Komunitas Agen Bola, SBOBET, IBCBET, Prediksi Pasaran Bola & Casino Online Terbesar

Berita Bola

Summerville Selangkah Lagi Pecahkan Rekor, Masuk 3 Transfer Termahal Saudi Pro League

Arenabetting – Crysencio Summerville dikabarkan tinggal selangkah lagi menyelesaikan kepindahannya ke Al Hilal. Winger Timnas Belanda itu bakal menjadi salah satu pemain dengan nilai transfer terbesar sepanjang sejarah Saudi Pro League apabila proses transfer berjalan lancar. Klub raksasa Arab Saudi tersebut disebut telah mencapai kesepakatan dengan West Ham United. Kini, Summerville hanya perlu menjalani tes medis sebelum diperkenalkan sebagai rekrutan anyar Al Hilal untuk menghadapi musim 2026/2027. Transfer ini kembali memperlihatkan ambisi besar klub-klub Saudi Pro League dalam mendatangkan pemain-pemain berkualitas yang masih berada di usia emas. Summerville pun diproyeksikan menjadi tambahan penting bagi skuad Al Hilal yang terus membangun kekuatan untuk bersaing di berbagai kompetisi. Al Hilal Sepakati Transfer Bernilai Fantastis Menurut laporan The Athletic, Al Hilal sepakat membayar 55 juta pound sterling sebagai biaya transfer awal kepada West Ham United. Selain itu, terdapat tambahan bonus senilai 5 juta pound sterling yang membuat nilai keseluruhan transfer mencapai 60 juta pound sterling. Jika dikonversikan, nilai tersebut mencapai sekitar Rp 1,32 triliun. Angka fantastis itu menempatkan Summerville di jajaran transfer termahal dalam sejarah Saudi Pro League. Pemain berusia 24 tahun tersebut kini tinggal menyelesaikan proses tes medis. Setelah seluruh tahapan administrasi rampung, Al Hilal diperkirakan segera mengumumkan perekrutannya secara resmi. Masuk Tiga Besar Transfer Termahal Saudi Pro League Dengan nilai transfer mencapai 60 juta pound sterling, Summerville akan langsung menempati posisi ketiga dalam daftar pembelian pemain termahal sepanjang sejarah Saudi Pro League. Posisi pertama masih ditempati Neymar yang direkrut Al Hilal dari Paris Saint-Germain pada musim panas 2023 dengan nilai transfer sekitar 90 juta euro. Sementara itu, urutan kedua menjadi milik Jhon Duran. Striker asal Kolombia tersebut diboyong Al Nassr dari Aston Villa pada awal 2025 dengan biaya sekitar 77 juta euro. Masuknya nama Summerville ke daftar elite tersebut semakin menegaskan keseriusan klub-klub Arab Saudi dalam menginvestasikan dana besar demi meningkatkan kualitas kompetisi domestik mereka. Sempat Jadi Rebutan Klub-klub Eropa Sebelum mendekat ke Al Hilal, Summerville lebih dulu menjadi incaran sejumlah klub besar Eropa. Penampilannya bersama West Ham membuat banyak tim tertarik menggunakan jasanya pada bursa transfer musim panas. AS Roma termasuk salah satu klub yang paling serius. Klub Serie A itu bahkan dikabarkan sempat mengajukan proposal kepada West Ham untuk memboyong mantan pemain Leeds United tersebut. Manchester United juga beberapa kali dihubungkan dengan Summerville. Klub Premier League itu disebut memantau perkembangan sang winger sebagai salah satu opsi untuk memperkuat sektor penyerangan. Meski begitu, Al Hilal bergerak lebih cepat dibanding para pesaingnya. Keseriusan klub asal Arab Saudi tersebut akhirnya membuat proses negosiasi berjalan mulus hingga tercapai kesepakatan dengan West Ham. Bukti Ambisi Saudi Datangkan Bintang Usia Emas Kepindahan Summerville menjadi sinyal bahwa Saudi Pro League belum mengendurkan ambisinya dalam membangun kompetisi yang semakin kompetitif. Berbeda dengan anggapan hanya memburu pemain senior, kini klub-klub Arab Saudi juga mulai fokus mendatangkan pemain yang masih berada di usia produktif. Summerville yang baru berusia 24 tahun dinilai masih memiliki ruang besar untuk berkembang. Kehadirannya diharapkan mampu meningkatkan kualitas lini serang Al Hilal sekaligus menjadi investasi jangka panjang bagi klub. Apabila seluruh proses berjalan sesuai rencana, Summerville akan segera menjadi salah satu transfer terbesar dalam sejarah Saudi Pro League sekaligus membuka babak baru dalam perjalanan kariernya setelah sebelumnya sempat diminati sejumlah klub papan atas Eropa.

