Arenabetting – FIFA membantah laporan yang menyebut Presiden FIFA Gianni Infantino kesulitan menghubungi Presiden Amerika Serikat Donald Trump setelah rencana penjualan saham Piala Dunia gagal terlaksana. Badan sepak bola dunia itu menegaskan kabar tersebut tidak benar.
Sebelumnya, sebuah laporan menyebut Infantino berusaha menghubungi Trump sejak akhir pekan lalu. Namun, laporan itu mengklaim panggilan dari petinggi FIFA tersebut tidak mendapatkan respons dari orang nomor satu di Amerika Serikat.
FIFA langsung memberikan klarifikasi resmi untuk meluruskan isu yang berkembang. Organisasi tersebut memastikan tidak ada upaya komunikasi seperti yang ramai diberitakan.
FIFA Tegaskan Laporan Tidak Benar
Melalui pernyataan resminya, FIFA membantah seluruh isi laporan yang beredar. Organisasi tersebut menegaskan bahwa Gianni Infantino tidak melakukan panggilan kepada Donald Trump maupun anggota kabinet pemerintah Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir.
FIFA menyebut informasi yang beredar hanyalah cerita fiksi dan tidak memiliki dasar yang jelas. Karena itu, publik diminta tidak mempercayai kabar yang belum terbukti kebenarannya.
Klarifikasi tersebut diberikan untuk mengakhiri berbagai spekulasi yang muncul setelah batalnya rencana penjualan saham Piala Dunia.
Wacana Jual Saham Piala Dunia Tuai Penolakan
Nama Gianni Infantino memang sedang menjadi sorotan setelah menggagas rencana penjualan sebagian saham Piala Dunia melalui proyek FIFA Forward Enterprise.
Dalam rencana tersebut, FIFA membuka peluang bagi investor untuk ikut terlibat dalam penyelenggaraan turnamen sepak bola terbesar di dunia. Langkah itu disebut dapat memberikan keuntungan besar bagi anggota FIFA.
Namun, usulan tersebut mendapat banyak kritik. Sejumlah pihak menilai proses penyusunannya kurang transparan dan tidak melibatkan diskusi yang memadai dengan seluruh anggota.
Penolakan akhirnya datang dari berbagai konfederasi besar yang menilai rencana tersebut tidak layak diteruskan.
Banyak Konfederasi Menolak Rencana Infantino
AFC, UEFA, CONCACAF, dan CONMEBOL menjadi beberapa konfederasi yang secara terbuka menolak wacana tersebut. Penolakan itu membuat rencana penjualan saham Piala Dunia akhirnya dibatalkan.
Sebelumnya, perusahaan asal Amerika Serikat, Thrive Eternal, sempat dikabarkan akan memimpin kelompok investor apabila proyek tersebut berjalan. Perusahaan itu memiliki hubungan keluarga dengan Jared Kushner, menantu Donald Trump.
Setelah isu tersebut berkembang luas, Donald Trump juga membantah memiliki keterlibatan dalam proyek yang sempat diwacanakan FIFA.
Batalnya rencana tersebut menjadi salah satu pukulan bagi kepemimpinan Gianni Infantino yang belakangan terus menuai kritik.
Posisi Infantino Semakin Tertekan
Selain menghadapi kegagalan proyek penjualan saham Piala Dunia, Gianni Infantino juga mendapat tekanan terkait posisinya sebagai Presiden FIFA. Sejumlah pihak mulai mempertanyakan arah kepemimpinannya.
Beberapa federasi dan tokoh sepak bola menilai kebijakan yang diambil Infantino dalam beberapa waktu terakhir terlalu kontroversial. Mereka berharap FIFA dapat menjalankan tata kelola yang lebih terbuka dan transparan.
Meski demikian, hingga saat ini Infantino masih menjabat sebagai Presiden FIFA. Sementara itu, organisasi sepak bola dunia tersebut terus berupaya meredam berbagai isu yang berkembang di tengah sorotan terhadap kepemimpinannya.


