Arenabetting – Klub-klub Premier League mulai mempertimbangkan langkah hukum terhadap Manchester City setelah panel independen menyatakan klub tersebut bersalah dalam 114 kasus pelanggaran finansial. Putusan ini membuka kemungkinan adanya tuntutan kompensasi dari klub lain yang dirugikan.
City sebelumnya menghadapi 115 dakwaan yang diajukan Premier League sejak Februari 2023. Pada September 2026, panel independen memutuskan hanya satu perkara yang gugur, sedangkan 114 lainnya tetap dinyatakan berlaku.
Meski begitu, tuntutan hukum dari klub lain belum bisa langsung berjalan. City diyakini akan mengajukan banding sehingga proses perkara harus melewati tahapan berikutnya sebelum klub lain dapat mengambil langkah lebih jauh.
Klub Premier League Mulai Siapkan Langkah Hukum
Klub Premier League sudah mendapat pemberitahuan resmi mengenai hasil putusan panel independen. Mereka sebelumnya telah berkomunikasi dengan firma hukum untuk mengetahui kemungkinan tuntutan yang dapat diajukan terhadap City.
Pembahasan mengenai kompensasi kini semakin serius setelah putusan keluar. Penasihat hukum menilai klub yang mengalami kerugian berpotensi meminta ganti rugi jika pelanggaran City akhirnya tetap berlaku setelah proses hukum selesai.
Namun, langkah tersebut menunggu perkembangan banding. City tetap memiliki kesempatan untuk melawan putusan dan mempertahankan posisi mereka dalam perkara yang telah berjalan selama bertahun-tahun.
Jika proses banding selesai dan putusan bersalah tetap bertahan, klub lain dapat memiliki dasar lebih kuat untuk mempertimbangkan tuntutan. Mereka perlu menghitung kerugian yang dianggap muncul akibat pelanggaran finansial City.
Kasus Everton Jadi Perhatian
Rencana tersebut juga berkaitan dengan preseden yang muncul dari perkara lain di Premier League. Pada Juni lalu, Everton dinyatakan melanggar Profitability and Sustainability Rules atau PSR pada musim 2021-22.
Everton kemudian diwajibkan membayar 35,1 juta pound kepada Burnley. Pada musim tersebut, Burnley terdegradasi dari Premier League, sedangkan Everton bertahan dengan keunggulan empat poin.
Perkara itu menjadi acuan karena pelanggaran PSR Everton dinilai memberikan keuntungan tidak langsung terhadap posisi klub di lapangan. Kondisi tersebut membuka pembahasan mengenai kemungkinan kompensasi bagi pihak yang merasa dirugikan.
Situasi serupa kini berpotensi muncul dalam perkara City. Klub yang berada di belakang City selama periode 2009-2018 dapat menghitung apakah mereka seharusnya memperoleh posisi lebih tinggi dan pemasukan yang lebih besar.
Potensi Kerugian Klub Lain
Jika tuntutan diajukan, klub yang merasa dirugikan perlu menunjukkan hubungan antara pelanggaran City dan kerugian yang mereka alami. Perhitungan tersebut dapat berkaitan dengan posisi klasemen, hadiah kompetisi, hingga pemasukan komersial.
City meraih tiga gelar Premier League dalam periode 2009-2018 yang diperiksa. Karena itu, perubahan hasil kompetisi atau posisi klasemen berpotensi memiliki dampak finansial terhadap klub lain.
Klub lain perlu menunggu kepastian hukum sebelum menentukan langkah. Banding City dapat memengaruhi dasar yang digunakan untuk mengajukan tuntutan kompensasi.
Dengan proses yang berjalan, belum ada kepastian mengenai klub mana yang akan membawa City ke jalur hukum. Diskusi internal dan konsultasi dengan pengacara menjadi tahap awal sebelum tuntutan dibuat.
City Tetap Bantah Bersalah
Manchester City tetap mempertahankan sikap bahwa perkara tersebut belum selesai. Klub juga menegaskan bahwa mereka menghormati proses yang telah berjalan selama bertahun-tahun.
Pihak City menyatakan proses dengan Premier League masih berlangsung dan terdapat sejumlah aspek penting yang belum diselesaikan. Karena itu, klub memilih mempertahankan posisi yang telah mereka sampaikan sejak awal perkara pada 2023.
City juga menegaskan keyakinannya terhadap proses yang dilakukan oleh Premier League. Mereka berharap regulator menjalankan tugas secara independen, tidak memihak, dan adil selama perkara berlangsung.
Untuk saat ini, klub-klub Premier League harus menunggu hasil banding sebelum menentukan langkah hukum berikutnya. Jika putusan bersalah bertahan, tuntutan kompensasi terhadap City berpotensi menjadi babak baru dari kasus finansial yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun.


