Komunitas Agen Bola, SBOBET, IBCBET, Prediksi Pasaran Bola & Casino Online Terbesar

Lazio Hancurkan Juventus 3-0, Bianconeri Tak Berdaya di Turin

Arenabetting – Juventus harus menelan kekalahan telak saat menjamu Lazio dalam lanjutan Liga Italia. Bermain di Allianz Stadium, Senin (19/10/2026) dini hari WIB, Bianconeri menyerah dengan skor 0-3 setelah gagal membendung serangan tim tamu sepanjang pertandingan.

Lazio membuka keunggulan melalui Oliver Provstgaard pada babak pertama. Setelah jeda, Gustav Isaksen memperbesar jarak sebelum Fisayo Dele-Bashiru memastikan kemenangan tim tamu lewat gol menjelang pertandingan berakhir. Juventus kesulitan memberikan respons meski berusaha meningkatkan tekanan.

Hasil ini membuat Juventus tertahan di posisi kedelapan klasemen dengan koleksi 11 poin. Sementara itu, Lazio menempati peringkat kedua dengan 19 poin, hanya kalah selisih gol dari Inter Milan yang berada di puncak. Kemenangan ini memperkuat posisi Lazio dalam persaingan papan atas.

Juventus Kesulitan Menembus Pertahanan Lazio

Juventus mencoba mengambil inisiatif permainan sejak awal, tetapi peluang berbahaya sulit tercipta. Dalam 20 menit pertama, hanya ada satu percobaan yang mengarah pada upaya menyerang, yakni tembakan Kerim Alajbegovic dari luar kotak penalti pada menit keempat.

Minimnya peluang membuat Bianconeri kesulitan menekan pertahanan Lazio. Aliran serangan tuan rumah belum menghasilkan penyelesaian yang efektif sehingga penjagaan tim tamu tetap mampu meredam ancaman.

Lazio kemudian memanfaatkan kesempatan dari situasi bola mati untuk memecah kebuntuan. Gol tersebut mengubah jalannya pertandingan dan membuat Juventus harus mengejar ketertinggalan sebelum turun minum.

Oliver Provstgaard Buka Keunggulan Lazio

Lazio berhasil mencetak gol pertama pada menit ke-37 melalui Oliver Provstgaard. Bek tersebut menyambut sepak pojok dengan sundulan yang menembus pertahanan Juventus dan membawa tim tamu unggul 1-0.

Gol itu membuat Juventus berada dalam tekanan karena mereka belum mampu menciptakan banyak peluang sebelumnya. Tuan rumah perlu meningkatkan intensitas serangan untuk mencari gol penyeimbang sebelum babak pertama berakhir.

Lazio hampir menggandakan keunggulan menjelang turun minum. Nuno Tavares melepaskan tembakan yang sempat mengenai pemain Juventus, tetapi Guglielmo Vicario melakukan penyelamatan untuk menggagalkan peluang tersebut.

Juventus memasuki babak kedua dengan harapan memperbaiki keadaan. Namun, peluang yang didapatkan tuan rumah belum cukup untuk mengubah skor dan Lazio tetap mampu mempertahankan keunggulannya.

Gustav Isaksen dan Dele-Bashiru Tambah Penderitaan Juventus

Juventus memperoleh kesempatan menyamakan kedudukan melalui serangan balik pada menit ke-54. Nick Woltemade berada dalam posisi untuk menyelesaikan peluang, tetapi tembakannya gagal menghasilkan gol sehingga skor tetap 1-0 untuk Lazio.

Enam menit kemudian, Lazio kembali menunjukkan efektivitas serangannya. Gustav Isaksen bergerak dari sisi kiri pertahanan Juventus, melakukan tusukan, kemudian melepaskan tembakan ke tiang jauh yang membawa tim tamu unggul 2-0 pada menit ke-66.

Tertinggal dua gol, Juventus mencoba mempercepat aliran bola dan meningkatkan tekanan. Namun, upaya Bianconeri belum mampu menembus pertahanan Lazio yang tetap disiplin menjaga keunggulan hingga memasuki penghujung pertandingan.

Lazio justru menutup kemenangan dengan gol ketiga pada menit ke-89. Fisayo Dele-Bashiru berhasil membobol gawang Juventus dan mengubah kedudukan menjadi 3-0, sekaligus memupus peluang tuan rumah untuk menyelamatkan hasil di kandang sendiri.

Lazio Tempel Inter Milan di Puncak Klasemen

Hingga peluit akhir dibunyikan, Juventus tidak mampu mencetak gol balasan. Kekalahan tiga gol tanpa balas menjadi hasil mengecewakan bagi Bianconeri, terutama karena pertandingan berlangsung di Allianz Stadium di hadapan pendukung mereka sendiri.

Tambahan tiga poin membawa Lazio mengoleksi 19 poin dan menempati posisi kedua klasemen Liga Italia. Mereka hanya kalah selisih gol dari Inter Milan yang masih memimpin persaingan di puncak klasemen.

Sebaliknya, Juventus tertahan di peringkat kedelapan dengan 11 poin. Hasil ini memperlihatkan perbedaan efektivitas kedua tim dalam memanfaatkan peluang, sementara Bianconeri perlu memperbaiki produktivitas serangan untuk kembali bersaing di papan atas.