Summerville Selangkah Lagi Pecahkan Rekor, Masuk 3 Transfer Termahal Saudi Pro League Read More »

Kalah di Final, Lisandro Martinez Tetap Bangga Bela Argentina dan Beri Selamat untuk Spanyol

Arenabetting – Argentina harus mengubur mimpi mempertahankan gelar juara setelah takluk 0-1 dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026. Pertandingan berlangsung sengit hingga babak perpanjangan waktu, tetapi gol Ferran Torres memastikan La Furia Roja keluar sebagai kampiun dunia. Kekalahan tersebut menjadi pukulan berat bagi skuad Lionel Scaloni. Selain gagal mempertahankan trofi, Argentina juga harus menerima kenyataan tampil di bawah tekanan sepanjang pertandingan dan kesulitan menciptakan peluang berbahaya ke gawang lawan. Di tengah kekecewaan itu, bek Manchester United Lisandro Martinez menyampaikan pesan menyentuh melalui media sosial. Ia mengungkapkan rasa bangga tetap bisa membela negaranya sekaligus memberikan penghormatan kepada Spanyol yang dinilai pantas menjadi juara. Lisandro Cedera, Argentina Kehilangan Pilar Penting Lisandro Martinez dipercaya tampil sebagai starter pada laga final. Bek berusia 28 tahun itu menjadi salah satu andalan Lionel Scaloni dalam menjaga lini belakang sepanjang turnamen. Namun nasib kurang beruntung menghampirinya. Lisandro mengalami cedera sehingga harus ditarik keluar pada menit ke-44, membuat Argentina kehilangan salah satu pemain bertahan terbaiknya saat menghadapi tekanan Spanyol. Absennya Lisandro di babak kedua membuat Scaloni harus mengubah komposisi pertahanan. Pergantian itu membuat Argentina lebih banyak bertahan menghadapi dominasi penguasaan bola dan serangan bertubi-tubi dari lawan. Pesan Emosional untuk Seluruh Pendukung Argentina Usai pertandingan, Lisandro menyampaikan pesan penuh emosi kepada seluruh masyarakat Argentina. Ia mengaku sangat sedih karena gagal membawa pulang trofi yang menjadi impian bersama. Meski demikian, bek Manchester United tersebut menegaskan rasa bangganya tidak pernah berkurang. Ia merasa terhormat bisa mengenakan seragam Tim Tango dan berjuang bersama rekan-rekannya sepanjang turnamen. Lisandro