Komunitas Agen Bola, SBOBET, IBCBET, Prediksi Pasaran Bola & Casino Online Terbesar

Berita Bola

Pedro Porro Bersinar di Semifinal, Bek Spanyol Ini Ukir Rekor Hebat di Piala Dunia 2026

Arenabetting – Pedro Porro tampil sebagai salah satu bintang saat Spanyol menyingkirkan Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026. Bek kanan berusia 26 tahun itu tidak hanya mencetak gol, tetapi juga berperan besar membawa La Furia Roja menang 2-0 dan melaju ke partai final. Gol pertama Spanyol dicetak Mikel Oyarzabal melalui titik penalti pada babak pertama. Setelah jeda, giliran Porro yang menggandakan keunggulan lewat penyelesaian tenang setelah menerima umpan hasil kombinasi apik bersama Dani Olmo dan Oyarzabal. Penampilan gemilang tersebut membuat Porro menjadi salah satu pemain yang paling mendapat sorotan. Selain tampil solid di sektor pertahanan, ia juga memberikan kontribusi besar saat membantu serangan Spanyol. Gol Indah Hasil Kerja Sama Tim Gol yang dicetak Porro lahir melalui skema permainan yang rapi. Dani Olmo dan Mikel Oyarzabal bekerja sama membuka ruang sebelum Porro muncul tanpa kawalan di sisi kanan. Bek Tottenham Hotspur itu kemudian memanfaatkan peluang dengan sangat baik. Tendangannya berhasil menaklukkan kiper Prancis, Mike Maignan, sekaligus memastikan keunggulan Spanyol bertambah. Proses gol tersebut memperlihatkan kualitas permainan kolektif La Furia Roja yang sepanjang turnamen dikenal mengandalkan kerja sama antarpemain. Kontribusi Porro juga menunjukkan bahwa ancaman Spanyol tidak hanya datang dari lini depan, tetapi juga dari para pemain bertahan yang aktif membantu serangan. Jadi Pemain Terbaik Pertandingan Penampilan impresif membuat Porro terpilih sebagai Man of the Match. Ia tampil konsisten sepanjang pertandingan dan mampu menjalankan tugasnya dengan sangat baik di kedua sisi permainan. Selain mencetak gol, Porro juga membukukan satu tekel sukses, satu intersep, tiga kali recovery, dan tiga sapuan penting. Ia turut memenangi duel darat maupun duel udara yang memperkuat lini belakang Spanyol. Catatan tersebut menunjukkan besarnya pengaruh Porro sepanjang pertandingan. Tidak mengherankan jika ia mendapat penilaian tertinggi dari berbagai lembaga statistik. Performa itu sekaligus menjadi bukti perkembangan besar yang ditunjukkan bek kanan tersebut dalam beberapa musim terakhir. Masuk Daftar Bek Tersubur Spanyol Gol ke gawang Prancis juga membawa Porro mencatatkan sejarah baru. Ia menjadi bek kedua Spanyol yang mampu mencetak dua gol dalam satu edisi Piala Dunia. Sebelumnya, pencapaian serupa hanya pernah diraih Fernando Hierro. Legenda Spanyol tersebut lebih dulu mengukir catatan itu pada Piala Dunia 1998 dan 2002. Porro sebelumnya sudah membuka rekening golnya saat Spanyol mengalahkan Austria pada babak 16 besar. Tambahan satu gol di semifinal membuat namanya sejajar dengan salah satu bek terbaik dalam sejarah negaranya. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kontribusinya musim ini jauh melampaui tugas utama sebagai pemain bertahan. Terus Jadi Andalan Spanyol Dengan dua gol yang telah dicetak, Porro juga masuk dalam daftar bek paling produktif di Piala Dunia 2026. Ia menjadi bek ketiga yang mampu mencetak setidaknya dua gol sepanjang turnamen. Performa konsisten itu membuat perannya semakin penting dalam skuad La Furia Roja. Selain kuat saat bertahan, ia juga memberikan ancaman nyata ketika membantu membangun serangan. Kini Porro berpeluang menutup turnamen dengan pencapaian yang lebih besar apabila mampu membantu Spanyol memenangkan partai final. Jika kembali tampil impresif, bek kanan Tottenham Hotspur tersebut berpotensi menjadi salah satu pemain terbaik di Piala Dunia 2026.

