Arenabetting – Presiden FIFA Gianni Infantino menjalani jadwal yang sangat padat sepanjang penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Orang nomor satu di FIFA itu diketahui terus berpindah dari satu kota ke kota lainnya demi menyaksikan langsung pertandingan di berbagai stadion.
Turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko memang menghadirkan tantangan tersendiri karena lokasi pertandingan tersebar di banyak kota. Kondisi tersebut membuat Infantino harus menghabiskan banyak waktu di perjalanan udara.
Selama berlangsungnya Piala Dunia 2026, Infantino mencatatkan total 142 jam berada di dalam pesawat. Perjalanan tersebut dilakukan untuk memastikan kehadirannya dalam berbagai laga penting sepanjang turnamen.
Hadiri 44 Pertandingan di 18 Kota
Gianni Infantino tercatat hadir langsung dalam 44 pertandingan selama Piala Dunia 2026. Untuk memenuhi agenda tersebut, ia mengunjungi 18 kota yang menjadi lokasi penyelenggaraan pertandingan.
Mobilitas tinggi itu menjadi bagian dari tugasnya sebagai Presiden FIFA. Kehadirannya di berbagai stadion juga menunjukkan dukungan terhadap kelancaran turnamen terbesar dalam dunia sepak bola tersebut.
Sepanjang turnamen, Infantino terus berpindah dari satu negara tuan rumah ke negara lainnya. Jadwal yang padat membuat sebagian besar waktunya dihabiskan untuk melakukan perjalanan udara.
Menempuh Jarak Hingga 100 Ribu Kilometer
Untuk mendukung mobilitasnya, Infantino menggunakan jet pribadi milik Qatar Airways. Pesawat tersebut dipakai selama menjalani seluruh rangkaian perjalanan di Piala Dunia 2026.
Total jarak yang ditempuh mencapai sekitar 100 ribu kilometer. Angka itu setara dengan hampir tiga kali mengelilingi Bumi, menggambarkan betapa padatnya aktivitas sang Presiden FIFA selama turnamen berlangsung.
Jet pribadi yang digunakan memiliki nilai sekitar 65 juta dolar AS dan mampu membawa hingga 13 penumpang. Pesawat tersebut juga dapat melaju dengan kecepatan maksimal sekitar 981 kilometer per jam.
Dengan spesifikasi tersebut, perjalanan antarkota yang berjauhan dapat ditempuh dalam waktu lebih singkat sehingga jadwal kunjungan ke berbagai pertandingan tetap berjalan sesuai rencana.
Dari Penerbangan 28 Menit hingga Hampir Enam Jam
Di antara seluruh perjalanan yang dijalani, penerbangan paling singkat berlangsung dari Seattle menuju Vancouver. Rute tersebut hanya memakan waktu sekitar 28 menit.
Sebaliknya, perjalanan terlama terjadi saat Infantino terbang dari Miami menuju Seattle. Penerbangan itu berlangsung selama 5 jam 44 menit karena jarak kedua kota yang cukup jauh.
Perbedaan durasi penerbangan menunjukkan luasnya wilayah penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Dengan tiga negara sebagai tuan rumah, perpindahan antarlokasi menjadi tantangan logistik yang cukup besar.
Meski harus menghabiskan waktu berjam-jam di udara, seluruh agenda kunjungan tetap berhasil dijalankan hingga pertandingan final selesai digelar.
Mobilitas Tinggi Warnai Piala Dunia 2026
Format Piala Dunia 2026 yang melibatkan Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko membuat mobilitas seluruh pihak menjadi jauh lebih kompleks dibanding edisi-edisi sebelumnya. Hal itu juga dirasakan langsung oleh Gianni Infantino selama menjalankan tugasnya.
Dengan menghadiri 44 pertandingan di 18 kota berbeda, Presiden FIFA menunjukkan komitmennya untuk terus memantau jalannya kompetisi dari dekat. Perjalanan sejauh 100 ribu kilometer dan total 142 jam di udara menjadi bukti padatnya aktivitas yang dijalani sepanjang turnamen.
Kini, setelah Piala Dunia 2026 berakhir, perhatian FIFA akan mulai beralih ke berbagai agenda internasional berikutnya, termasuk persiapan menuju Piala Dunia 2030 yang dipastikan kembali menghadirkan tantangan besar dalam penyelenggaraannya.