juga memberikan apresiasi kepada seluruh orang yang bekerja di balik layar tim nasional. Menurutnya, staf pelatih, tim medis, kitman, koki, hingga seluruh pendukung memiliki peran besar dalam perjalanan Argentina di Piala Dunia 2026. Ia turut menyampaikan terima kasih kepada para suporter yang terus memberikan dukungan tanpa henti, baik yang hadir langsung di stadion maupun yang memberi semangat dari Argentina. Akui Spanyol Layak Menjadi Juara Dunia Di tengah rasa kecewa, Lisandro menunjukkan sikap sportif. Ia secara terbuka memberikan ucapan selamat kepada Timnas Spanyol yang berhasil mengangkat trofi Piala Dunia 2026. Menurutnya, Spanyol memang pantas menjadi juara setelah memperlihatkan performa yang sangat konsisten sepanjang turnamen hingga laga final. Pengakuan tersebut menjadi bukti rasa hormat terhadap lawan meski baru saja mengalami kekalahan menyakitkan. Pernyataan Lisandro berbeda dengan sorotan yang muncul terhadap sejumlah insiden panas setelah pertandingan. Final Piala Dunia 2026 memang sempat diwarnai keributan antarpemain yang kini masih menjadi perhatian publik sepak bola. Walau begitu, Lisandro memilih menonjolkan semangat sportivitas. Ia berharap perjalanan Argentina di turnamen ini tetap dikenang sebagai bukti kerja keras seluruh tim, bukan hanya hasil akhir. Tegaskan Perjuangan Argentina Tak Ditentukan Satu Hasil Lisandro menegaskan bahwa satu kekalahan tidak akan menghapus seluruh perjuangan Argentina selama bertahun-tahun. Ia menilai timnya telah melewati banyak rintangan dan selalu berusaha bangkit dalam setiap situasi sulit. Menurutnya, hasil pertandingan tidak menentukan nilai dari perjalanan yang telah dibangun bersama. Ia yakin semangat juang dan kebersamaan skuad Albiceleste tetap menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Argentina. Menutup pesannya, Lisandro mengingatkan bahwa membela Argentina merupakan kehormatan terbesar dalam kariernya. Ia berharap dukungan luar biasa dari masyarakat terus terjaga, sembari mengutip kalimat yang menyebut bahwa kejatuhan orang-orang hebat sering kali menjadi kebahagiaan bagi mereka yang biasa-biasa saja.