Pedro Porro Bersinar di Semifinal, Bek Spanyol Ini Ukir Rekor Hebat di Piala Dunia 2026 Read More »

Rekor Lionel Messi Vs Tim Eropa di Piala Dunia, Inggris Jadi Tantangan Berikutnya

Arenabetting – Lionel Messi kembali berada di ambang pertandingan besar bersama Argentina di Piala Dunia 2026. Sang kapten harus memimpin Tim Tango melewati Inggris pada semifinal jika ingin menjaga peluang mempertahankan gelar juara dunia yang diraih empat tahun lalu. Apabila berhasil mengatasi Tim Tiga Singa, Argentina sudah ditunggu Spanyol di partai final. Dua lawan asal Eropa tersebut menjadi rintangan terakhir yang harus dilewati Messi untuk kembali mengangkat trofi Piala Dunia. Menariknya, Messi memiliki catatan yang cukup impresif saat menghadapi negara-negara Eropa di ajang Piala Dunia. Sepanjang kariernya, ia lebih sering membawa Argentina meraih kemenangan dibanding menelan kekalahan. Rekor Positif Hadapi Wakil Eropa Sejak menjalani debut di Piala Dunia 2006, Messi sudah tampil dalam 19 pertandingan melawan tim-tim Eropa. Dari seluruh laga tersebut, ia berhasil mencatatkan 12 kemenangan, termasuk tiga yang diraih melalui adu penalti. Selain itu, Messi dua kali bermain imbang dan lima kali menelan kekalahan. Salah satu kekalahan tersebut juga terjadi setelah adu penalti. Catatan tersebut menunjukkan tingkat keberhasilan yang cukup tinggi. Jika kemenangan melalui adu penalti ikut dihitung, persentase kemenangan Messi saat menghadapi wakil Eropa mencapai sekitar 63 persen. Statistik itu menjadi modal positif bagi Argentina menjelang duel penting melawan Inggris. Jerman Jadi Lawan Paling Sulit Di balik rekor yang cukup baik, ada beberapa negara yang menjadi batu sandungan bagi Messi. Salah satunya adalah Jerman yang belum pernah berhasil dikalahkan Argentina bersama dirinya di Piala Dunia. Dalam tiga pertemuan, Argentina tersingkir melalui adu penalti pada 2006, kalah telak 0-4 pada perempatfinal 2010, lalu kembali gagal setelah takluk 0-1 pada final Piala Dunia 2014. Belanda juga menjadi lawan yang sering memberikan perlawanan sengit. Tiga pertemuan selalu berakhir imbang setelah waktu normal. Meski demikian, Argentina berhasil lolos melalui adu penalti pada semifinal 2014 dan perempatfinal Piala Dunia 2022. Produktif Saat Bertemu Tim Eropa Tidak hanya memiliki catatan kemenangan yang baik, Messi juga tampil produktif ketika menghadapi negara-negara Eropa. Hingga kini, ia sudah mengoleksi delapan gol dan tujuh assist di Piala Dunia. Salah satu penampilan terbaiknya terjadi pada final Piala Dunia 2022 saat mencetak dua gol ke gawang Prancis. Performa tersebut membantu Argentina bertahan hingga akhirnya memenangkan adu penalti. Messi juga pernah mencatat kombinasi gol dan assist dalam satu pertandingan saat menghadapi Belanda, Kroasia, serta Serbia dan Montenegro. Kontribusi tersebut memperlihatkan bahwa dirinya tetap mampu menjadi pembeda pada laga-laga besar melawan tim-tim kuat Eropa. Inggris Jadi Ujian Berikutnya Kini fokus Messi tertuju pada semifinal melawan Inggris. Kemenangan akan membawa Argentina kembali ke final sekaligus membuka peluang mempertahankan gelar juara dunia. Jika mampu melewati Tim Tiga Singa, Messi berkesempatan menambah rekor positifnya saat menghadapi wakil Eropa di Piala Dunia. Di sisi lain, Spanyol sudah menunggu di partai puncak setelah lebih dulu memastikan tiket ke final. Bagi Messi, pertandingan melawan Inggris bukan sekadar perebutan tiket ke final. Laga tersebut juga menjadi kesempatan untuk kembali menunjukkan kualitasnya di panggung terbesar sepak bola dunia sekaligus menjaga mimpi Argentina mencetak sejarah dengan mempertahankan gelar Piala Dunia.

