Arenabetting – Juventus harus menerima kekalahan menyakitkan saat bertandang ke markas Sassuolo dalam lanjutan Serie A. Sempat menyamakan skor pada masa injury time, Bianconeri justru kebobolan lagi beberapa menit kemudian dan pulang tanpa membawa poin.
Pertandingan Sassuolo kontra Juventus di Mapei Stadium, Senin (14/9/2026) dini hari WIB, berlangsung sengit hingga akhir laga. Kedua tim saling mencetak gol sebelum Sassuolo akhirnya mengunci kemenangan dengan skor 3-2.
Yang membuat kekalahan Juventus terasa semakin pahit adalah pencetak gol penentu kemenangan Sassuolo. Vasilije Adzic, pemain yang masih menjadi bagian dari Juventus, menjadi sosok yang menghukum klub pemiliknya pada menit-menit terakhir.
Juventus Gagal Menjaga Momentum
Juventus berada dalam situasi sulit setelah tertinggal 1-2 hingga mendekati akhir pertandingan. Namun, Edon Zhegrova berhasil mencetak gol pada menit ke-90+1 untuk mengubah kedudukan menjadi 2-2.
Gol tersebut sempat memberikan harapan bagi Juventus untuk membalikkan keadaan. Para pemain Bianconeri kemudian mencoba meningkatkan tekanan demi mencari gol ketiga sebelum pertandingan berakhir.
Namun, keinginan menyerang justru membuat keseimbangan tim terganggu. Juventus meninggalkan ruang besar di lini belakang ketika banyak pemain bergerak ke depan.
Adzic Jadi Mimpi Buruk Juventus
Sassuolo memanfaatkan celah tersebut melalui serangan balik cepat. Pada menit ke-90+4, Adzic berhasil mencetak gol yang memastikan kemenangan tuan rumah dengan skor 3-2.
Adzic tidak melakukan selebrasi berlebihan setelah mencetak gol. Sikap tersebut cukup wajar karena gelandang berusia 20 tahun itu masih berstatus sebagai pemain Juventus.
Adzic baru bergabung dengan Sassuolo melalui skema peminjaman pada bursa transfer musim panas lalu. Ia kemudian mendapatkan kesempatan menghadapi klub yang masih memiliki kontraknya.
Gol tersebut menjadi momen yang sangat mengejutkan bagi Juventus. Setelah berhasil menyamakan skor, mereka justru kembali tertinggal akibat serangan yang lahir dari ruang kosong di pertahanan sendiri.
Vicario Soroti Pertahanan Juventus
Kiper Juventus, Guglielmo Vicario, terlihat kecewa setelah pertandingan berakhir. Ia menilai timnya terlalu kehilangan keseimbangan ketika berusaha mencari gol kemenangan.
Vicario memahami keinginan Juventus untuk terus menyerang. Sebagai salah satu klub besar Italia, Bianconeri memang selalu dituntut untuk mengejar kemenangan dalam setiap pertandingan.
Namun, kiper tersebut merasa keinginan menyerang tetap harus dibarengi organisasi pertahanan yang baik. Juventus tidak boleh memberikan ruang besar kepada lawan, terutama ketika pertandingan sudah memasuki menit-menit akhir.
Kekalahan dari Sassuolo menjadi bukti bahwa Juventus perlu lebih tenang dalam mengambil keputusan. Tim memiliki kualitas untuk menciptakan peluang, tetapi keseimbangan tetap menjadi hal penting ketika pertandingan berjalan ketat.
Kekalahan yang Harus Jadi Pelajaran
Hasil di Mapei Stadium menjadi pukulan bagi Juventus karena mereka sebenarnya berhasil menghindari kekalahan setelah mencetak gol penyama pada menit ke-90+1.
Namun, kesempatan tersebut hilang hanya beberapa menit kemudian. Sassuolo memanfaatkan kelengahan pertahanan Juventus dan mencetak gol penentu melalui pemain yang justru masih terikat kontrak dengan Bianconeri.
Kejadian tersebut menjadi pelajaran penting bagi Juventus agar tidak terlalu terbuka ketika mengejar kemenangan. Menyerang memang menjadi bagian dari karakter tim, tetapi pertahanan tetap harus mendapatkan perhatian.
Sassuolo akhirnya meraih kemenangan dramatis 3-2, sementara Juventus harus pulang dengan kekecewaan besar setelah kehilangan poin akibat gol pada detik-detik terakhir pertandingan.


