Arenabetting – AC Milan mendapat kabar kurang menyenangkan setelah Alexis Saelemaekers dan Pervis Estupinan mengalami cedera. Kondisi tersebut membuat Ruben Amorim harus kembali memikirkan komposisi terbaik timnya sebelum Rossoneri melanjutkan pertandingan setelah jeda internasional.
Cedera Saelemaekers menjadi persoalan paling berat karena masalah pada pergelangan kaki kanannya berpotensi membuatnya menjalani operasi. Pemain Belgia itu bahkan diperkirakan harus menepi setidaknya empat bulan dan baru bisa kembali bermain pada 2027.
Sementara itu, Estupinan mengalami cedera lutut ketika menjalankan tugas bersama Timnas Ekuador. Bek kiri tersebut dipastikan absen saat Milan menghadapi Sassuolo, sementara pemeriksaan lanjutan masih dibutuhkan untuk mengetahui berapa lama dirinya harus menjalani pemulihan.
Saelemaekers dan Estupinan Absen
Masalah Saelemaekers berkembang lebih serius setelah pemeriksaan tambahan dilakukan. Pergelangan kaki kanannya kehilangan stabilitas di area bekas operasi pada 2024 sehingga tindakan operasi kembali menjadi pilihan untuk menangani persoalan tersebut.
Sebelumnya, Saelemaekers mengalami keseleo ketika menjalani latihan di Milanello pada 29 September. Pemeriksaan kemudian menemukan bahwa cedera tersebut kembali memengaruhi area yang pernah menjalani operasi akibat patah tulang medial malleolus.
Kondisi Estupinan juga membuat Amorim kehilangan pilihan penting di sektor kiri. Ia mengalami trauma lutut saat membela Ekuador menghadapi Jepang, dengan hasil pemeriksaan menunjukkan adanya keseleo serta rasa tidak nyaman di bagian dalam sendi.
Untuk pertandingan melawan Sassuolo, Davide Bartesaghi menjadi opsi paling natural jika Amorim tetap mempertahankan formasi 4-2-3-1. Pemain tersebut bisa mengisi posisi yang ditinggalkan Estupinan sekaligus membantu menjaga struktur pertahanan Milan.
Amorim Mulai Susun Alternatif
Kehilangan Saelemaekers membuat Amorim tidak hanya perlu menyiapkan solusi untuk satu pertandingan. Pelatih asal Portugal itu harus memikirkan opsi jangka panjang karena absennya pemain Belgia tersebut berpotensi berlangsung hingga beberapa bulan.
Diego Moreira menjadi salah satu kandidat yang masuk pertimbangan. Kemampuannya bermain di sektor sayap ditambah performa positif bersama Milan membuatnya cukup masuk akal untuk mendapatkan peran lebih besar.
Namun, menempatkan Moreira bersama Samuel Chukwueze, Christian Pulisic, Goncalo Ramos, dan Luka Modric juga berpotensi mengganggu keseimbangan tim. Amorim perlu memastikan komposisi tersebut tetap memiliki struktur yang kuat ketika Milan kehilangan bola.
Pilihan lain bisa muncul dengan menempatkan Adrien Rabiot di sisi kiri. Amorim juga dapat memasukkan Jashari atau Yunus Musah ke lini tengah agar distribusi pemain tetap lebih seimbang dan tidak terlalu bertumpu pada pemain sayap.
Formasi Milan Bisa Berubah
Amorim memiliki alternatif taktik lain jika komposisi 4-2-3-1 dianggap kurang ideal. Pelatih Milan tersebut bisa kembali menggunakan formasi 3-4-2-1 untuk menyesuaikan kondisi skuad setelah dua pemain penting mengalami cedera.
Dalam skema itu, Bartesaghi dapat menjalankan peran sebagai pemain sayap. Sementara itu, Ruben Loftus-Cheek bisa ditempatkan lebih tinggi untuk membantu dua pemain di belakang penyerang utama.
Perubahan tersebut memberikan ruang bagi Amorim untuk mengatur kembali keseimbangan tim tanpa harus memaksakan pemain di posisi yang kurang sesuai. Keputusan akhir tetap bergantung pada kondisi para pemain ketika Milan kembali berlatih penuh.
Yang pasti, waktu persiapan Amorim tidak terlalu panjang. Milan akan menghadapi Sassuolo di Stadion MAPEI pada Minggu, 11 Oktober 2026 pukul 23.00 WIB, sehingga seluruh alternatif harus segera dimatangkan.
Tantangan Berat Menanti Rossoneri
Pertandingan melawan Sassuolo akan menjadi ujian awal bagi Milan setelah kehilangan dua pemain di sektor kiri. Rossoneri perlu beradaptasi cepat karena absennya Saelemaekers dan Estupinan mengurangi pilihan Amorim dalam menyusun tim.
Situasi ini juga menguji fleksibilitas taktik Amorim. Ia harus memilih antara mempertahankan pola permainan yang sudah berjalan atau melakukan perubahan agar kekuatan skuad tetap maksimal tanpa dua pemain tersebut.
Hasil pertandingan nantinya bisa memberikan gambaran mengenai solusi yang paling cocok. Bagi Milan, kemampuan beradaptasi menjadi kunci untuk tetap tampil kompetitif ketika jadwal pertandingan kembali padat.


