Komunitas Agen Bola, SBOBET, IBCBET, Prediksi Pasaran Bola & Casino Online Terbesar

Berita Bola

Luis de la Fuente: Bukan Cuma Prancis vs Spanyol, Inggris vs Argentina Juga Layak Jadi Final

Arenabetting – Semifinal Piala Dunia 2026 menghadirkan empat tim terbaik dunia yang siap memperebutkan tiket menuju partai puncak. Spanyol akan menghadapi Prancis, sedangkan Inggris bertemu Argentina dalam dua pertandingan yang sama-sama diprediksi berlangsung sengit. Banyak penggemar menilai duel Prancis melawan Spanyol layak menjadi laga final karena kedua tim tampil konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Namun, pelatih Spanyol Luis de la Fuente memiliki pandangan berbeda mengenai anggapan tersebut. Menurut De la Fuente, kualitas seluruh semifinalis sangat seimbang. Karena itu, bukan hanya Prancis kontra Spanyol yang pantas disebut sebagai final lebih awal, tetapi juga pertandingan antara Tim Tiga Singa dan Tim Tango. Empat Semifinalis Sama-sama Kandidat Juara De la Fuente menilai keempat tim yang berhasil mencapai semifinal memang pantas berada di fase ini. Semuanya menempati empat besar peringkat FIFA dan memiliki kualitas yang hampir setara. Prancis datang sebagai penghuni peringkat pertama dunia. Argentina berada tepat di bawahnya sebagai juara bertahan, sedangkan Inggris dan Spanyol melengkapi daftar empat tim terbaik dunia. Dengan kualitas seperti itu, setiap pertandingan di semifinal dipastikan memiliki atmosfer layaknya partai final. Tidak ada tim yang benar-benar unggul jauh dibanding lawannya. Prancis dan Spanyol Sudah Sering Bertemu Dalam beberapa tahun terakhir, Spanyol dan Prancis memang beberapa kali saling berhadapan di turnamen besar. Pertemuan tersebut selalu menghadirkan pertandingan berkualitas tinggi. La Furia Roja berhasil mengalahkan Prancis pada semifinal Euro 2024 sebelum akhirnya menjadi juara. Setahun kemudian, Spanyol kembali menang atas Les Bleus pada semifinal UEFA Nations League 2025. Meski memiliki rekor positif, De la Fuente tidak ingin hasil-hasil sebelumnya dijadikan patokan. Menurutnya, Prancis saat ini sudah berkembang dan tampil jauh lebih kuat. Karena itu, Spanyol tetap harus memberikan performa terbaik jika ingin kembali meraih kemenangan. Spanyol Diminta Bermain Nyaris Tanpa Kesalahan De la Fuente menegaskan bahwa timnya tidak boleh melakukan kesalahan yang sebenarnya bisa dihindari. Menghadapi lawan sekelas Prancis, setiap kesalahan kecil dapat berakibat sangat besar. Ia juga meminta para pemain menguasai jalannya pertandingan selama mungkin. Dengan mengendalikan tempo permainan, Spanyol bisa mengurangi ancaman dari lini depan Les Bleus. Selain itu, disiplin ketika bertahan maupun menyerang menjadi pesan utama yang terus diberikan kepada seluruh pemain. Menurutnya, keseimbangan permainan akan menjadi kunci untuk mengamankan tiket ke final. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membuat Spanyol tetap tampil tenang meski menghadapi salah satu tim terkuat di dunia. Semifinal Piala Dunia Dipenuhi Duel Kelas Dunia Piala Dunia 2026 menghadirkan semifinal yang mempertemukan empat kekuatan terbesar sepak bola saat ini. Tidak hanya duel Spanyol melawan Prancis, pertandingan antara Tim Tiga Singa dan Tim Tango juga diprediksi berlangsung sama menariknya. Seluruh semifinalis memiliki peluang yang sama untuk menjadi juara. Performa sepanjang turnamen membuktikan bahwa tidak ada tim yang bisa dianggap lebih unggul secara mutlak. Karena itulah, De la Fuente menilai semua pertandingan di babak semifinal layak mendapat perhatian besar. Tim yang mampu tampil lebih disiplin, cerdas, dan efektif memanfaatkan peluang diperkirakan akan melangkah ke final Piala Dunia 2026.

