Arenabetting – Juventus harus menelan kekalahan menyakitkan saat menghadapi Fiorentina pada pekan ke-37 Serie A. Bermain di Allianz Stadium, Bianconeri tumbang dengan skor 0-2 di depan pendukung sendiri.
Hasil tersebut menjadi pukulan besar bagi Juventus yang sedang berjuang mengamankan tiket Liga Champions musim depan. Kekalahan itu juga membuat posisi mereka langsung tergeser dari empat besar klasemen sementara Liga Italia.
Pelatih Luciano Spalletti tidak menutupi rasa kecewanya setelah pertandingan. Ia bahkan secara terbuka mengakui performa Juventus tampil buruk dalam banyak aspek permainan.
Juventus Kehilangan Momentum di Kandang
Juventus sebenarnya menjalani laga dengan tekanan besar karena membutuhkan kemenangan untuk menjaga posisi di zona Liga Champions. Namun permainan Bianconeri justru terlihat kurang meyakinkan sejak awal laga.
Fiorentina mampu memanfaatkan situasi dengan sangat baik. Tim tamu membuka keunggulan pada menit ke-34 melalui tembakan tepat sasaran pertama mereka di pertandingan tersebut.
Data Opta menunjukkan Juventus sudah kebobolan 16 kali musim ini lewat tembakan on target pertama lawan di Serie A. Statistik itu memperlihatkan rapuhnya konsentrasi lini belakang Si Nyonya Tua.
Setelah tertinggal, Juventus gagal memberikan respons yang cukup agresif. Atmosfer di Allianz Stadium pun perlahan berubah menjadi penuh tekanan dan frustrasi.
Spalletti Langsung Introspeksi
Usai pertandingan, Luciano Spalletti memilih mengambil tanggung jawab atas hasil buruk tersebut. Ia menilai dirinya harus lebih dulu mengevaluasi pekerjaannya sebelum menyalahkan para pemain.
Menurut mantan pelatih Napoli itu, jika performa tim hanya mampu tampil seperti ini, maka ada sesuatu yang perlu diperbaiki dari arah permainan yang ia bangun.
Spalletti juga mengakui Juventus kalah dalam banyak duel penting sepanjang pertandingan. Situasi itu membuat Fiorentina mampu mengontrol jalannya laga dengan lebih nyaman.
Selain itu, ia menilai timnya gagal membangun energi positif di stadion. Juventus terlihat kehilangan intensitas yang biasanya menjadi kekuatan utama mereka saat bermain di kandang.
Posisi Juventus Kini Makin Sulit
Kekalahan dari Fiorentina membuat Juventus turun ke posisi keenam klasemen sementara Serie A dengan koleksi 68 poin. Peluang lolos ke Liga Champions kini menjadi jauh lebih rumit.
Bianconeri tertinggal dua angka dari zona empat besar dengan hanya satu pertandingan tersisa. Kondisi tersebut membuat nasib Juventus tidak lagi sepenuhnya berada di tangan mereka sendiri.
Pada pekan terakhir nanti, Juventus akan menghadapi rival sekota mereka, Torino. Derby Turin dipastikan berlangsung dengan tekanan yang sangat tinggi.
Tidak hanya wajib menang, Juventus juga harus berharap AC Milan, AS Roma, dan Como gagal meraih kemenangan.
Tekanan Besar Menghampiri Bianconeri
Situasi yang dialami Juventus membuat tekanan terhadap Luciano Spalletti semakin besar menjelang akhir musim. Para pendukung mulai mempertanyakan konsistensi tim dalam laga-laga penting.
Padahal sebelumnya Juventus sempat berada dalam posisi cukup aman untuk finis di empat besar. Namun hasil buruk dalam beberapa pekan terakhir membuat mereka kehilangan momentum.
Beberapa pemain muda seperti Kenan Yıldız juga terlihat kesulitan tampil maksimal di tengah tekanan besar yang menghampiri tim.
Kini Juventus hanya bisa fokus memenangkan laga terakhir sambil berharap hasil dari tim lain berpihak kepada mereka. Jika gagal lolos ke Liga Champions, musim ini akan menjadi salah satu periode paling mengecewakan bagi Bianconeri.


