Arenabetting – Timnas Uruguay resmi memiliki pelatih baru setelah berpisah dengan Marcelo Bielsa. Federasi Sepakbola Uruguay memilih legenda La Celeste, Diego Forlan, untuk menangani tim nasional setelah kegagalan di Piala Dunia 2026.
Bielsa meninggalkan kursi pelatih setelah Uruguay gagal melewati fase grup Piala Dunia 2026. La Celeste hanya mengumpulkan dua poin dari pertandingan yang dijalani. Situasi tersebut semakin rumit karena sempat muncul masalah antara Bielsa dan sejumlah pemain.
Federasi Uruguay kemudian bergerak cepat mencari sosok baru. Forlan dipilih karena memiliki hubungan kuat dengan sepakbola Uruguay dan pengalaman panjang sebagai pemain internasional. Namun, penunjukan ini juga memunculkan pertanyaan karena pengalaman melatihnya masih sangat terbatas.
Forlan Dapat Tugas Sementara
Forlan resmi ditunjuk sebagai pelatih Uruguay pada Kamis, 6 Agustus 2026. Mantan penyerang tersebut akan menjalankan tugas sebagai pelatih interim sampai Maret 2027.
Masa kerja Forlan akan berakhir bertepatan dengan pemilihan presiden baru Federasi Sepakbola Uruguay. Artinya, masa depan sang legenda di kursi pelatih masih bergantung pada keputusan pengurus federasi berikutnya.
Selain menangani tim senior, Forlan juga mendapat tanggung jawab melatih Timnas Uruguay U-20. Federasi ingin menggabungkan pengalaman pemain senior dengan perkembangan talenta muda.
Legenda dengan Rekor Internasional
Forlan bukan sosok asing bagi sepakbola Uruguay. Ia pernah menjadi salah satu pemain terpenting La Celeste dan mencatat 112 penampilan bersama tim nasional sepanjang kariernya.
Jumlah tersebut menempatkan Forlan dalam jajaran pemain dengan penampilan terbanyak untuk Uruguay. Namanya berada di bawah beberapa legenda lain seperti Diego Godin, Luis Suarez, Fernando Muslera, Edinson Cavani, Maxi Pereira, dan Martin Caceres.
Di sektor gol, Forlan juga memiliki catatan impresif. Ia mengoleksi 36 gol bersama Uruguay dan berada di posisi ketiga dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa tim nasional.
Forlan juga pernah menjadi bagian penting Uruguay ketika meraih hasil positif di pentas internasional. Pengalamannya sebagai pemain diharapkan bisa membantu membangun kembali mental La Celeste setelah kegagalan di Piala Dunia.
Pengalaman Melatih Masih Minim
Meski memiliki nama besar sebagai pemain, Forlan belum punya pengalaman panjang sebagai pelatih. Ia baru dua kali menangani klub sebelum kembali mendapatkan kesempatan di level tim nasional.
Kesempatan pertama datang bersama Penarol pada 2020. Forlan hanya menangani klub tersebut dalam 11 pertandingan dengan catatan empat kemenangan dan empat kekalahan.
Pada 2021, Forlan kembali menjadi pelatih ketika menangani CA Atenas. Ia memimpin klub tersebut dalam 12 pertandingan dengan catatan empat kemenangan dan tiga kekalahan.
Setelah itu, Forlan tidak melanjutkan karier kepelatihannya. Ia justru mencoba tantangan baru dengan terjun ke dunia tenis profesional pada November 2024.
Misi Mengembalikan Uruguay
Penunjukan Forlan menjadi langkah berani bagi Federasi Sepakbola Uruguay. Mereka memilih sosok yang memiliki ikatan kuat dengan negara tersebut meski rekam jejaknya sebagai pelatih belum panjang.
Tugas utama Forlan tentu tidak mudah. Ia harus membangun kembali kepercayaan pemain setelah periode Bielsa berakhir dengan hasil mengecewakan di Piala Dunia 2026.
Forlan kini memiliki kesempatan membuktikan bahwa pengalaman dan statusnya sebagai legenda Uruguay bisa menjadi modal untuk membangun generasi baru La Celeste. Jika mampu menunjukkan perkembangan positif, bukan tidak mungkin masa depannya sebagai pelatih Uruguay akan berlanjut.