Luis de la Fuente: Bukan Cuma Prancis vs Spanyol, Inggris vs Argentina Juga Layak Jadi Final Read More »

Luis de la Fuente Akui Prancis Kini Lebih Berbahaya, Spanyol Siapkan Strategi Khusus

Arenabetting – Spanyol kembali bertemu Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di AT&T Stadium, Arlington, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB. Meski memiliki rekor positif dalam dua pertemuan terakhir, pelatih Luis de la Fuente menilai lawannya kini jauh lebih kuat dibanding sebelumnya. Dalam beberapa tahun terakhir, Spanyol memang dua kali berhasil mengalahkan Prancis di turnamen besar. Namun, De la Fuente tidak ingin hasil tersebut membuat para pemainnya merasa terlalu percaya diri menjelang perebutan tiket ke final. Menurutnya, perkembangan yang ditunjukkan Prancis sangat signifikan. Karena itu, Tim Matador harus tampil disiplin dan tidak memberikan ruang kepada para pemain lawan untuk mengembangkan permainan. Prancis Dinilai Mengalami Perkembangan Besar De la Fuente mengakui kualitas individu pemain Prancis meningkat dibanding saat kedua tim bertemu di semifinal Euro 2024 maupun UEFA Nations League 2025. Ia menilai Kylian Mbappe kini tampil lebih matang dan semakin berbahaya. Begitu pula dengan Ousmane Dembele yang menunjukkan perkembangan besar dalam beberapa musim terakhir. Selain dua nama tersebut, Prancis juga memiliki banyak pemain muda yang berkembang pesat. Kehadiran mereka membuat kedalaman skuad Les Bleus semakin lengkap di setiap lini. Menurut De la Fuente, peningkatan kualitas individu tersebut membuat permainan Prancis menjadi jauh lebih kuat sebagai sebuah tim. Spanyol Tidak Mau Terlena Rekor Positif Spanyol memang memiliki kenangan manis saat menghadapi Prancis. Pada semifinal Euro 2024, La Furia Roja bangkit dari ketertinggalan untuk menang 2-1 dan akhirnya keluar sebagai juara. Setahun kemudian, kedua tim kembali bertemu di semifinal UEFA Nations League 2025. Pertandingan berlangsung dramatis sebelum akhirnya Spanyol menang dengan skor tipis 5-4. Meski demikian, De la Fuente tidak menjadikan dua kemenangan tersebut sebagai jaminan. Ia percaya setiap pertandingan memiliki cerita berbeda dengan kondisi tim yang terus berubah. Karena itulah, fokus utama Spanyol saat ini adalah mempersiapkan strategi terbaik sesuai kekuatan Prancis yang sekarang. Strategi Khusus untuk Meredam Prancis Pelatih Spanyol mengungkapkan bahwa tim pelatih telah mempelajari permainan Prancis secara mendalam. Analisis dilakukan untuk mengetahui kelebihan sekaligus celah yang bisa dimanfaatkan. Salah satu target utama adalah membatasi ruang gerak para pemain depan Prancis. De la Fuente ingin anak asuhnya mencegah lawan melakukan pergerakan bebas dan membangun kombinasi antarpemain. Selain menjaga organisasi pertahanan, Spanyol juga harus mampu mengendalikan tempo permainan. Dengan begitu, peluang Prancis menciptakan serangan cepat bisa dikurangi. Pendekatan tersebut diharapkan membuat kekuatan utama Les Bleus tidak berkembang maksimal selama pertandingan berlangsung. Semifinal Dipastikan Berjalan Sengit Pertemuan Spanyol dan Prancis kembali menghadirkan duel dua tim terbaik Eropa. Tim Matador datang dengan pertahanan yang sangat kokoh, sedangkan Les Bleus memiliki lini depan paling produktif di Piala Dunia 2026. Kedua tim sama-sama mengalami perkembangan sejak pertemuan terakhir mereka. Hal itu membuat pertandingan kali ini diperkirakan berlangsung lebih seimbang dan sulit diprediksi. Spanyol berharap mampu mempertahankan rekor positif atas Prancis. Namun, De la Fuente memahami bahwa kemenangan hanya bisa diraih jika para pemain mampu menjalankan strategi dengan disiplin dan meminimalkan kesalahan sepanjang pertandingan.

Luis de la Fuente Akui Prancis Kini Lebih Berbahaya, Spanyol Siapkan Strategi Khusus Read More »

Argentina Pakai Jersey Biru Lawan Inggris, Benarkah Bawa Keberuntungan di Piala Dunia?

