Arenabetting – Kerusuhan yang melanda Prancis pada 17 Oktober 2026 memicu kemarahan para pendukung Olympique Lyon. Mereka mengecam aksi perusakan dan penjarahan yang terjadi di berbagai wilayah, termasuk di kota Lyon yang menjadi markas klub kebanggaan mereka.
Demonstrasi yang awalnya menolak kenaikan harga berubah menjadi kerusuhan di sejumlah kota besar, seperti Paris, Lyon, dan Marseille. Sejumlah toko dirusak, bangunan dibakar, dan beberapa monumen bersejarah menjadi sasaran vandalisme.
Salah satu yang terdampak adalah monumen Paul Bocuse, koki legendaris asal Lyon. Para penggemar Lyon kemudian menyuarakan penolakan terhadap kerusuhan tersebut melalui spanduk saat tim mereka menghadapi Nice dalam lanjutan Liga Prancis pada Minggu, 18 Oktober 2026.
Fans Lyon Kecam Perusakan Kota
Pendukung Olympique Lyon membentangkan spanduk sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat yang terdampak kerusuhan. Mereka menegaskan bahwa aksi penjarahan dan perusakan telah merugikan warga serta mengancam kehidupan kota.
Spanduk tersebut memuat pesan yang mengecam penjarahan toko, kerusakan kota, dan tindakan terhadap institusi Bocuse. Para suporter juga memberikan dukungan kepada orang-orang yang berusaha menjaga Lyon tetap aman dan berfungsi seperti biasa.
Aksi itu menjadi bentuk kepedulian para penggemar terhadap kondisi kota mereka. Bagi para pendukung Lyon, kerusuhan bukan sekadar persoalan keamanan, tetapi juga menyangkut perlindungan terhadap warisan dan kehidupan masyarakat setempat.
Monumen Paul Bocuse Jadi Sasaran
Kerusuhan di Lyon turut merusak monumen Paul Bocuse yang dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam dunia kuliner Prancis. Patung perunggu tersebut dicabut dari tempatnya dan dibiarkan tergeletak di jalanan.
Lokasi monumen itu berada tidak jauh dari gedung pariwisata Lyon yang juga dibakar dalam kerusuhan. Perusakan tersebut menambah daftar kerusakan yang terjadi di kota itu selama demonstrasi berlangsung.
Paul Bocuse merupakan koki legendaris yang meninggal pada 20 Januari 2018. Namanya dikenal luas dalam dunia gastronomi Prancis, bahkan menjadi inspirasi bagi karakter Chef Auguste Gusteau dalam film animasi Ratatouille.
Kerusuhan Picu Kerugian Besar
Aksi perusakan dan penjarahan tidak hanya berdampak pada bangunan bersejarah. Banyak toko di sejumlah kota juga mengalami kerusakan, sehingga menimbulkan kerugian bagi pemilik usaha dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Pemerintah Prancis menangkap sedikitnya 1.200 orang terkait kerusuhan tersebut. Selain itu, sekitar 1.500 toko dilaporkan mengalami kerusakan atau penjarahan, dengan total kerugian mencapai puluhan juta euro.
Besarnya dampak kerusuhan membuat persoalan keamanan menjadi perhatian utama. Kerusakan fasilitas umum dan tempat usaha juga menimbulkan kekhawatiran mengenai pemulihan aktivitas ekonomi di wilayah terdampak.
Suporter Lyon Tunjukkan Solidaritas
Pesan yang dibentangkan para suporter saat laga melawan Nice menunjukkan bahwa dukungan kepada kota dapat disampaikan melalui sepak bola. Mereka memanfaatkan pertandingan untuk menyuarakan kepedulian terhadap warga dan berbagai pihak yang terdampak kerusuhan.
Aksi tersebut juga menyoroti pentingnya menjaga warisan budaya Lyon. Perusakan monumen Paul Bocuse menjadi salah satu contoh bagaimana kerusuhan dapat berdampak pada simbol yang memiliki nilai sejarah bagi masyarakat.
Di tengah situasi tersebut, para penggemar Lyon berharap kota mereka dapat kembali pulih. Mereka menolak penjarahan dan perusakan serta mendukung upaya menjaga keamanan, tempat usaha, dan warisan berharga yang menjadi bagian dari identitas Lyon.


