Arenaabetting – Argentina akan memasuki era baru setelah Lionel Messi memutuskan pensiun dari sepak bola internasional. Meski kehilangan pemain paling berpengaruh dalam perjalanan Tim Tango selama bertahun-tahun, Lionel Scaloni memastikan identitas permainan tim tidak akan ikut berubah.
Messi dijadwalkan menjalani laga perpisahan bersama Argentina saat menghadapi Benin di Estadio Monumental pada 6 Oktober 2026. Pertandingan tersebut menjadi penampilan terakhirnya setelah memperkuat tim senior sejak 2005.
Selama membela Argentina, Messi tampil dalam 207 pertandingan dan mencetak 125 gol. Ia juga menjadi bagian penting ketika Tim Tango meraih dua trofi Copa America serta satu gelar Piala Dunia.
Scaloni Pertahankan Identitas Argentina
Kepergian Messi jelas menjadi kehilangan besar bagi Argentina. Pengaruh pemain berusia 39 tahun itu tidak hanya terasa ketika pertandingan berlangsung, tetapi juga dalam kehidupan tim di ruang ganti.
Scaloni memahami bahwa Argentina tidak akan mudah mencari sosok dengan kemampuan dan pengaruh seperti Messi. Meski begitu, pelatih tersebut tidak ingin perubahan besar terjadi pada pola permainan yang sudah dibangun selama beberapa tahun.
Argentina tetap akan mengandalkan penguasaan bola sebagai salah satu dasar permainan. Sirkulasi operan pendek dan pergerakan menuju area pertahanan lawan juga akan terus menjadi bagian dari pendekatan mereka.
Menurut Scaloni, cara bermain tersebut merupakan identitas Argentina. Karena itu, absennya Messi tidak dianggap sebagai alasan untuk mengubah prinsip yang sudah menjadi bagian penting dari permainan Tim Tango.
Pemain Muda Jadi Harapan Baru
Setelah Messi pergi, perhatian akan tertuju kepada para pemain lain yang berpotensi mengambil peran lebih besar. Scaloni juga mulai mempersiapkan generasi berikutnya untuk melanjutkan gaya bermain Argentina.
Beberapa pemain muda mendapatkan kesempatan masuk ke dalam tim. Mereka diharapkan bisa segera memahami pola permainan yang diterapkan Scaloni sehingga transisi setelah era Messi berjalan dengan lebih lancar.
Tantangan terbesar bagi para pemain baru adalah menyesuaikan diri dengan tuntutan permainan Argentina. Mereka tidak hanya dituntut memiliki kemampuan individu, tetapi juga harus memahami bagaimana tim menjaga penguasaan bola dan membangun serangan.
Scaloni ingin para pemain muda tersebut mengerti bahwa gaya permainan Argentina tidak bergantung pada satu orang. Sistem yang sudah terbentuk harus tetap berjalan meski figur terbesar dalam tim telah pergi.
Argentina Hadapi Era Tanpa Messi
Laga melawan Benin akan menjadi momen penting bagi Argentina. Pertandingan di Estadio Monumental tersebut memberikan kesempatan bagi Messi untuk mengucapkan salam perpisahan kepada tim nasional yang sudah ia bela sejak usia 18 tahun.
Setelah pertandingan itu, Argentina harus benar-benar menjalani fase baru tanpa pemain yang selama ini menjadi tumpuan utama. Perubahan komposisi pemain pun menjadi tantangan yang harus dihadapi Scaloni.
Namun, sang pelatih tidak ingin Argentina kehilangan ciri khasnya. Ia memilih mempertahankan pola permainan yang selama ini dikembangkan dan memberikan kesempatan kepada pemain baru untuk berkembang di dalam sistem tersebut.
Keputusan itu menunjukkan keyakinan Scaloni terhadap fondasi tim yang sudah terbentuk. Argentina diharapkan tetap tampil dengan karakter yang sama, meski sosok yang selama ini menjadi pusat perhatian sudah tidak berada di lapangan.
Tantangan Besar untuk Scaloni
Mempertahankan gaya bermain tanpa Messi tentu bukan pekerjaan mudah. Argentina kehilangan pemain yang memiliki peran besar dalam membangun serangan sekaligus memberikan pengaruh kuat kepada rekan-rekannya.
Scaloni kini harus menemukan cara agar pemain lain mampu mengisi ruang yang ditinggalkan Messi secara kolektif. Para pemain muda akan menjadi bagian penting dari proses tersebut.
Era baru Argentina pun segera dimulai. Tanpa Messi, Tim Tango tetap ingin memainkan sepak bola dengan penguasaan bola, operan pendek, serta pergerakan agresif menuju gawang seperti yang selama ini menjadi ciri mereka.


