat membuat rencana tersebut tidak bisa diteruskan. FIGC kemudian melanjutkan komunikasi dengan Pirlo sebagai kandidat berikutnya.

Kerja sama dengan Pirlo juga hampir terjadi. Akan tetapi, FIGC akhirnya mundur setelah muncul persoalan terkait peran Pirlo sebagai duta perusahaan taruhan olahraga Rusia.

Maldini Akhirnya Mundur dari FIGC

Perkembangan tersebut ikut memengaruhi posisi Maldini di FIGC. Ia akhirnya mundur bersama Leonardo yang juga berada dalam jajaran direktur federasi.

Maldini tetap mengungkap bahwa proses pencarian pelatih saat itu berjalan dengan komunikasi yang cukup intens. Presiden FIGC Giovanni Malago juga mendapatkan informasi mengenai perkembangan proses tersebut.

Situasi itu memperlihatkan betapa rumitnya usaha FIGC mencari pelatih baru setelah kegagalan Italia menuju Piala Dunia 2026. Guardiola menjadi target utama, tetapi kondisi pribadi membuatnya memilih jalan berbeda.

Kini, keputusan tersebut menjadi bagian dari cerita di balik pergantian pelatih Timnas Italia. Federasi akhirnya harus mencari sosok lain yang mampu membawa tim kembali ke jalur prestasi.

Roberto Mancini Jadi Pilihan Akhir

Pada akhirnya, FIGC memilih Roberto Mancini sebagai pelatih Timnas Italia. Mantan pelatih Inter Milan, Lazio, dan Manchester City itu kembali dipercaya menangani Gli Azzurri.

Mancini sebelumnya sudah pernah memimpin Italia pada periode 2008 hingga 2013. Dalam periode tersebut, ia berhasil membawa tim meraih gelar Piala Eropa 2020 setelah kembali menangani tim nasional untuk periode berikutnya.

Penunjukan Mancini menjadi akhir dari perjalanan panjang FIGC dalam mencari pelatih. Guardiola memang gagal diboyong, tetapi federasi berharap pengalaman Mancini bisa membantu Italia bangkit dan kembali tampil di turnamen besar.