Arenabetting – Argentina dipastikan mengenakan seragam tandang berwarna biru navy saat menghadapi Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB. Keputusan tersebut langsung menarik perhatian karena kembali menghidupkan cerita lama yang berkaitan dengan keberuntungan Tim Tango. Sepanjang Piala Dunia 2026, Argentina hampir selalu memakai seragam utama bergaris biru muda dan putih. Seragam biru navy baru sekali digunakan, yakni ketika mengalahkan Yordania dengan skor 3-1 pada fase grup. Meski penggunaan jersey tandang bisa dipengaruhi aturan pertandingan karena Argentina berstatus sebagai tim tamu, banyak pendukung di negaranya menghubungkan keputusan itu dengan sejarah manis saat menghadapi Inggris di Piala Dunia. Jersey Biru Punya Kenangan Indah Seragam biru navy memiliki tempat khusus dalam sejarah Argentina. Saat mengalahkan Inggris 2-1 pada perempatfinal Piala Dunia 1986, Argentina juga mengenakan jersey dengan warna yang sama. Pada pertandingan bersejarah tersebut, Diego Maradona menjadi tokoh utama lewat dua gol yang hingga kini masih dikenang para pecinta sepak bola. Kemenangan itu menjadi salah satu momen paling ikonik dalam sejarah Piala Dunia. Keberuntungan seragam biru kembali terasa pada Piala Dunia 1998. Saat menghadapi Inggris di babak 16 besar, Argentina kembali memakai jersey tandang dan berhasil lolos melalui adu penalti setelah bermain imbang 2-2. Pernah Bernasib Buruk dengan Jersey Utama Cerita berbeda terjadi pada Piala Dunia 2002. Saat itu Argentina menghadapi Inggris dengan mengenakan seragam utama bergaris biru muda dan putih. Hasilnya tidak sesuai harapan. Tim Tango harus mengakui keunggulan Inggris dengan skor 0-1 setelah David Beckham mencetak gol melalui tendangan penalti. Kekalahan tersebut menjadi pertemuan resmi terakhir kedua negara di ajang besar sebelum kembali dipertemukan pada semifinal Piala Dunia 2026. Karena itulah, sebagian pendukung Argentina kembali berharap penggunaan jersey biru navy dapat membawa keberuntungan seperti dua pertemuan sebelumnya. Aturan FIFA Juga Berperan Terlepas dari berbagai cerita yang berkembang, penggunaan jersey tandang sebenarnya sangat mungkin berkaitan dengan regulasi FIFA mengenai warna seragam. FIFA mengutamakan setiap tim memakai seragam utama. Namun, jika terjadi kemiripan warna yang dapat membingungkan pemain maupun wasit, salah satu tim harus menggunakan seragam alternatif. Dalam duel Inggris dan Argentina, kedua tim sama-sama memiliki warna dasar putih pada jersey utama. Situasi tersebut membuat penggunaan seragam tandang menjadi pilihan yang paling masuk akal. Dengan demikian, keputusan Argentina mengenakan jersey biru navy tidak selalu berkaitan dengan faktor keberuntungan atau kepercayaan yang berkembang di kalangan pendukung. Semifinal Sarat Sejarah dan Gengsi Pertemuan Inggris dan Argentina selalu menghadirkan cerita menarik. Selain persaingan panjang di Piala Dunia, kedua negara juga memiliki sejarah pertandingan yang penuh tensi. Tim Tiga Singa datang dengan ambisi mengakhiri penantian panjang untuk kembali menjadi juara dunia. Di sisi lain, Tim Tango ingin mempertahankan gelar yang mereka raih pada edisi sebelumnya. Apakah seragam biru navy kembali membawa keberuntungan bagi Argentina masih menjadi tanda tanya. Yang pasti, hasil pertandingan tetap akan ditentukan oleh kualitas permainan, strategi, dan kemampuan kedua tim memanfaatkan setiap peluang di atas lapangan.

