Komunitas Agen Bola, SBOBET, IBCBET, Prediksi Pasaran Bola & Casino Online Terbesar

Berita Bola

Bos Manchester City Tetap Percaya Klubnya Bakal Lolos dari Hukuman

Arenabetting – Manchester City menghadapi proses panjang setelah dinyatakan bersalah dalam 114 kasus pelanggaran finansial. Namun, chairman Khaldoon Al Mubarak tetap yakin klubnya tidak akan menerima hukuman setelah proses hukum berakhir. City sebelumnya menghadapi 115 dakwaan yang diajukan Premier League sejak 2023. Komisi independen kemudian menyatakan 114 perkara terbukti, sementara satu dakwaan lainnya tidak berlanjut. Perkara tersebut mencakup periode 2009 hingga 2023 dan berkaitan dengan laporan keuangan, pembayaran kepada pemain serta manajer, aturan profitabilitas dan keberlanjutan, regulasi UEFA, hingga kewajiban bekerja sama selama proses investigasi. Al Mubarak menegaskan City tetap percaya pada posisinya. Al Mubarak Tetap Yakin pada City Al Mubarak sudah berada di lingkungan Manchester City selama 18 tahun. Ia merasa perjalanan panjang bersama klub membuatnya memahami betapa besar arti City bagi dirinya maupun para pendukung. Dalam surat terbuka kepada fans, Al Mubarak meminta suporter tetap tenang menghadapi perkembangan perkara. Ia mengatakan proses di Premier League masih panjang dan klub sejak awal yakin tidak melakukan pelanggaran yang dituduhkan. Keyakinan tersebut membuat Al Mubarak percaya City mampu melewati persoalan ini. Ia juga menilai keberhasilan klub selama ini diraih melalui cara yang bersih, bukan dengan melakukan kecurangan untuk mendapatkan keuntungan. Proses Hukum Masih Panjang Putusan terkait pelanggaran finansial belum otomatis mengakhiri perkara. City masih memiliki ruang untuk mengajukan banding, sehingga proses menuju keputusan akhir mengenai hukuman dapat berlangsung cukup lama. Perjalanan hukum tersebut bahkan diperkirakan bisa memakan waktu setidaknya dua tahun. Dalam kondisi tertentu, hukuman juga tidak akan berlaku apabila City berhasil memenangkan proses banding terhadap putusan yang ada. Karena proses masih berjalan, Al Mubarak memilih tidak menjelaskan secara rinci alasan City merasa berada di posisi yang kuat. Ia mengatakan klub ingin menghormati tahapan hukum dan tidak ingin memberikan keterangan yang dapat memengaruhi proses. Bahkan, surat yang ditujukan kepada suporter harus melalui proses pemeriksaan dari tim hukum City. Al Mubarak mengaku perlu mengirim beberapa versi draf kepada kuasa hukum agar isi surat tetap berada dalam batas yang diperbolehkan. City Tak Ingin Terpengaruh Tekanan Al Mubarak juga menyoroti ramainya pembahasan mengenai kasus City di luar proses hukum. Menurutnya, banyak pihak sudah menarik kesimpulan sebelum seluruh tahapan perkara selesai. Ia meminta pendukung tidak terlalu terpengaruh oleh berbagai reaksi yang muncul. Bagi Al Mubarak, City pernah menghadapi situasi sulit sebelumnya dan mampu melewatinya bersama-sama. Chairman City itu juga menganggap ada pihak tertentu yang ingin memanfaatkan perkara tersebut untuk menyerang klub. Namun, ia menegaskan City tidak akan membiarkan situasi tersebut mengganggu perjalanan mereka. Sikap itu menunjukkan bahwa manajemen City masih menaruh kepercayaan besar pada proses banding dan pembelaan klub. Mereka memilih menunggu perkembangan hukum daripada memberikan penjelasan lebih jauh mengenai perkara yang sedang berjalan. City Tunggu Kelanjutan Perkara Untuk saat ini, City masih harus menghadapi proses hukum yang panjang sebelum status hukuman benar-benar memiliki kepastian. Hasil banding akan menjadi bagian penting dalam menentukan perkembangan kasus tersebut. Al Mubarak juga menyertakan kembali pernyataan resmi Manchester City yang sebelumnya dirilis pada Jumat dan Februari 2023. Langkah itu menjadi penegasan bahwa posisi klub terhadap perkara ini tetap sama. City mempertahankan keyakinan bahwa mereka tidak bersalah dan akan terus mengikuti proses yang berlaku. Sementara itu, Al Mubarak meminta suporter tetap bersama klub hingga seluruh rangkaian perkara selesai.

