Komunitas Agen Bola, SBOBET, IBCBET, Prediksi Pasaran Bola & Casino Online Terbesar

Italia Ingin Move On dari Kegagalan di Piala Dunia, Era Baru Dimulai Bersama Mancini

Arenabetting – Italia bersiap membuka lembaran baru setelah kegagalan pahit menuju Piala Dunia 2026. Gli Azzurri memilih tidak terus terjebak dalam kenangan kekalahan dari Bosnia-Herzegovina dan kini mengarahkan perhatian pada upaya membangun kembali tim.

Roberto Mancini kembali dipercaya menangani Italia dan akan memulai periode keduanya bersama skuad tersebut. Laga melawan Belgia di Olimpico pada Sabtu (26/9/2026) pukul 01.45 WIB menjadi pertandingan pertama dalam era baru tersebut.

Kapten Gianluigi Donnarumma menegaskan bahwa Italia ingin membuat suporter kembali bangga. Dengan banyak pemain muda di dalam skuad, mereka berharap bisa menghadirkan permainan agresif dan proaktif. Semangat itu ingin mereka tunjukkan sejak laga pertama.

Pengalaman Pahit di Playoff Piala Dunia

Kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026 masih menjadi pengalaman berat bagi Italia. Mereka tersingkir setelah kalah dalam adu penalti dari Bosnia-Herzegovina pada playoff Maret lalu. Hasil itu meninggalkan kekecewaan besar karena harapan tampil di turnamen tersebut kembali pupus.

Kekalahan tersebut membuat Italia kembali absen dari turnamen sepakbola terbesar dunia. Ini menjadi kegagalan ketiga secara beruntun setelah mereka juga tidak tampil pada Piala Dunia 2018 dan 2022.

Donnarumma mengakui periode setelah kekalahan itu terasa sangat panjang dan sulit. Namun, menurutnya, Italia tidak bisa terus berhenti pada kegagalan tersebut karena tim harus segera memulai perjalanan baru.

Karena itu, pembahasan mengenai Bosnia kini tidak lagi menjadi bagian dari fokus tim. Donnarumma menilai rasa sakit dari kejadian tersebut masih terlalu besar untuk kembali dibicarakan secara mendalam.

Italia Mulai Bangun Tim Baru

Italia kini mencoba bergerak dengan komposisi pemain yang lebih muda. Perubahan tersebut menjadi bagian dari upaya membentuk tim yang memiliki masa depan lebih panjang.

Kembalinya Mancini diharapkan bisa membantu proses tersebut. Ia kini menghadapi tantangan untuk menyatukan pemain berpengalaman dengan wajah-wajah baru dalam waktu yang relatif singkat. Pelatih itu sebelumnya membawa Italia meraih gelar Piala Eropa 2020, sehingga pengalaman dan pemahamannya terhadap tim menjadi modal penting.

Donnarumma menilai kehadiran Mancini bisa membantu Italia membangun tim yang kuat. Sang kapten juga menegaskan bahwa para pemain memiliki tekad besar untuk memulai siklus baru bersama pelatihnya.

Pertandingan melawan Belgia akan menjadi ujian awal bagi rencana tersebut. Italia ingin menunjukkan sejak awal bahwa mereka siap menghadapi lawan kuat tanpa kehilangan keberanian untuk memainkan sepakbola yang menjadi identitas baru mereka. Laga ini juga menjadi kesempatan bagi para pemain muda untuk membuktikan bahwa mereka mampu memikul tanggung jawab di level internasional.

Target Italia Bermain Lebih Agresif

Donnarumma menjelaskan bahwa Italia ingin tampil proaktif dan agresif. Mereka tidak ingin hanya menunggu permainan lawan, tetapi berusaha menguasai pertandingan serta menentukan jalannya laga.

Tantangan tentu tidak ringan karena Belgia memiliki kualitas yang membuat pertandingan pembuka ini menjadi ujian penting. Namun, Italia tetap ingin menjalankan gagasan permainan yang sudah mereka siapkan.

Setelah menjamu Belgia, Italia akan menghadapi rangkaian pertandingan berat. Mereka dijadwalkan bertandang ke Turki dan Prancis pada 29 September serta 3 Oktober.

Italia kemudian menutup periode jeda internasional dengan menjamu Turki di Bologna. Rangkaian tersebut akan memberikan gambaran awal mengenai perkembangan tim di bawah Mancini sekaligus seberapa cepat generasi baru Gli Azzurri mampu beradaptasi. Bagi Donnarumma, hasil pertandingan tetap penting, tetapi proses membangun kepercayaan diri dan semangat baru juga menjadi bagian utama dari perjalanan Italia.