Argentina Pakai Jersey Biru Lawan Inggris, Benarkah Bawa Keberuntungan di Piala Dunia? Read More »

Prediksi Prancis vs Spanyol: Les Bleus Lebih Dijagokan, Laga Diprediksi Berjalan Ketat

Arenabetting – Prancis dan Spanyol akan saling berhadapan pada semifinal Piala Dunia 2026 yang digelar di Stadion Dallas, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB. Pertandingan ini menjadi duel dua raksasa Eropa yang datang dengan performa impresif sepanjang turnamen. Prancis melangkah ke semifinal dengan catatan sempurna. Sementara itu, Spanyol menunjukkan kekuatan lewat pertahanan yang sangat solid. Pertemuan dua tim dengan karakter berbeda ini membuat laga diperkirakan berlangsung ketat hingga menit-menit terakhir. Meski banyak yang menilai peluang kedua tim masih terbuka, Prancis sedikit lebih diunggulkan untuk meraih kemenangan. Ketajaman lini depan menjadi salah satu alasan mengapa Les Bleus diprediksi mampu melangkah ke partai final. Prancis Tampil Sempurna Sejak Fase Grup Prancis menjadi satu-satunya semifinalis yang selalu meraih kemenangan di Piala Dunia 2026. Enam pertandingan berhasil dilewati dengan hasil maksimal, sekaligus menunjukkan konsistensi mereka sebagai salah satu kandidat juara. Lini serang menjadi kekuatan terbesar tim asuhan Didier Deschamps. Hingga babak semifinal, Prancis telah mencetak 16 gol, jumlah terbanyak dibanding tim lain yang masih bertahan di turnamen. Kylian Mbappe kembali menjadi sosok paling berbahaya. Penyerang andalan Prancis itu sudah mengoleksi delapan gol dan memimpin daftar pencetak gol terbanyak bersama Lionel Messi. Spanyol Andalkan Pertahanan Kokoh Di sisi lain, Spanyol tampil sangat disiplin di sektor pertahanan. Tim Matador baru kebobolan satu gol dari enam pertandingan yang sudah dijalani di Piala Dunia 2026. Satu-satunya tim yang mampu menjebol gawang Spanyol adalah Belgia saat laga perempatfinal. Meski demikian, La Furia Roja tetap berhasil mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 2-1. Produktivitas gol Spanyol memang tidak setinggi Prancis. Mereka baru mengumpulkan 11 gol, dengan Mikel Oyarzabal menjadi pencetak gol terbanyak berkat koleksi empat gol. Catatan tersebut membuat Spanyol diperkirakan lebih mengandalkan permainan kolektif dan penguasaan bola untuk mengimbangi agresivitas lawan. Prancis Lebih Diunggulkan Menang Berbagai prediksi menjagokan Prancis untuk melangkah ke final. Berdasarkan simulasi Supercomputer Opta, peluang kemenangan Les Bleus mencapai 43,3 persen. Sementara peluang kemenangan Spanyol berada di angka 29,5 persen. Adapun kemungkinan pertandingan berakhir imbang dalam waktu normal mencapai 27,1 persen. Prediksi skor yang paling banyak dipilih adalah kemenangan Prancis 2-1. Ketajaman Mbappe juga membuatnya menjadi kandidat terkuat untuk mencetak gol pertama dalam pertandingan. Meski begitu, selisih kualitas kedua tim diperkirakan tidak akan terlalu jauh sehingga pertandingan berpotensi berlangsung sengit hingga akhir. Duel Dua Kekuatan Berbeda Semifinal ini mempertemukan dua gaya bermain yang kontras. Les Bleus mengandalkan efektivitas serangan dan kualitas individu para pemain depan, sedangkan La Furia Roja lebih mengutamakan organisasi permainan dan pertahanan yang disiplin. Jika Prancis mampu mempertahankan ketajaman lini serangnya, peluang mereka menuju final tentu semakin besar. Namun, Spanyol memiliki pertahanan yang cukup tangguh untuk meredam tekanan lawan. Laga ini diperkirakan akan ditentukan oleh efektivitas dalam memanfaatkan peluang. Tim yang mampu mengurangi kesalahan dan tampil lebih tenang di depan gawang kemungkinan besar akan mengamankan tiket menuju final Piala Dunia 2026.