Rekor Lionel Messi Vs Tim Eropa di Piala Dunia, Inggris Jadi Tantangan Berikutnya Read More »

Thomas Tuchel Minta Inggris Lupakan Rivalitas dengan Argentina, Fokus Rebut Tiket Final

Arenabetting – Inggris bersiap menghadapi Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026 yang digelar di Atlanta Stadium. Duel bergengsi ini kembali mempertemukan dua negara yang memiliki sejarah panjang dan penuh rivalitas di ajang Piala Dunia. Pertandingan tersebut diprediksi berlangsung sengit karena memperebutkan satu tiket menuju partai final. Selain kualitas kedua tim yang sama-sama tinggi, faktor sejarah membuat laga ini memiliki tekanan yang lebih besar dibanding pertandingan biasa. Meski menyadari besarnya gengsi duel melawan Argentina, pelatih Inggris Thomas Tuchel meminta para pemain Tim Tiga Singa tidak terjebak dalam cerita masa lalu. Ia ingin seluruh fokus tertuju pada pertandingan yang akan berlangsung di atas lapangan. Rivalitas Panjang di Piala Dunia Inggris dan Argentina sudah beberapa kali bertemu di panggung Piala Dunia. Pertemuan kedua negara selalu menghadirkan atmosfer panas karena sejarah panjang yang telah terbangun selama puluhan tahun. Salah satu duel paling dikenang terjadi pada perempatfinal Piala Dunia 1986. Saat itu Argentina menang 2-1 berkat dua gol Diego Maradona yang hingga kini masih menjadi bagian penting dalam sejarah sepak bola dunia. Sejak saat itu, setiap pertemuan Inggris dan Argentina selalu menarik perhatian pecinta sepak bola. Tidak hanya soal kualitas permainan, tetapi juga karena rivalitas yang terus hidup dari generasi ke generasi. Namun, Tuchel menilai sejarah tersebut tidak boleh menjadi beban yang memengaruhi penampilan timnya. Tuchel Minta Pemain Tetap Tenang Menurut Tuchel, para pemain tentu memahami arti besar pertandingan melawan Argentina. Meski demikian, ia menegaskan bahwa tim pelatih tidak menjadikan sejarah sebagai bahan utama dalam persiapan. Fokus Inggris sepenuhnya diarahkan pada aspek teknis dan strategi menghadapi sang juara bertahan. Tuchel ingin para pemain tampil dengan kepala dingin tanpa terbawa emosi. Ia percaya pertandingan besar akan lebih mudah dimenangkan apabila seluruh pemain mampu menjaga konsentrasi sejak menit pertama hingga laga berakhir. Karena itu, pendekatan yang diterapkan lebih menitikberatkan pada kesiapan taktik dibanding membahas rivalitas masa lalu. Inggris Siap Hadapi Argentina Terbaik Tuchel menilai Argentina tetap menjadi salah satu tim terkuat di dunia. Oleh sebab itu, Inggris harus mempersiapkan diri menghadapi versi terbaik dari lawannya. Ia juga berharap Tim Tiga Singa mampu mengeluarkan performa terbaik saat pertandingan berlangsung. Menurutnya, hanya penampilan maksimal yang bisa membawa Inggris melangkah ke final. Pelatih asal Jerman tersebut menegaskan tidak ada tim yang tidak bisa dikalahkan. Termasuk Argentina yang datang dengan status juara bertahan Piala Dunia. Keyakinan itu menjadi modal penting bagi Inggris untuk menghadapi salah satu pertandingan terbesar mereka di turnamen ini. Tiket Final Jadi Target Utama Inggris datang ke semifinal dengan tekad mengakhiri penantian panjang meraih gelar Piala Dunia. Kesempatan menembus final menjadi langkah penting dalam mewujudkan target tersebut. Di sisi lain, Argentina tentu ingin mempertahankan gelar yang mereka raih pada edisi sebelumnya. Kondisi itu membuat pertandingan diperkirakan berlangsung ketat sejak awal hingga akhir. Bagi Tuchel, hasil pertandingan tidak akan ditentukan oleh sejarah rivalitas, melainkan oleh kualitas permainan yang ditampilkan di lapangan. Jika mampu menjaga fokus dan menjalankan strategi dengan baik, Tim Tiga Singa memiliki peluang besar untuk mengalahkan Argentina dan melangkah ke final Piala Dunia 2026.

