Situs Bola Online – Real Madrid kembali memasuki Liga Champions dengan target besar. Los Blancos belum mampu melangkah lebih jauh dari perempatfinal dalam dua musim terakhir, meski Kylian Mbappe sudah menjadi bagian penting dari lini serang mereka.
Hasil drawing Liga Champions 2026/2027 menempatkan Madrid dalam jalur yang cukup menarik. Mereka akan menghadapi Inter Milan, Arsenal, PSV, AS Roma, RB Leipzig, Shakhtar Donetsk, LASK, dan AEK Athens pada fase liga.
Kehadiran Mbappe juga menjadi sorotan karena Madrid belum berhasil menjadi juara sejak kedatangan striker Prancis tersebut. Bahkan, Paris Saint-Germain justru mampu meraih trofi Liga Champions dalam dua musim beruntun setelah Mbappe pergi.
Madrid Masih Terhambat di Liga Champions
Madrid hanya mampu mencapai perempatfinal dalam dua edisi terakhir Liga Champions. Padahal, Mbappe tampil produktif dan menjadi salah satu sumber gol utama tim sejak bergabung dari PSG.
Produktivitas tersebut ternyata belum cukup untuk membawa Madrid kembali mengangkat trofi Si Kuping Besar. Persoalan Madrid juga tidak hanya berada pada kemampuan mencetak gol, tetapi bagaimana tim menjaga keseimbangan ketika kehilangan bola.
Mbappe mendapat sorotan karena kontribusinya dalam melakukan tekanan kepada lawan dianggap belum maksimal. Kondisi tersebut membuatnya dinilai belum ideal sebagai pemain pertama yang memberikan tekanan dari lini depan.
Mourinho Datang dengan Pengalaman Besar
Situasi Madrid kini berbeda setelah Jose Mourinho mengambil alih kursi pelatih. Pelatih asal Portugal itu memiliki pengalaman panjang di kompetisi Eropa dan pernah membawa Porto serta Inter Milan menjadi juara Liga Champions.
Mourinho juga dikenal mampu menangani pemain dengan karakter besar. Kemampuan tersebut menjadi modal penting karena Madrid memiliki banyak pemain bintang yang harus disatukan dalam satu sistem permainan.
Hasil awal bersama Mourinho juga cukup menjanjikan. Madrid menjalani pramusim tanpa kekalahan dan kemudian meraih kemenangan dalam dua pertandingan pertama La Liga 2026/2027.
Start positif tersebut memberikan gambaran bahwa Mourinho mulai menemukan formula yang sesuai. Namun, tantangan sebenarnya baru akan terasa ketika Madrid menghadapi lawan-lawan kuat di Liga Champions.
Tantangan Madrid Tidak Hanya Mbappe
Madrid memiliki jadwal fase liga yang cukup berat karena harus menghadapi Inter Milan dan Arsenal. Kedua tim tersebut bisa menjadi ujian penting bagi kemampuan Mourinho dalam menyiapkan strategi melawan lawan dengan kualitas tinggi.
Di sisi lain, pertandingan melawan Roma, PSV, dan Leipzig juga tidak bisa dianggap mudah. Madrid harus menjaga konsistensi sejak awal agar tidak kehilangan posisi strategis dalam persaingan menuju fase gugur.
Mourinho juga dituntut memaksimalkan pemain lain di sekitar Mbappe. Madrid tidak boleh terlalu bergantung pada produktivitas sang penyerang karena lawan-lawan besar akan berusaha memutus suplai bola kepadanya.
Jika keseimbangan tim berhasil dibangun, Madrid punya peluang besar untuk kembali menjadi kandidat juara. Pengalaman Mourinho dapat menjadi pembeda dalam pertandingan dengan tekanan tinggi.
Misi Mengembalikan Madrid ke Puncak
Madrid merupakan klub tersukses dalam sejarah Liga Champions dengan koleksi 15 trofi. Karena itu, kegagalan dalam dua musim terakhir tentu belum memenuhi standar yang biasa mereka tetapkan.
Mourinho kini memiliki tugas membawa Madrid kembali ke jalur perebutan gelar. Pengalaman, kualitas skuad, serta performa awal musim menjadi modal penting untuk mewujudkan target tersebut.
Jika Mourinho mampu membuat lini depan bekerja lebih agresif dan menjaga keseimbangan tim, peluang Madrid mengakhiri penantian gelar semakin terbuka. Musim ini bisa menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa kedatangan Mbappe bukan kutukan, melainkan awal era baru Los Blancos.