Prediksi Prancis vs Spanyol: Les Bleus Lebih Dijagokan, Laga Diprediksi Berjalan Ketat Read More »

Harry Kane Tegaskan Timnas Inggris Tetap Solid Jelang Duel Panas Kontra Argentina

Arenabetting – Timnas Inggris memastikan suasana ruang ganti tetap kondusif menjelang semifinal Piala Dunia 2026 melawan Argentina. Kapten Harry Kane membantah kabar yang menyebut ada keretakan di dalam tim setelah muncul perbedaan pendapat antara pelatih Thomas Tuchel dan Jude Bellingham usai laga melawan Norwegia. Spekulasi bermula setelah Inggris menang 2-1 atas Norwegia di babak perempatfinal. Seusai pertandingan, Tuchel menilai timnya tampil kurang rapi dan beruntung bisa memastikan kemenangan. Pernyataan itu kemudian memicu perhatian publik ketika Bellingham memberikan tanggapan yang dianggap berbeda. Meski isu tersebut terus berkembang, Kane memastikan hubungan seluruh anggota skuad tetap harmonis. Menurutnya, situasi yang terjadi setelah pertandingan merupakan hal yang wajar dan sama sekali tidak memengaruhi persiapan Tim Tiga Singa menghadapi laga penting melawan Argentina. Kane Bantah Isu Perpecahan Tim Harry Kane menjelaskan bahwa komentar Bellingham muncul hanya beberapa menit setelah pertandingan berakhir. Dalam kondisi emosional seperti itu, seorang pemain belum tentu mengetahui secara utuh pernyataan yang telah disampaikan pelatih. Karena itulah, Kane menilai respons Bellingham tidak seharusnya dibesar-besarkan. Ia memahami situasi yang dialami rekan setimnya setelah menjalani pertandingan dengan intensitas tinggi. Menurut Kane, munculnya isu perpecahan justru lebih banyak berasal dari luar tim. Ia merasa berbagai spekulasi seperti itu sering muncul ketika Inggris tampil di turnamen besar. Kebersamaan Jadi Kekuatan Inggris Kane menegaskan keberhasilan Inggris mencapai semifinal tidak lepas dari kekompakan seluruh tim. Hubungan baik tidak hanya terjalin di antara para pemain, tetapi juga melibatkan pelatih dan seluruh staf pendukung. Tim Tiga Singa dinilai mampu melewati berbagai tantangan karena memiliki rasa kebersamaan yang kuat. Faktor tersebut menjadi salah satu modal utama dalam perjalanan mereka di Piala Dunia 2026. Kane juga menilai banyak cerita di luar lapangan yang akhirnya berkembang secara berlebihan. Padahal, kondisi sebenarnya di dalam skuad jauh lebih positif dibanding berbagai spekulasi yang beredar. Baginya, fokus utama seluruh pemain saat ini adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi Argentina pada laga semifinal. Tuchel Punya Gaya Kepemimpinan Berbeda Thomas Tuchel memang dikenal memiliki karakter yang berbeda dibanding pendahulunya, Gareth Southgate. Pelatih asal Jerman itu lebih terbuka dalam menyampaikan pendapat setelah pertandingan. Menurut Kane, gaya komunikasi tersebut justru menjadi salah satu kelebihan Tuchel. Para pemain memahami bahwa semua pernyataannya muncul secara alami dan bukan sesuatu yang direncanakan. Hal itulah yang membuat skuad Inggris tetap percaya kepada sang pelatih. Mereka menilai setiap komentar yang diberikan bertujuan membantu tim berkembang menjadi lebih baik. Kane juga mengingatkan bahwa Tuchel memiliki kualitas sebagai salah satu pelatih terbaik dunia. Pengalaman dan pendekatannya menjadi alasan kuat mengapa seluruh pemain tetap memberikan dukungan penuh. Fokus Inggris Kini Tertuju pada Argentina Setelah memastikan tidak ada masalah di dalam tim, Inggris kini mengalihkan seluruh perhatian ke semifinal melawan Argentina. Tim Tiga Singa ingin menjaga momentum positif demi mengamankan tiket menuju final Piala Dunia 2026. Laga nanti diperkirakan berlangsung sangat ketat karena Argentina tampil konsisten sepanjang turnamen. Inggris pun harus menunjukkan performa terbaik jika ingin menghentikan langkah sang juara bertahan. Dengan suasana tim yang tetap solid dan kepercayaan penuh terhadap Tuchel, Inggris berharap mampu melewati tantangan besar tersebut. Kane optimistis kebersamaan yang dimiliki skuadnya akan menjadi modal penting untuk mengejar mimpi menjadi juara dunia.