Kalah di Final, Lisandro Martinez Tetap Bangga Bela Argentina dan Beri Selamat untuk Spanyol Read More »

Chelsea Makin Gemar Rekrut Alumni Akademi Manchester City, Morgan Rogers Jadi Rekrutan Terbaru

Arenabetting – Chelsea kembali membuat gebrakan di bursa transfer musim panas dengan mendatangkan Morgan Rogers. Kedatangan pemain asal Inggris itu menambah panjang daftar jebolan akademi Manchester City yang kini berkarier bersama The Blues. Transfer Rogers sekaligus memperlihatkan strategi Chelsea yang dalam beberapa tahun terakhir semakin sering merekrut pemain-pemain yang pernah dibina di akademi Manchester City. Meski tidak semuanya menembus tim utama The Citizens, banyak di antara mereka berkembang menjadi pemain berkualitas di klub lain. Fenomena ini pun menarik perhatian. Chelsea seolah menjadikan lulusan akademi Manchester City sebagai salah satu target utama dalam membangun skuad yang lebih kompetitif untuk menghadapi musim 2026/2027. Morgan Rogers Jadi Rekrutan Terbaru Chelsea Morgan Rogers resmi bergabung dengan Chelsea setelah ditebus dari Aston Villa dengan nilai transfer fantastis. Kepindahan tersebut bahkan memecahkan rekor sebagai pemain Inggris termahal. Sebelum bersinar bersama Aston Villa, Rogers merupakan bagian dari akademi Manchester City pada periode 2019 hingga 2023. Namun, ia kesulitan mendapatkan tempat di tim utama sehingga memutuskan melanjutkan karier di klub lain. Perkembangannya bersama Middlesbrough dan Aston Villa membuat Chelsea akhirnya tertarik memboyong pemain berusia 24 tahun itu sebagai bagian penting dalam proyek jangka panjang klub. Deretan Eks Akademi City yang Kini Membela Chelsea Morgan Rogers bukan nama pertama yang menempuh jalur dari akademi Manchester City menuju Stamford Bridge. Sebelumnya, Chelsea sudah lebih dulu memiliki sejumlah pemain dengan latar belakang serupa. Cole Palmer menjadi contoh paling sukses. Ia meninggalkan Manchester City pada 2023 setelah minim kesempatan bermain, kemudian berkembang menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di Chelsea. Selain Palmer, terdapat Liam Delap yang bergabung setelah sempat memperkuat Ipswich Town. Romeo Lavia, Jamie Gittens, dan Tosin Adarabioyo juga pernah menimba ilmu di akademi Manchester City sebelum akhirnya berlabuh di Chelsea. Menariknya, jumlah mantan pemain akademi Manchester City di skuad utama Chelsea kini bahkan lebih banyak dibanding lulusan akademi Chelsea sendiri. Joe Shields Jadi Sosok Penting di Balik Strategi Chelsea Salah satu faktor yang diyakini membuat Chelsea begitu aktif merekrut alumni akademi Manchester City adalah keberadaan Joe Shields. Ia kini bekerja di Chelsea sebagai bagian dari tim perekrutan pemain. Sebelum bergabung ke Chelsea, Shields pernah menjadi sosok penting di departemen rekrutmen akademi Manchester City. Pengalamannya membuat ia mengenal kualitas banyak pemain muda yang kini berkembang di berbagai klub. Pengetahuan tersebut menjadi keuntungan tersendiri bagi Chelsea. Klub bisa lebih percaya diri merekrut pemain yang sudah dipantau sejak usia muda dan terbukti memiliki potensi besar untuk berkembang. Strategi ini juga dinilai lebih aman dibanding merekrut pemain yang belum memiliki pengalaman di kompetisi level tertinggi. Chelsea Bangun Skuad dengan Fondasi Pemain Muda Keputusan Chelsea terus memburu jebolan akademi Manchester City menunjukkan arah pembangunan tim yang berfokus pada pemain muda berkualitas. Klub berharap para pemain tersebut mampu menjadi tulang punggung skuad dalam jangka panjang. Selain Rogers, Palmer, Delap, Lavia, Gittens, dan Adarabioyo, Chelsea juga pernah diperkuat sejumlah sosok yang memiliki keterkaitan dengan Manchester City, termasuk mantan staf pelatih dan jajaran eksekutif klub tersebut. Kini, di bawah arahan Xabi Alonso, Chelsea berharap strategi perekrutan ini mampu mengembalikan klub ke papan atas sepak bola Inggris. Kehadiran Morgan Rogers menjadi bukti bahwa The Blues masih percaya kualitas lulusan akademi Manchester City sebagai fondasi untuk membangun tim yang lebih kompetitif di masa depan.

Chelsea Makin Gemar Rekrut Alumni Akademi Manchester City, Morgan Rogers Jadi Rekrutan Terbaru Read More »

