Arenabetting – Manchester United kembali menghadapi masalah setelah hasil buruk di lapangan mulai memicu ketegangan di dalam klub. Situasi Setan Merah semakin sulit setelah mereka gagal meraih kemenangan dalam beberapa pertandingan terakhir.
Kekalahan 0-2 dari Atletico Madrid di Liga Champions, Rabu (14/10/2026) dini hari WIB, memperpanjang catatan negatif MU. Hasil tersebut membuat tim asuhan Michael Carrick itu belum menang dalam lima pertandingan terakhir di semua kompetisi.
Jika melihat perjalanan musim ini secara keseluruhan, performa Manchester United juga belum meyakinkan. Mereka baru mencatatkan dua kemenangan dari sembilan pertandingan. Hasil positif itu diraih saat menghadapi Ipswich Town dan Sabah, dua lawan yang memiliki pengalaman berbeda di kompetisi masing-masing.
Start Buruk MU Jauh dari Harapan
Catatan tersebut menjadi awal musim yang mengecewakan bagi Manchester United. Situasi ini terasa kontras dengan penampilan mereka pada musim sebelumnya, ketika Carrick berhasil membawa tim meraih hasil yang cukup menjanjikan.
Sepanjang musim lalu, MU mencatatkan 12 kemenangan dari 17 pertandingan. Performa itu membuat manajemen percaya kepada Carrick dan memberinya kontrak permanen untuk melanjutkan pekerjaannya sebagai pelatih.
Namun, kepercayaan tersebut belum terbayar pada awal musim 2026/2027. Manchester United justru kesulitan menjaga konsistensi dan belum mampu menemukan kembali performa yang membuat mereka tampil meyakinkan sebelumnya.
Rentetan hasil buruk itu mulai memengaruhi suasana di ruang ganti. Para pemain tentu menginginkan hasil yang lebih baik, tetapi kondisi tim saat ini belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang cukup kuat.
Lisandro Martinez Kritik Manajemen Klub
Ketidakpuasan pemain mulai terlihat secara terbuka setelah kekalahan dari Atletico Madrid. Bek tengah Lisandro Martinez melontarkan kritik kepada Direktur Teknik Jason Wilcox karena menilai manajemen belum memberikan dukungan yang cukup melalui perekrutan pemain.
Martinez menilai MU seharusnya memiliki skuad yang lebih kompetitif setelah menjalani musim sebelumnya dengan hasil positif. Menurutnya, klub perlu menambah kekuatan agar bisa bersaing dengan tim-tim lain yang juga aktif memperkuat komposisi pemain.
Ia juga menyoroti kualitas Atletico Madrid yang mampu tampil solid dalam pertandingan tersebut. Martinez mengakui lawannya pantas menang, tetapi hasil itu sekaligus memperlihatkan pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan Manchester United.
Kritik terhadap Wilcox menjadi sorotan karena disampaikan langsung di hadapan publik. Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa kekecewaan terhadap situasi klub tidak hanya datang dari luar, tetapi juga mulai muncul dari pemain yang berada di dalam tim.
MU Kembali Dihadapkan Masalah Internal
Pernyataan Martinez mengingatkan publik pada berbagai persoalan internal yang pernah menghantui Manchester United dalam beberapa musim terakhir. Ketika hasil pertandingan memburuk, hubungan antara pemain, pelatih, dan manajemen kerap ikut menjadi perhatian.
Pada era Erik ten Hag, klub sempat menghadapi sejumlah kontroversi yang melibatkan Cristiano Ronaldo, Jadon Sancho, dan Marcus Rashford. Persoalan tersebut membuat perhatian publik tidak hanya tertuju pada performa tim, tetapi juga pada hubungan para pemain dengan pihak klub.
Masalah serupa kembali mencuat ketika Alejandro Garnacho menjadi sorotan pada masa Ruben Amorim. Situasi itu kemudian diikuti ketegangan antara Amorim dan manajemen, yang semakin menambah tekanan terhadap klub.
Rentetan persoalan tersebut menunjukkan bahwa MU belum sepenuhnya lepas dari siklus konflik internal. Ketika performa di lapangan menurun, masalah di luar pertandingan berpotensi memperkeruh keadaan dan menghambat upaya tim untuk bangkit.
Carrick Punya Pekerjaan Besar
Bagi Carrick, tantangan saat ini bukan hanya mengembalikan performa Manchester United, tetapi juga menjaga agar situasi internal tidak semakin memburuk. Hasil pertandingan yang lebih baik menjadi kebutuhan mendesak untuk meredakan tekanan terhadap tim.
Manajemen pun menghadapi tuntutan untuk menjawab kritik yang muncul dari pemain. Evaluasi terhadap kekuatan skuad dan langkah klub ke depan berpotensi menjadi bagian penting dalam usaha memperbaiki keadaan.
Manchester United masih memiliki pekerjaan besar untuk keluar dari periode sulit ini. Jika hasil buruk terus berlanjut dan ketegangan internal semakin meluas, Setan Merah berisiko kembali terjebak dalam masalah lama yang selama ini sulit mereka tinggalkan.


