Arenabetting – Liverpool berhasil mengalahkan Villarreal dengan skor 4-3 dalam lanjutan fase liga Liga Champions 2026/2027. Meski meraih kemenangan melalui comeback dramatis di Anfield, manajer Andoni Iraola belum sepenuhnya puas karena timnya masih kesulitan menjaga keunggulan saat pertandingan berlangsung.
Liverpool sempat tertinggal dua gol lebih dahulu melalui Georges Mikautadze dan Sergi Cardona. The Reds kemudian bangkit lewat Alexis Mac Allister, Ronald Araujo, gol kedua Mac Allister, serta Florian Wirtz sebelum Villarreal memperkecil ketertinggalan melalui Tani Oluwaseyi pada menit ke-87.
Hasil tersebut menjaga catatan sempurna Liverpool di Liga Champions musim ini dengan tiga kemenangan dari tiga pertandingan. Namun, kebiasaan kehilangan konsentrasi ketika unggul menjadi persoalan yang perlu segera dibenahi agar mereka tidak terus memberikan kesempatan kepada lawan untuk bangkit.
Liverpool Kembali Kehilangan Kendali Saat Unggul
Kemenangan atas Villarreal memperlihatkan dua sisi permainan Liverpool. Mereka mampu menunjukkan karakter kuat ketika tertinggal, tetapi justru terlihat kurang meyakinkan setelah berhasil membalikkan keadaan dan membangun keunggulan dua gol.
Setelah mencetak gol keempat melalui Florian Wirtz, Liverpool seharusnya bisa mengendalikan pertandingan dengan lebih tenang. Namun, tim tuan rumah gagal sepenuhnya meredam serangan Villarreal dan kembali kebobolan menjelang akhir laga.
Gol Tani Oluwaseyi pada menit ke-87 membuat keunggulan Liverpool menipis menjadi 4-3. Situasi itu memaksa The Reds menjaga pertahanan hingga peluit akhir, padahal mereka sempat memiliki jarak skor yang cukup nyaman untuk mengamankan kemenangan lebih awal.
Masalah Serupa Terjadi dalam Beberapa Pertandingan
Kesulitan mempertahankan keunggulan bukan pertama kalinya dialami Liverpool musim ini. Pada pertandingan sebelumnya melawan LASK, The Reds sempat kebobolan dua gol ketika sudah memimpin dengan skor 6-1, sehingga kembali memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi permainan mereka.
Situasi serupa juga terlihat ketika Liverpool menghadapi Tottenham Hotspur di Carabao Cup. Meski akhirnya menang 3-1 dan berhasil melaju, mereka sempat dibuat ketar-ketir setelah kebobolan saat sedang unggul dua gol.
Rangkaian pertandingan tersebut menunjukkan bahwa Liverpool masih memiliki pekerjaan rumah dalam mengelola situasi ketika berada di depan. Keunggulan skor seharusnya membantu tim bermain lebih terkontrol, bukan membuat para pemain kehilangan kewaspadaan terhadap ancaman lawan.
Iraola Soroti Kebiasaan Pemain Terlalu Rileks
Iraola mengakui Liverpool tampil lebih baik pada babak kedua setelah Villarreal menguasai sejumlah momen penting pada paruh pertama. Menurutnya, tim mampu menunjukkan permainan yang bagus ketika berada dalam tekanan, tetapi mulai melakukan banyak kesalahan ketika merasa situasi sudah lebih aman.
Manajer tersebut menilai Liverpool tidak boleh mengendurkan intensitas hanya karena berhasil unggul. Menghadapi lawan berkualitas, sedikit kehilangan fokus bisa membuka ruang bagi tim lawan untuk menciptakan peluang dan mengubah jalannya pertandingan.
Meski menyampaikan kritik, Iraola tetap menghargai hasil yang diraih Liverpool. Kemenangan comeback tersebut menunjukkan semangat juang tim, tetapi ia juga menyadari bahwa kebiasaan kebobolan saat unggul mulai menjadi masalah yang perlu mendapat perhatian serius.
Liverpool Harus Lebih Konsisten Menjaga Keunggulan
Liverpool kini perlu memperbaiki cara mereka mengendalikan pertandingan setelah berhasil mencetak gol. Para pemain harus tetap menjaga konsentrasi, disiplin dalam bertahan, serta mengurangi kesalahan penguasaan bola yang dapat dimanfaatkan lawan untuk melancarkan serangan balik.
Kemampuan bangkit ketika tertinggal memang menjadi nilai positif bagi The Reds. Namun, tim yang ingin bersaing di level tertinggi tidak cukup hanya mengandalkan mentalitas comeback karena mempertahankan keunggulan juga menjadi bagian penting dalam meraih kemenangan secara konsisten.
Tiga kemenangan dari tiga pertandingan membuat posisi Liverpool di Liga Champions tetap menjanjikan. Meski begitu, pertandingan melawan Villarreal menjadi pengingat bahwa hasil positif tidak selalu berarti seluruh masalah sudah terselesaikan. Jika ingin menjaga momentum, Liverpool harus belajar bermain lebih tenang tanpa kehilangan kewaspadaan ketika sedang memimpin.


