Arenabetting – Goncalo Ramos menunjukkan performa impresif bersama Timnas Portugal pada jeda internasional. Namun, ketajamannya belum berlanjut saat kembali memperkuat AC Milan. Penyerang berusia 25 tahun itu justru kesulitan memberikan kontribusi di depan gawang ketika membela klubnya.
Ramos menjadi salah satu pemain yang mencuri perhatian di UEFA Nations League. Awalnya, dia hanya diproyeksikan sebagai pelapis Cristiano Ronaldo. Kesempatan tampil sebagai starter yang diberikan pelatih Jorge Jesus ternyata mampu dimanfaatkan dengan sangat baik.
Dalam tiga pertandingan sebagai starter, Ramos mencatatkan tiga gol dan satu assist. Portugal juga berhasil menyapu bersih kemenangan atas Denmark, Norwegia, dan Wales. Catatan tersebut membuat harapan terhadap performanya di level klub semakin besar.
Performa Ramos Meningkat Bersama Portugal
Ramos tampil produktif ketika mendapatkan kepercayaan sebagai pemain utama Portugal. Dia mampu memaksimalkan kesempatan bermain dan memberikan kontribusi nyata bagi lini serang tim berjuluk Os Navegadores tersebut.
Tiga gol dan satu assist dalam tiga kali menjadi starter menunjukkan ketajaman Ramos selama jeda internasional. Dia tidak hanya membantu Portugal meraih kemenangan, tetapi juga membuktikan kemampuannya dalam memanfaatkan peluang di depan gawang lawan.
Sebelumnya, Ramos lebih sering berada di bawah bayang-bayang Cristiano Ronaldo. Namun, ketika dipercaya mengisi posisi starter, dia mampu menjawab kepercayaan tersebut melalui penampilan yang efektif.
Ketajaman Belum Berlanjut di AC Milan
Performa apik Ramos bersama Portugal diharapkan bisa menjadi modal positif saat kembali ke AC Milan. Rossoneri membutuhkan kontribusi lebih besar dari sang penyerang untuk memperkuat daya gedor mereka di kompetisi domestik maupun Eropa.
Sebelum jeda internasional, catatan Ramos bersama Milan masih jauh dari memuaskan. Dia baru mengoleksi satu gol dan satu assist dari enam penampilan di Serie A serta Liga Europa.
Kesempatan pertama untuk melanjutkan performa positifnya datang ketika Milan menghadapi Sassuolo pada Minggu, 11 Oktober 2026. Namun, pertandingan tersebut tidak berjalan sesuai harapan bagi penyerang asal Portugal itu.
Ramos tampil selama 90 menit, tetapi gagal mencetak gol. Pertandingan Sassuolo melawan Milan pun berakhir dengan skor imbang 1-1. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa produktivitasnya bersama tim nasional belum mampu diterjemahkan menjadi kontribusi serupa di klub.
Statistik Ramos Jadi Sorotan
Penampilan Ramos melawan Sassuolo juga tercermin dari statistik keterlibatannya selama pertandingan. Dia hanya mencatatkan 34 sentuhan bola sepanjang 90 menit bermain.
Jumlah tersebut menjadi gambaran bahwa Ramos belum banyak terlibat dalam permainan Milan. Berbeda dengan penampilannya bersama Portugal, dia kesulitan memberikan pengaruh besar ketika timnya berusaha membongkar pertahanan lawan.
Hasil imbang itu sekaligus memperpanjang periode sulit Ramos di depan gawang. Dia belum mampu menemukan kembali ketajamannya setelah pulang dari tugas internasional, meskipun sebelumnya tampil produktif bersama Portugal.
Milan Terancam Tertinggal dari Puncak Klasemen
Kegagalan Ramos mencetak gol dalam pertandingan melawan Sassuolo menambah catatan kurang memuaskan bersama Milan. Dia kini tercatat tidak mencetak gol dalam lima pertandingan terakhir bersama Rossoneri.
Situasi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Milan, terutama karena kontribusi penyerang sangat dibutuhkan untuk menjaga persaingan di papan atas. Ramos perlu kembali menemukan efektivitasnya agar bisa membantu tim meraih hasil yang lebih baik.
Milan saat ini menempati posisi kelima klasemen Liga Italia dengan koleksi 12 poin. Mereka tertinggal empat angka dari Inter Milan yang berada di puncak dengan 16 poin. Ketajaman Ramos di pertandingan berikutnya diharapkan dapat membantu Milan memperbaiki posisi sekaligus menjaga persaingan menuju papan atas.


