Komunitas Agen Bola, SBOBET, IBCBET, Prediksi Pasaran Bola & Casino Online Terbesar

Inggris Lolos dari Penalti Kontroversial, Wayne Rooney Nilai Ghana Dirugikan

Arenabetting – Timnas Inggris berhasil membawa pulang satu poin setelah bermain imbang tanpa gol melawan Ghana pada laga kedua Grup L Piala Dunia 2026. Namun, hasil pertandingan itu masih menyisakan perdebatan akibat satu keputusan wasit yang dianggap merugikan Ghana.

Momen kontroversial terjadi pada penghujung babak kedua ketika penyerang Ghana, Prince Adu, terjatuh di dalam kotak penalti setelah mendapat tekanan dari bek Inggris, Ezri Konsa. Wasit memutuskan untuk melanjutkan permainan tanpa memberikan hukuman.

Keputusan tersebut langsung memancing berbagai reaksi dari pengamat sepak bola. Banyak pihak menilai Ghana seharusnya memperoleh hadiah penalti yang berpotensi mengubah jalannya pertandingan sekaligus menentukan hasil akhir.

Insiden di Kotak Penalti Jadi Sorotan

Situasi bermula ketika Prince Adu berhasil memasuki area penalti dan berhadapan dengan kiper Jordan Pickford. Di saat yang sama, Ezri Konsa datang dari sisi kiri untuk mencoba menghentikan laju penyerang Ghana tersebut.

Dalam tayangan ulang terlihat Konsa berusaha melakukan tekel. Namun, usahanya gagal mengenai bola dan justru mengenai bagian kaki Adu hingga pemain Ghana itu kehilangan keseimbangan dan terjatuh.

Meski kontak terlihat cukup jelas, wasit tetap membiarkan permainan berlanjut. Pemeriksaan melalui Video Assistant Referee juga tidak menghasilkan perubahan keputusan sehingga laga tetap diteruskan.

Wayne Rooney Nilai Itu Seharusnya Penalti

Mantan kapten Inggris, Wayne Rooney, menilai keputusan wasit tidak tepat. Ia berpandangan bahwa tekel Konsa mengandung risiko tinggi karena gagal menyentuh bola dan justru mengenai lawan.

Rooney juga melihat kontak yang terjadi sudah memenuhi unsur pelanggaran di dalam kotak penalti. Menurut penilaiannya, Ghana memiliki alasan kuat untuk mendapatkan hadiah tendangan penalti.

Pendapat serupa juga datang dari mantan asisten wasit final Piala Dunia 2010, Darren Cann. Ia mengakui Inggris memang diuntungkan oleh keputusan tersebut meski sebagai pendukung negaranya ia tentu merasa lega.

Cann menilai Konsa kehilangan kendali ketika melakukan tekel sehingga menciptakan kontak langsung dengan penyerang Ghana. Karena itu, ia beranggapan keputusan yang lebih tepat adalah memberikan penalti kepada Ghana.

VAR Ikut Jadi Perbincangan

Selain keputusan wasit utama, tidak adanya intervensi Video Assistant Referee juga menjadi sorotan. Banyak pengamat mempertanyakan mengapa insiden tersebut tidak menghasilkan tinjauan ulang yang lebih mendalam.

Teknologi VAR sejatinya digunakan untuk membantu mengoreksi keputusan penting dalam pertandingan. Namun pada momen itu, proses pemeriksaan berlangsung tanpa mengubah keputusan yang telah diambil di lapangan.

Perdebatan pun terus bermunculan setelah pertandingan berakhir. Banyak pencinta sepak bola menilai insiden tersebut menjadi salah satu momen paling kontroversial pada fase grup Piala Dunia 2026.

Meski demikian, hasil pertandingan tetap tidak berubah dan Inggris berhasil mempertahankan satu poin yang sangat penting.

Inggris Masih Pimpin Klasemen

Hasil imbang membuat The Three Lions tetap berada di puncak klasemen Grup L dengan koleksi empat poin. Inggris unggul selisih gol atas Ghana yang memiliki jumlah poin yang sama.

Persaingan menuju babak 32 besar masih terbuka sehingga laga terakhir akan menjadi penentu bagi kedua tim. Inggris tetap memiliki peluang besar lolos apabila mampu meraih kemenangan pada pertandingan berikutnya.

Terlepas dari hasil tersebut, keputusan kontroversial dalam laga melawan Ghana dipastikan masih akan menjadi bahan perdebatan karena dianggap memberi keuntungan besar bagi The Three Lions dalam persaingan di Grup L.