Thomas Tuchel Minta Inggris Lupakan Rivalitas dengan Argentina, Fokus Rebut Tiket Final Read More »

Zinedine Zidane Segera Latih Prancis, Era Didier Deschamps Resmi Berakhir Usai Piala Dunia 2026

Arenabetting – Timnas Prancis dikabarkan akan segera memasuki babak baru setelah Piala Dunia 2026 berakhir. Zinedine Zidane disebut telah mencapai kesepakatan verbal untuk menjadi pelatih baru Les Bleus dan menggantikan Didier Deschamps yang akan mengakhiri masa baktinya. Kabar tersebut menjadi perhatian besar di Prancis. Zidane memang sejak lama disebut sebagai kandidat terkuat untuk menangani tim nasional setelah sukses membangun karier gemilang bersama Real Madrid di level klub. Pergantian pelatih ini menandai berakhirnya era panjang Deschamps yang telah memimpin Prancis selama lebih dari satu dekade. Selama masa kepemimpinannya, Les Bleus kembali menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola dunia. Zidane Sudah Sepakat dengan Federasi Laporan dari sejumlah media Prancis menyebut Zidane telah mencapai kesepakatan secara verbal dengan Federasi Sepak Bola Prancis dalam beberapa bulan terakhir. Proses administrasi kini sedang disiapkan sebelum pengumuman resmi dilakukan. Jika tidak ada perubahan, Zidane akan langsung memulai tugasnya setelah seluruh agenda Piala Dunia 2026 selesai. Mantan gelandang legendaris tersebut memang sudah lama dikaitkan dengan kursi pelatih Prancis. Kini kesempatan itu akhirnya disebut tinggal menunggu penyelesaian proses formal. Keputusan tersebut juga mengakhiri berbagai spekulasi mengenai masa depan Zidane yang selama beberapa tahun terakhir belum kembali menangani tim mana pun. Deschamps Tinggalkan Warisan Besar Didier Deschamps mulai menangani Tim Ayam Jantan sejak 2012 dan berhasil membawa banyak prestasi membanggakan. Di bawah kepemimpinannya, Prancis kembali menjadi langganan kandidat juara di setiap turnamen besar. Puncak keberhasilannya terjadi saat membawa Prancis menjuarai Piala Dunia 2018. Selain itu, ia juga mempersembahkan gelar UEFA Nations League dan mengantar tim menjadi finalis Piala Eropa 2016 serta Piala Dunia 2022. Meski gagal melangkah ke final Piala Dunia 2026 setelah kalah dari Spanyol, pencapaian Deschamps tetap mendapat apresiasi tinggi karena konsistensinya selama bertahun-tahun. Pertandingan perebutan posisi ketiga menjadi laga terakhirnya sebagai pelatih Timnas Prancis sebelum tongkat estafet diberikan kepada Zidane. Zidane Siap Memulai Tantangan Baru Zidane datang dengan modal pengalaman luar biasa di level klub. Bersama Real Madrid, ia berhasil mempersembahkan 11 trofi dalam dua periode kepelatihannya. Keberhasilan tersebut membuat namanya selalu masuk dalam daftar pelatih terbaik dunia. Selama beberapa tahun terakhir, ia juga beberapa kali menolak tawaran dari berbagai klub besar. Pilihan untuk menunggu kesempatan melatih Timnas Prancis akhirnya membuahkan hasil. Zidane kini berpeluang menangani generasi baru pemain berbakat yang dimiliki Les Bleus. Pengalamannya sebagai mantan pemain dan pelatih di level tertinggi diharapkan mampu menjaga daya saing Prancis pada berbagai ajang internasional. Nations League Jadi Ujian Perdana Apabila proses penunjukan berjalan sesuai rencana, Zidane akan memulai debutnya pada UEFA Nations League yang berlangsung mulai September mendatang. Prancis sudah ditunggu persaingan ketat di fase grup bersama Turki, Belgia, dan Italia. Turnamen tersebut akan menjadi kesempatan pertama bagi Zidane untuk menerapkan filosofi permainannya. Publik Prancis tentu berharap pergantian pelatih dapat membawa energi baru sekaligus melanjutkan prestasi yang telah dibangun Deschamps selama lebih dari satu dekade. Kini, seluruh perhatian tertuju pada bagaimana Zidane membuka lembaran baru bersama Les Bleus.

