Arenabetting – AS Roma membuka musim 2026/2027 dengan hasil yang sangat meyakinkan. Bermain di Stadion Olimpico, Roma menghancurkan Fiorentina dengan skor telak 4-0 pada pekan pertama Liga Italia, Selasa (25/8/2026) dini hari WIB. Kemenangan besar itu membuat Roma langsung berada di puncak klasemen.
Sosok paling menonjol dalam kemenangan tersebut adalah Donyell Malen. Penyerang asal Belanda itu tampil luar biasa dengan mencetak hat-trick. Menariknya, seluruh gol Malen lahir dari assist Paulo Dybala, sehingga keduanya menciptakan catatan spesial pada laga pembuka musim.
Performa Malen semakin memperkuat keyakinan bahwa Roma sudah menemukan mesin gol baru. Sejak bergabung pada Januari lalu, pemain yang dipinjam dari Aston Villa itu terus menunjukkan ketajamannya. Catatannya bahkan mulai menyamai para penyerang papan atas Serie A.
Malen Langsung Jadi Pembeda
Malen tampil sangat efektif ketika menghadapi Fiorentina. Dari lima percobaan yang dilepaskan sepanjang pertandingan, tiga di antaranya mengarah tepat ke gawang dan berhasil menghasilkan gol.
Penyerang 27 tahun itu juga sangat aktif di area berbahaya. Ia tercatat 11 kali menyentuh bola di dalam kotak penalti Fiorentina, memperlihatkan bagaimana Roma mampu memaksimalkan pergerakannya di lini depan.
Bagi Serigala Ibukota, kehadiran Malen memberikan opsi berbeda dalam serangan. Kecepatan, pergerakan tanpa bola, dan penyelesaian akhirnya membuat lini depan Roma terlihat jauh lebih berbahaya sejak pertandingan pertama.
Kolaborasi dengan Dybala Berjalan Sempurna
Tiga gol Malen semuanya berasal dari umpan Dybala. Kombinasi tersebut langsung memberikan dampak besar dan menjadi salah satu kunci kemenangan Roma atas Fiorentina.
Opta mencatat pasangan Roma itu menjadi duo pertama yang menciptakan tiga gol melalui pola assist serupa sejak Mei 2021. Catatan tersebut membuat penampilan keduanya semakin menarik perhatian.
Dybala mampu menemukan ruang yang tepat untuk memberikan umpan kepada Malen. Sementara itu, Malen menunjukkan ketenangan saat menyelesaikan peluang yang datang kepadanya.
Kerja sama tersebut menjadi modal penting bagi Roma untuk menjalani musim yang panjang. Jika konsistensi mereka terus terjaga, kombinasi Dybala dan Malen bisa menjadi ancaman serius bagi pertahanan klub-klub Serie A lainnya.
Catatan Gol Malen Makin Fantastis
Ketajaman Malen sebenarnya sudah terlihat sejak dirinya datang ke Roma pada Januari lalu. Dalam 19 pertandingan, ia berhasil mengoleksi 17 gol dan menjadi salah satu pemain paling produktif di kompetisi Italia.
Jumlah tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan catatan Anastasios Douvikas yang mengemas sembilan gol. Malen juga berada jauh di atas Marcus Thuram yang mencatat tujuh gol dalam periode yang sama.
Produktivitas itu bahkan sudah menyamai jumlah gol Lautaro Martinez sejak awal musim sebelumnya. Lautaro mampu menjadi pencetak gol terbanyak musim lalu dengan 17 gol, tetapi produktivitasnya menurun pada paruh kedua kompetisi.
Kini Malen memiliki peluang besar untuk masuk dalam persaingan top scorer. Jika mampu mempertahankan performanya, pemain Belanda itu bisa menjadi salah satu penyerang paling menakutkan di Liga Italia musim ini.
Malen Ingin Fokus Jalani Musim Baru
Performa gemilang bersama Roma juga menjadi cara Malen untuk bangkit setelah menjalani Piala Dunia 2026 yang kurang memuaskan. Bersama Timnas Belanda, ia bermain selama 187 menit tetapi tidak mampu mencetak gol maupun memberikan assist.
Malen memilih meninggalkan pengalaman tersebut dan fokus menjalani musim baru bersama Roma. Ia juga belum ingin menetapkan jumlah gol sebagai target pribadi karena ingin menjalani kompetisi pertandingan demi pertandingan.
Sikap itu membuat Malen terlihat semakin siap menghadapi tantangan bersama I Lupi. Setelah mencetak tiga gol pada laga pembuka, perhatian kini tertuju pada kemampuannya menjaga konsistensi hingga akhir musim.