Harry Kane Tegaskan Timnas Inggris Tetap Solid Jelang Duel Panas Kontra Argentina Read More »

Rekor Mengerikan Lionel Messi Lawan Klub Premier League, Inggris Patut Waspada

Arenabetting – Lionel Messi kembali menjadi pusat perhatian menjelang semifinal Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Inggris. Duel yang berlangsung di Atlanta Stadium, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB itu menjadi pertemuan pertama Messi melawan Timnas Inggris sepanjang karier internasionalnya. Meski belum pernah menghadapi Inggris di level tim nasional, Messi memiliki pengalaman panjang melawan klub-klub Premier League di Liga Champions. Catatan tersebut membuat lini belakang Inggris wajib memberikan perhatian ekstra kepada kapten Tim Tango yang sedang tampil tajam di Piala Dunia 2026. Hingga babak semifinal, Messi sudah mengoleksi delapan gol dan memimpin daftar pencetak gol terbanyak bersama Kylian Mbappe. Ketajaman itu menjadi modal besar bagi Argentina yang berambisi mempertahankan gelar juara dunia. Statistik Messi Sulit Diabaikan Rekor Messi saat menghadapi klub-klub Premier League terbilang luar biasa. Dari 36 pertandingan, ia terlibat dalam terciptanya 33 gol dengan rincian 27 gol dan enam assist. Catatan tersebut menunjukkan bahwa Messi hampir selalu memberikan kontribusi langsung dalam setiap pertandingan melawan tim asal Inggris. Rata-rata, ia terlibat dalam satu gol setiap sekitar 93 menit bermain. Selain itu, Messi juga pernah mencetak dua hat-trick ke gawang klub Premier League di Liga Champions. Statistik tersebut semakin memperlihatkan kemampuannya tampil maksimal saat menghadapi lawan dari Inggris. Arsenal Jadi Korban Favorit Arsenal menjadi klub yang paling sering merasakan ketajaman Messi. Dari enam pertemuan, ia berhasil mencetak sembilan gol ke gawang The Gunners. Manchester City juga beberapa kali menjadi korban aksi pemain berusia 39 tahun tersebut. Messi mengoleksi tujuh gol dari enam pertandingan melawan klub asal Manchester itu. Sementara itu, Manchester United kebobolan empat gol dalam enam pertemuan. Chelsea menjadi lawan yang paling sering dihadapi Messi, tetapi ia hanya mampu mencetak tiga gol dari sepuluh pertandingan. Liverpool dan Tottenham Hotspur juga pernah merasakan kualitas Messi. Ia mencetak dua gol ke gawang masing-masing klub dalam pertemuan di Liga Champions. Inggris Hadapi Tantangan Besar Tim Tiga Singa datang ke semifinal dengan catatan pertahanan yang belum sepenuhnya meyakinkan. Dari enam pertandingan di Piala Dunia 2026, Inggris baru membukukan dua clean sheet dan sudah kebobolan enam gol. Kondisi tersebut membuat tugas lini belakang Inggris semakin berat. Mereka harus menemukan cara untuk membatasi ruang gerak Messi yang selalu mampu menciptakan peluang berbahaya. Jika memberi sedikit celah, kapten Argentina itu berpotensi menjadi pembeda seperti yang sudah beberapa kali ia lakukan sepanjang turnamen. Pelatih Inggris diperkirakan akan menyiapkan strategi khusus agar Messi tidak leluasa menerima bola maupun membangun serangan dari lini depan. Mampukah Messi Lanjutkan Rekornya? Semifinal ini menjadi kesempatan pertama bagi Messi menghadapi Timnas Inggris. Meski belum pernah bertemu sebelumnya, rekornya melawan klub-klub Premier League memberikan gambaran bahwa ia sangat memahami karakter permainan sepak bola Inggris. Satu-satunya tim Inggris yang belum pernah dibobol Messi adalah Newcastle United. Namun, dua pertemuan tersebut hanya berlangsung dalam laga persahabatan sehingga tidak bisa menjadi ukuran utama. Kini semua mata tertuju pada apakah Messi mampu melanjutkan catatan impresifnya saat menghadapi wakil Inggris. Jika kembali tampil tajam, peluang Argentina melangkah ke final Piala Dunia 2026 tentu akan semakin terbuka.

Rekor Mengerikan Lionel Messi Lawan Klub Premier League, Inggris Patut Waspada Read More »