Zinedine Zidane Segera Latih Prancis, Era Didier Deschamps Resmi Berakhir Usai Piala Dunia 2026 Read More »

Lamine Yamal Terus Dominasi Kylian Mbappe, Unggul 6-0 di Laga Knockout

Arenabetting – Lamine Yamal kembali menambah catatan manis saat berhadapan dengan Kylian Mbappe di pertandingan fase gugur. Keberhasilan Spanyol menyingkirkan Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026 membuat rekor pertemuan keduanya semakin mencolok. Kemenangan tersebut membuat Yamal kini mengoleksi enam kemenangan beruntun atas Mbappe dalam laga knockout, baik di level klub maupun bersama tim nasional. Statistik itu menjadi bukti bahwa pemain muda Spanyol tersebut selalu mampu keluar sebagai pemenang setiap kali bertemu sang bintang Prancis pada pertandingan hidup-mati. Meski usia Yamal masih jauh lebih muda, ia terus menunjukkan mental yang luar biasa di laga besar. Sebaliknya, Mbappe kembali harus menerima kenyataan pahit setelah gagal menghentikan laju pemain yang kini menjadi salah satu andalan La Furia Roja. Rekor Sempurna di Fase Gugur Enam kemenangan beruntun atas Mbappe bukanlah catatan yang mudah diraih. Seluruh hasil itu terjadi pada pertandingan knockout yang memiliki tekanan tinggi dan menentukan nasib sebuah tim. Yamal mampu menjaga konsistensinya setiap kali bertemu Mbappe. Baik saat membela klub maupun tim nasional, hasil akhirnya selalu berpihak kepada pemain asal Spanyol tersebut. Catatan itu semakin mempertegas bahwa Yamal sudah terbiasa tampil maksimal dalam pertandingan-pertandingan besar yang menuntut kualitas dan mental juara. Semifinal Piala Dunia Jadi Bukti Terbaru Pertemuan terbaru terjadi pada semifinal Piala Dunia 2026. Spanyol tampil lebih efektif dan berhasil mengalahkan Prancis dengan skor 2-0 untuk mengamankan tiket menuju partai final. Yamal kembali menjadi bagian penting dari permainan Tim Matador. Pergerakannya di lini depan mampu memberikan tekanan kepada pertahanan Prancis sepanjang pertandingan. Di sisi lain, Mbappe kesulitan memberikan pengaruh besar. Lini belakang Spanyol berhasil membatasi ruang geraknya sehingga peluang yang dimiliki Prancis tidak banyak membuahkan hasil. Kemenangan itu sekaligus memperpanjang dominasi Yamal atas pemain yang selama ini dikenal sebagai salah satu penyerang terbaik dunia. Mental Juara Yamal Jadi Sorotan Salah satu keunggulan terbesar Yamal adalah kemampuannya menjaga ketenangan di pertandingan penting. Meski masih berusia muda, ia mampu tampil percaya diri saat menghadapi lawan-lawan terbaik. Kemampuan mengambil keputusan dengan cepat membuat permainan Yamal semakin matang. Ia tidak hanya berbahaya saat menyerang, tetapi juga aktif membantu tim ketika kehilangan bola. Perkembangan tersebut membuat Yamal semakin dipercaya menjadi salah satu pemain kunci Spanyol dalam perjalanan menuju gelar juara Piala Dunia 2026. Banyak pengamat menilai konsistensi di laga knockout menjadi salah satu alasan mengapa namanya terus mendapat sorotan di level internasional. Mbappe Masih Menunggu Balas Dendam Bagi Mbappe, rekor 0-6 tentu menjadi catatan yang ingin segera diakhiri. Penyerang Prancis itu masih memiliki peluang membalas pada pertemuan berikutnya jika kedua pemain kembali bertemu di kompetisi besar. Meski demikian, Yamal saat ini berada dalam posisi yang lebih unggul. Enam kemenangan beruntun di fase gugur menunjukkan dirinya mampu tampil lebih efektif ketika tekanan pertandingan mencapai puncaknya. Dengan performa yang terus meningkat, Yamal berpeluang memperpanjang rekor impresif tersebut pada masa mendatang. Sementara itu, Mbappe harus bekerja lebih keras agar bisa memutus dominasi pemain muda Spanyol yang terus mencuri perhatian di panggung sepak bola dunia.

