Arenabetting – Perjalanan Enzo Maresca bersama Chelsea ternyata berakhir lebih cepat dari yang dibayangkan banyak orang. Padahal selama melatih The Blues, Maresca sebenarnya sempat memberi dua trofi penting buat klub asal London tersebut.
Maresca datang ke Chelsea pada Juli 2024 dan berhasil membawa klub memenangkan UEFA Conference League serta Piala Dunia Antarklub 2025.
Namun meski sempat membawa prestasi, hubungan antara Maresca dan pihak klub kabarnya mulai memburuk dalam beberapa bulan terakhir.
Akhirnya pada Januari 2026, Chelsea dan Maresca resmi berpisah jalan di tengah situasi tim yang mulai kacau.
Aktivitas Transfer Jadi Masalah Utama
Salah satu alasan terbesar Enzo Maresca meninggalkan Chelsea kabarnya karena tidak cocok dengan kebijakan transfer klub.
Maresca disebut merasa para petinggi klub terlalu banyak ikut campur soal pembelian pemain.
Situasi itu membuat dirinya kesulitan membangun skuad sesuai kebutuhan dan gaya bermain yang diinginkan.
Chelsea memang dikenal sangat aktif di bursa transfer dalam beberapa tahun terakhir, tetapi banyak keputusan transfer dianggap lebih didorong manajemen dibanding keinginan pelatih.
Soal Gaji Juga Jadi Pemicu
Selain masalah transfer, Maresca juga kabarnya tidak puas dengan kontraknya di Chelsea.
Pelatih asal Italia itu merasa dirinya pantas mendapatkan bayaran lebih tinggi setelah berhasil membawa dua trofi untuk klub.
Apalagi trofi Piala Dunia Antarklub dan Conference League dianggap cukup penting buat memperbaiki citra Chelsea yang sempat menurun.
Namun negosiasi soal kontrak baru dan kenaikan gaji kabarnya tidak berjalan mulus.
Konflik dengan Tim Medis Chelsea
Masalah lain yang ternyata cukup mengganggu Maresca adalah campur tangan tim medis klub.
Ia disebut tidak senang dengan beberapa keputusan terkait kondisi dan ketersediaan pemain.
Situasi itu membuat hubungan internal di klub semakin rumit, terutama ketika Chelsea mulai mengalami penurunan performa.
Banyak keputusan soal pemain cedera dan kebugaran dianggap tidak sepenuhnya sesuai dengan keinginan Maresca.
Ucapan Maresca Sempat Jadi Pertanda
Sebelum resmi pergi, Enzo Maresca sebenarnya sudah beberapa kali memberi sinyal kalau hubungannya dengan klub mulai tidak harmonis.
Salah satu yang paling ramai dibahas adalah komentarnya soal “48 jam terburuk” yang ia alami setelah pertemuan dengan petinggi klub.
Ucapan tersebut langsung memunculkan banyak spekulasi bahwa suasana internal Chelsea sedang tidak baik-baik saja.
Dan beberapa minggu kemudian, kabar perpisahan Maresca akhirnya benar-benar terjadi.
Chelsea Malah Makin Hancur Setelah Maresca Pergi
Ironisnya, kondisi Chelsea justru makin memburuk setelah Maresca hengkang.
The Blues sekarang sedang mengalami periode buruk dengan enam kekalahan beruntun di Premier League.
Mereka juga terlempar dari persaingan zona Liga Champions dan mulai mendapat tekanan besar dari fans.
Bahkan beberapa pemain seperti Marc Cucurella dan Enzo Fernandez kabarnya cukup terkejut dengan keputusan klub memecat Maresca.
Chelsea Masih Cari Jalan Keluar
Sekarang Chelsea masih belum benar-benar stabil dan terus mencari sosok pelatih yang tepat untuk masa depan.
Nama-nama besar mulai dikaitkan dengan Stamford Bridge, tetapi banyak fans merasa masalah utama klub bukan cuma soal pelatih.
Karena selama situasi internal masih kacau dan terlalu banyak campur tangan manajemen, Chelsea kemungkinan bakal terus sulit kembali ke level terbaik mereka seperti dulu.


