Arenaabetting – Senne Lammens kembali berada dalam sorotan setelah kualitasnya sebagai penjaga gawang Manchester United mulai dipertanyakan. Situasi tersebut muncul setelah performa Setan Merah pada awal musim belum sesuai harapan.
Kiper berusia 24 tahun itu memilih tidak terlalu memikirkan berbagai komentar negatif yang datang kepadanya. Lammens merasa kekuatan mental dan rasa percaya diri menjadi modal penting untuk tetap tampil maksimal bersama MU.
Tekanan semakin besar karena Manchester United akan kembali bertanding setelah jeda internasional. Lammens diperkirakan kembali menjadi pilihan di bawah mistar saat timnya menghadapi Tottenham Hotspur dalam lanjutan Liga Inggris.
Performa Lammens Mulai Mendapat Sorotan
Lammens bergabung dengan Manchester United dari Royal Antwerp pada musim panas tahun lalu. Pada musim debutnya, penampilannya sempat mendapatkan banyak apresiasi berkat kontribusinya dalam menghentikan peluang lawan.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa Lammens mampu memberikan dampak positif sejak awal berada di Old Trafford. Ia tercatat mencegah potensi 4,4 gol lawan, hanya kalah dari Gianluigi Donnarumma milik Manchester City yang mencatat angka 5,8.
Namun, situasi berubah ketika MU mengawali musim ini dengan hasil yang kurang meyakinkan. Lammens sudah kemasukan delapan gol dalam lima pertandingan pertama Liga Inggris, sehingga posisinya mulai kembali dipertanyakan.
Scholes Masih Meragukan Kualitas Lammens
Legenda Manchester United, Paul Scholes, menjadi salah satu pihak yang memberikan perhatian terhadap posisi penjaga gawang. Ia menilai tim yang ingin memenangkan Premier League membutuhkan sosok kiper dengan kualitas sangat tinggi.
Scholes juga belum sepenuhnya yakin Lammens mampu menjadi solusi jangka panjang untuk MU. Menurutnya, pengalaman klub-klub besar menunjukkan betapa pentingnya memiliki penjaga gawang yang bisa tampil konsisten dalam pertandingan penting.
Ia mencontohkan beberapa kiper hebat yang pernah atau masih menjadi bagian dari klub papan atas. Alisson di Liverpool, David Raya di Arsenal, serta nama seperti Peter Schmeichel dan Edwin van der Sar di Manchester United menjadi gambaran standar yang dimaksud.
Komentar tersebut tentu menjadi tekanan tambahan bagi Lammens. Namun, sang kiper tidak ingin mengubah karakter hanya karena kini bermain untuk klub sebesar Manchester United.
Lammens Pilih Fokus pada Mental
Lammens menyadari bermain untuk Manchester United membuat setiap penampilannya mendapatkan perhatian besar. Karena itu, ia merasa pemain harus memiliki mental kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai penilaian dari luar.
Kepercayaan diri juga menjadi bagian penting yang ingin terus dijaga Lammens. Ia memahami bahwa komentar mengenai performa merupakan sesuatu yang sulit dihindari ketika bermain di level tertinggi.
Meski mendapat kritik, Lammens tetap berusaha mempertahankan sikap dan gaya bermainnya. Ia tidak ingin penilaian dari orang lain membuat dirinya kehilangan karakter yang selama ini menjadi bagian dari permainannya.
Tekanan tersebut kemungkinan kembali terasa ketika Liga Inggris bergulir lagi. Pertandingan melawan Tottenham Hotspur akan menjadi kesempatan bagi Lammens untuk menjawab keraguan melalui penampilannya di lapangan.
Lammens Bersiap Hadapi Tottenham
Manchester United dijadwalkan menjamu Tottenham Hotspur pada 10 Oktober setelah jeda internasional berakhir. Laga tersebut akan menjadi ujian berikutnya bagi Lammens sekaligus kesempatan untuk memperbaiki kesan dari awal musim.
Kiper asal Belgia itu tentu membutuhkan konsistensi jika ingin mengamankan posisinya sebagai pilihan utama. Delapan gol dari lima laga menjadi catatan yang perlu diperbaiki bersama pertahanan MU.
Meski kritik terus berdatangan, Lammens memilih menghadapi tekanan dengan mental kuat dan kepercayaan diri. Performa saat melawan Tottenham nantinya bisa menjadi langkah penting dalam membuktikan bahwa dirinya masih layak menjadi bagian dari rencana jangka panjang Manchester United.