Gianni Infantino Habiskan 142 Jam di Udara Selama Piala Dunia 2026

Arenabetting – Presiden FIFA Gianni Infantino menjalani jadwal yang sangat padat sepanjang penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Orang nomor satu di FIFA itu diketahui terus berpindah dari satu kota ke kota lainnya demi menyaksikan langsung pertandingan di berbagai stadion. Turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko memang menghadirkan tantangan tersendiri karena lokasi pertandingan tersebar di banyak kota. Kondisi tersebut membuat Infantino harus menghabiskan banyak waktu di perjalanan udara. Selama berlangsungnya Piala Dunia 2026, Infantino mencatatkan total 142 jam berada di dalam pesawat. Perjalanan tersebut dilakukan untuk memastikan kehadirannya dalam berbagai laga penting sepanjang turnamen. Hadiri 44 Pertandingan di 18 Kota Gianni Infantino tercatat hadir langsung dalam 44 pertandingan selama Piala Dunia 2026. Untuk memenuhi agenda tersebut, ia mengunjungi 18 kota yang menjadi lokasi penyelenggaraan pertandingan. Mobilitas tinggi itu menjadi bagian dari tugasnya sebagai Presiden FIFA. Kehadirannya di berbagai stadion juga menunjukkan dukungan terhadap kelancaran turnamen terbesar dalam dunia sepak bola tersebut. Sepanjang turnamen, Infantino terus berpindah dari satu negara tuan rumah ke negara lainnya. Jadwal yang padat membuat sebagian besar waktunya dihabiskan untuk melakukan perjalanan udara. Menempuh Jarak Hingga 100 Ribu Kilometer Untuk mendukung mobilitasnya, Infantino menggunakan jet pribadi milik Qatar Airways. Pesawat tersebut dipakai selama menjalani seluruh rangkaian perjalanan di Piala Dunia 2026. Total jarak yang ditempuh mencapai sekitar 100 ribu kilometer. Angka itu setara dengan hampir tiga kali mengelilingi Bumi, menggambarkan betapa padatnya aktivitas sang Presiden FIFA selama turnamen berlangsung. Jet pribadi yang digunakan memiliki nilai sekitar 65 juta dolar AS dan mampu membawa hingga 13 penumpang. Pesawat tersebut juga dapat melaju dengan kecepatan maksimal sekitar 981 kilometer per jam. Dengan spesifikasi tersebut, perjalanan antarkota yang berjauhan dapat ditempuh dalam waktu lebih singkat sehingga jadwal kunjungan ke berbagai pertandingan tetap berjalan sesuai rencana. Dari Penerbangan 28 Menit hingga Hampir Enam Jam Di antara seluruh perjalanan yang dijalani, penerbangan paling singkat berlangsung dari Seattle menuju Vancouver. Rute tersebut hanya memakan waktu sekitar 28 menit. Sebaliknya, perjalanan terlama terjadi saat Infantino terbang dari Miami menuju Seattle. Penerbangan itu berlangsung selama 5 jam 44 menit karena jarak kedua kota yang cukup jauh. Perbedaan durasi penerbangan menunjukkan luasnya wilayah penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Dengan tiga negara sebagai tuan rumah, perpindahan antarlokasi menjadi tantangan logistik yang cukup besar. Meski harus menghabiskan waktu berjam-jam di udara, seluruh agenda kunjungan tetap berhasil dijalankan hingga pertandingan final selesai digelar. Mobilitas Tinggi Warnai Piala Dunia 2026 Format Piala Dunia 2026 yang melibatkan Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko membuat mobilitas seluruh pihak menjadi jauh lebih kompleks dibanding edisi-edisi sebelumnya. Hal itu juga dirasakan langsung oleh Gianni Infantino selama menjalankan tugasnya. Dengan menghadiri 44 pertandingan di 18 kota berbeda, Presiden FIFA menunjukkan komitmennya untuk terus memantau jalannya kompetisi dari dekat. Perjalanan sejauh 100 ribu kilometer dan total 142 jam di udara menjadi bukti padatnya aktivitas yang dijalani sepanjang turnamen. Kini, setelah Piala Dunia 2026 berakhir, perhatian FIFA akan mulai beralih ke berbagai agenda internasional berikutnya, termasuk persiapan menuju Piala Dunia 2030 yang dipastikan kembali menghadirkan tantangan besar dalam penyelenggaraannya.

Gianni Infantino Habiskan 142 Jam di Udara Selama Piala Dunia 2026 Read More »