Lamine Yamal Terus Dominasi Kylian Mbappe, Unggul 6-0 di Laga Knockout Read More »

Zlatan Ibrahimovic Sanjung Rodri, Sebut Kapten Spanyol Kurang Dapat Pengakuan

Arenabetting – Spanyol berhasil memastikan tempat di final Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Prancis dengan skor 2-0 di Dallas Stadium. Kemenangan tersebut tidak hanya mendapat pujian karena permainan kolektif Tim Matador, tetapi juga memunculkan apresiasi besar terhadap peran Rodri di lini tengah. Mikel Oyarzabal membuka keunggulan Spanyol melalui tendangan penalti pada babak pertama. Setelah jeda, Pedro Porro menggandakan keunggulan lewat kerja sama apik dengan rekan setimnya. Hasil itu membawa La Furia Roja selangkah lebih dekat menuju gelar juara dunia. Di balik kemenangan tersebut, legenda sepak bola Zlatan Ibrahimovic justru memilih menyoroti Rodri. Menurutnya, gelandang Manchester City itu merupakan sosok paling penting dalam permainan Spanyol meski tidak selalu menjadi pusat perhatian. Rodri Jadi Pengatur Permainan Spanyol Sepanjang Piala Dunia 2026, Rodri tampil sebagai jenderal lini tengah sekaligus kapten Spanyol. Ia berperan menjaga keseimbangan permainan, baik saat tim menyerang maupun bertahan. Kemampuannya mengatur tempo membuat Spanyol mampu mengendalikan pertandingan dalam banyak kesempatan. Rodri juga dikenal tenang saat menguasai bola dan jarang kehilangan kontrol di bawah tekanan lawan. Perannya tidak hanya terlihat dari kemampuan mengalirkan bola, tetapi juga saat menghentikan serangan lawan sebelum berkembang menjadi peluang berbahaya. Zlatan Beri Pujian Tinggi Ibrahimovic menilai Rodri sebagai pemain yang sangat lengkap. Menurutnya, gelandang berusia 30 tahun itu mampu membangkitkan semangat tim sekaligus meredam tekanan ketika pertandingan berjalan sulit. Ia juga mengingat perjalanan Rodri yang sempat mengalami cedera lutut serius pada 2024. Meski begitu, pemain asal Spanyol tersebut mampu bangkit dan kembali menunjukkan performa terbaiknya. Bermain di Premier League yang memiliki persaingan ketat dinilai membuat Rodri semakin matang. Pengalaman itu kemudian dibawa ke Tim Matador hingga mampu tampil konsisten sepanjang turnamen. Bagi Ibrahimovic, Rodri merupakan tipe pemain yang dibutuhkan oleh setiap tim karena mampu memberikan keseimbangan di semua lini. Dinilai Kurang Mendapat Apresiasi Meski memiliki kontribusi besar, Ibrahimovic merasa Rodri belum memperoleh pengakuan sebesar pemain-pemain lain. Padahal, perannya sangat penting dalam setiap pertandingan yang dijalani Spanyol. Legenda asal Swedia itu mengingatkan bahwa Rodri merupakan peraih Ballon d’Or. Gelar individu bergengsi tersebut menjadi bukti kualitasnya sebagai salah satu gelandang terbaik dunia. Menurut Ibrahimovic, banyak orang hanya memperhatikan pencetak gol, sementara pemain seperti Rodri sering luput dari sorotan meski memiliki pengaruh besar terhadap hasil pertandingan. Karena itulah, ia menegaskan bahwa Rodri layak mendapat penghargaan lebih atas kontribusinya di lapangan. Catatan Rekor yang Mengesankan Performa Rodri di Piala Dunia 2026 juga tercermin dari statistik impresif. Ia mencatatkan total 655 umpan sepanjang turnamen hingga babak semifinal. Jumlah tersebut menjadi rekor baru sebagai pemain dengan umpan terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia sejak pencatatan statistik dimulai pada 1966. Angka itu menunjukkan betapa besarnya peran Rodri dalam membangun permainan Spanyol. Kini, Rodri berpeluang menutup turnamen dengan cara yang sempurna apabila mampu membawa La Furia Roja meraih gelar juara. Penampilannya di final akan kembali menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan Spanyol mengangkat trofi Piala Dunia 2026.

Zlatan Ibrahimovic Sanjung Rodri, Sebut Kapten Spanyol Kurang Dapat Pengakuan Read More »