Mario Gila Langsung Betah di AC Milan, Sebut Rossoneri Sudah Seperti Rumah

Arenabetting – Mario Gila tak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi setelah resmi bergabung dengan AC Milan. Bek asal Spanyol itu mengaku langsung merasa nyaman sejak menjalani hari-hari pertamanya bersama Rossoneri. Pemain berusia 25 tahun tersebut didatangkan dari Lazio pada 10 Juli 2026. AC Milan mengikatnya dengan kontrak jangka panjang hingga 30 Juni 2031, sementara Gila akan mengenakan nomor punggung 34 pada musim 2026/2027. Setelah menjalani pekan pertama di Milanello, Gila mengaku terkesan dengan suasana di dalam klub. Sambutan hangat dari seluruh elemen tim membuat proses adaptasinya berjalan jauh lebih mudah dari yang dibayangkan. Sambutan Hangat Bikin Gila Cepat Beradaptasi Dalam pertemuan bersama para pendukung di Milan Store Via Dante, Mario Gila mengungkapkan kebahagiaannya bisa menjadi bagian dari AC Milan. Ia menilai atmosfer di klub sangat positif sejak hari pertama bergabung. Menurutnya, seluruh anggota tim memberikan dukungan penuh, mulai dari staf pelatih, tim medis, petugas perlengkapan, hingga para pemain. Kondisi tersebut membuatnya langsung merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar Rossoneri. Gila juga menilai hubungan antarpemain terjalin dengan sangat baik. Keharmonisan di ruang ganti menjadi salah satu alasan utama yang membuat dirinya semakin percaya diri menghadapi tantangan baru bersama Milan. Diproyeksikan Perkuat Lini Belakang Rossoneri Kehadiran Mario Gila menjadi bagian dari proyek pembangunan ulang skuad AC Milan. Rossoneri ingin memperkuat sektor pertahanan setelah melewati dua musim yang kurang memuaskan. Bek asal Spanyol itu diharapkan mampu memberikan kestabilan di lini belakang berkat pengalaman yang dimilikinya selama memperkuat Lazio. Kemampuan membaca permainan dan duel bertahan menjadi nilai lebih yang dimiliki Gila. Selain itu, usianya yang masih 25 tahun membuat Milan melihatnya sebagai investasi jangka panjang. Klub berharap Gila bisa menjadi salah satu pilar utama pertahanan dalam beberapa musim mendatang. Dengan kontrak hingga 2031, Milan menunjukkan kepercayaan besar kepada sang pemain untuk menjadi bagian penting dalam proyek jangka panjang klub. Mulai Menikmati Kehidupan di Kota Milan Tak hanya merasa nyaman di dalam lingkungan klub, Mario Gila juga mulai menikmati kehidupan di Kota Milan. Meski sebagian besar waktunya masih dihabiskan di pusat latihan Milanello, ia mengaku perlahan mulai beradaptasi. Kesempatan menikmati hari libur dimanfaatkan Gila untuk mengenal kota barunya. Pengalaman tersebut membuatnya semakin yakin telah mengambil keputusan yang tepat dengan bergabung ke AC Milan. Menurutnya, suasana kota Milan memberikan rasa nyaman dan membuat proses adaptasi berjalan lebih mudah. Ia berharap bisa terus menikmati kehidupan di sana selama membela Rossoneri. Gila bahkan mengaku kini sudah mulai menganggap Milan sebagai rumah barunya. Perasaan tersebut menjadi motivasi tambahan untuk memberikan penampilan terbaik di setiap kesempatan. Siap Bantu Milan Bangkit Musim Ini Mario Gila datang ke AC Milan dengan ambisi besar membantu klub kembali bersaing dalam perebutan gelar. Ia ingin memberikan kontribusi maksimal sejak awal musim dan membalas kepercayaan yang telah diberikan manajemen. Persaingan di lini belakang diperkirakan akan berlangsung ketat, tetapi Gila siap bekerja keras demi mendapatkan tempat utama di skuad. Ia juga berharap dapat terus berkembang bersama rekan-rekan setimnya. Dengan proses adaptasi yang berjalan mulus serta suasana tim yang kondusif, bek asal Spanyol itu optimistis mampu tampil maksimal sepanjang musim 2026/2027. Kini, fokus utamanya adalah membantu AC Milan kembali menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola Italia dan Eropa.

Mario Gila Langsung Betah di AC Milan, Sebut Rossoneri Sudah Seperti Rumah Read More »

Transfer Ter Stegen ke Ajax Belum Rampung, Maarten Paes Masih Jadi Andalan

Arenabetting – Transfer Marc-Andre ter Stegen dari Barcelona ke Ajax Amsterdam masih belum menemui titik terang. Padahal, kedua klub sebelumnya dikabarkan telah mencapai kesepakatan untuk peminjaman sang kiper sepanjang musim 2026/2027. Ajax memang ingin segera menuntaskan proses tersebut agar Ter Stegen bisa langsung bergabung dengan skuad sebelum kompetisi resmi dimulai. Namun, hingga kini kepindahan penjaga gawang asal Jerman itu masih tertunda. Di tengah ketidakpastian tersebut, Ajax diperkirakan tetap mengandalkan Maarten Paes sebagai kiper utama. Penjaga gawang Timnas Indonesia itu berpeluang kembali mengisi posisi inti saat klub memulai musim baru. Kendala Pajak Hambat Kepindahan Ter Stegen Negosiasi antara Ajax Amsterdam dan Barcelona sebenarnya telah berlangsung sejak awal Juli. Klub Belanda itu bahkan disebut siap menanggung penuh gaji Ter Stegen selama masa peminjaman. Meski begitu, proses transfer belum dapat diselesaikan karena muncul persoalan terkait administrasi perpajakan. Detail tersebut menjadi penghambat utama yang membuat kepindahan sang kiper belum bisa diresmikan. Barcelona dikabarkan menegaskan bahwa kendala tersebut bukan berasal dari pihak mereka. Situasi itu membuat Ajax harus bersabar sembari menunggu seluruh proses administratif selesai. Ajax Ingin Segera Selesaikan Transfer Ajax dikabarkan mulai merasa khawatir karena membutuhkan kepastian mengenai posisi penjaga gawang sebelum kompetisi bergulir. Kehadiran Ter Stegen dinilai dapat menambah pengalaman sekaligus meningkatkan kualitas skuad. Meski demikian, manajemen klub disebut tetap bersikap tenang apabila transfer akhirnya gagal diwujudkan. Ajax telah menyiapkan skenario lain agar tidak mengalami krisis di bawah mistar gawang. Hingga saat ini belum ada informasi mengenai kapan persoalan perpajakan tersebut bisa diselesaikan. Semua pihak masih menunggu perkembangan terbaru dalam beberapa hari ke depan. Sementara proses negosiasi berjalan, tim pelatih tetap mempersiapkan skuad dengan komposisi yang tersedia agar tidak mengganggu program pramusim. Maarten Paes Dipercaya Mengawal Gawang Ajax Selama menunggu kepastian transfer Ter Stegen, Maarten Paes masih menjadi pilihan utama Ajax Amsterdam. Kiper Timnas Indonesia itu tampil cukup konsisten sejak bergabung pada bursa transfer musim dingin 2026. Paes mencatatkan 11 penampilan di Eredivisie dan membantu Ajax tampil kompetitif hingga akhir musim. Penampilannya juga berperan penting saat klub mengamankan tiket ke Conference League. Selain tampil solid di kompetisi domestik, Paes turut membawa Ajax memenangi laga playoff Conference League. Ia ikut mengantar tim mengalahkan FC Groningen di semifinal dan menang melalui adu penalti melawan Utrecht pada partai final. Performa tersebut membuat Paes kembali dipercaya menjaga gawang Ajax dalam pertandingan penting selama proses transfer Ter Stegen belum selesai. Fokus Hadapi Kualifikasi Conference League Ajax Amsterdam akan segera memulai perjalanan mereka di babak kualifikasi kedua Conference League. Klub asal Belanda itu dijadwalkan bertandang ke markas Vojvodina dari Serbia pada Jumat (24/7/2026) dini hari WIB. Dengan situasi transfer Ter Stegen yang belum menemui kepastian, peluang Maarten Paes tampil sebagai starter semakin terbuka. Pengalaman yang dimilikinya bersama Ajax musim lalu menjadi modal penting menghadapi laga tersebut. Tim pelatih tentu berharap persoalan administrasi bisa segera diselesaikan agar memiliki lebih banyak pilihan di posisi penjaga gawang. Namun sebelum itu terjadi, Ajax diyakini tetap memberikan kepercayaan penuh kepada Paes untuk mengawal gawang dan membantu tim meraih hasil positif di awal musim.

Transfer Ter Stegen ke Ajax Belum Rampung, Maarten Paes Masih Jadi Andalan Read More »