Bos Manchester City Tetap Percaya Klubnya Bakal Lolos dari Hukuman Read More »

Roberto Carlos Kagum pada Nuno Mendes, Nilai Sang Bek Lebih Hebat Darinya

Arenabetting – Roberto Carlos memberikan pujian tinggi kepada Nuno Mendes. Legenda Brasil tersebut menilai bek kiri Paris Saint-Germain itu memiliki kualitas luar biasa, bahkan menganggap permainan Mendes saat ini sudah berada di atas level yang pernah ia tunjukkan. Mendes menjadi salah satu bek kiri modern yang mencuri perhatian dalam beberapa musim terakhir. Pemain asal Portugal itu memperkuat PSG sejak 2022 dan telah membantu klub meraih sejumlah trofi, sekaligus menjadi bagian penting dari tim nasional Portugal. Penilaian dari Roberto Carlos terasa istimewa karena ia sendiri dikenal sebagai salah satu bek kiri terbaik pada eranya. Menurutnya, Mendes memiliki gaya bermain yang mengingatkannya pada dirinya sendiri ketika masih aktif sebagai pesepakbola. Roberto Carlos Terpukau dengan Mendes Ketika ditanya mengenai bek kiri terbaik saat ini, Roberto Carlos langsung memilih Mendes. Ia melihat pemain PSG tersebut memiliki karakter permainan yang sangat mirip dengan gaya yang dulu menjadi kekuatannya. Menurut Carlos, Mendes bukan pemain yang hanya fokus menjaga pertahanan. Bek berusia 24 tahun itu mampu membantu serangan, bergerak cepat, serta berani masuk ke area berbahaya untuk menciptakan peluang. Carlos bahkan menilai kemampuan Mendes sudah lebih baik dibandingkan dirinya. Penilaian tersebut menunjukkan betapa tingginya apresiasi sang legenda terhadap perkembangan pemain Portugal tersebut. Punya Gaya Bek Kiri Modern Mendes memang memiliki karakter yang sesuai dengan tuntutan sepakbola modern. Ia mampu menjalankan tugas bertahan sekaligus memberikan ancaman ketika timnya menguasai bola. Carlos melihat kemampuan tersebut mengingatkannya pada masa ketika ia bermain bersama Cafu. Keduanya sama-sama dikenal sebagai bek yang aktif bergerak dan tidak ragu membantu serangan dari sisi lapangan. Menurut Carlos, Mendes mampu berlari, bertahan, menyerang, dan memanfaatkan kemampuan fisiknya dalam berbagai situasi. Kombinasi itu membuat perannya tidak terbatas sebagai pemain yang hanya menjaga area pertahanan. Kemampuan tersebut juga membuat Mendes bisa ikut menentukan arah permainan. Ia memiliki keberanian untuk membawa bola ke depan dan membantu tim menciptakan peluang dari sisi kiri. Mendes Sudah Raih Banyak Gelar Sejak bergabung dengan PSG pada 2022, Mendes berkembang menjadi bagian penting dalam skuad klub asal Paris tersebut. Pengalamannya bermain di level tinggi membuat kemampuan bertahannya semakin matang. Mendes juga memiliki pengalaman bersama Timnas Portugal. Ia telah menjadi bagian dari skuad yang berhasil meraih gelar UEFA Nations League, sehingga sudah merasakan persaingan di level internasional. Carlos menilai kualitas Mendes tidak mengherankan mengingat standar tinggi yang harus dipenuhi pemain untuk tampil secara reguler bersama PSG. Menurutnya, lingkungan kompetitif di klub tersebut ikut membantu perkembangan sang bek. Selain kemampuan bertahan, Mendes juga memiliki kemampuan untuk menyelesaikan peluang. Hal itu membuatnya menjadi ancaman tambahan ketika berada di area depan dan tidak hanya mengandalkan perannya sebagai bek. Roberto Carlos Prediksi Mendes Makin Sukses Carlos melihat Mendes masih memiliki ruang untuk berkembang. Usianya yang baru 24 tahun membuat perjalanan karier sang pemain masih panjang dan peluang untuk meraih lebih banyak prestasi tetap terbuka. Kemampuan lengkap yang dimiliki Mendes menjadi salah satu alasan Carlos memberikan penilaian tinggi. Ia melihat sang bek mampu memainkan sepakbola modern dengan menggabungkan kecepatan, kekuatan, kemampuan bertahan, dan kontribusi dalam serangan. Mendes kini memiliki kesempatan untuk terus membuktikan kualitasnya bersama PSG dan Portugal. Dengan pengalaman yang semakin bertambah, ia berpeluang memperkaya koleksi gelar sekaligus memperkuat reputasinya sebagai bek kiri modern.

Roberto Carlos Kagum pada Nuno Mendes, Nilai Sang Bek Lebih Hebat Darinya Read More »

Zidane Puas Prancis Buka Era Baru dengan Kemenangan atas Turki

Arenabetting – Prancis mengawali era Zinedine Zidane dengan hasil positif setelah mengalahkan Turki 1-0 di Kocaeli Stadium, Sabtu (26/9/2026) dini hari WIB. Kemenangan tersebut menjadi langkah awal Zidane sebagai pelatih Les Bleus di UEFA Nations League. Kylian Mbappe menjadi penentu kemenangan Prancis lewat gol pada menit ke-54. Meski hanya menang tipis, hasil itu cukup untuk membawa Prancis mengamankan tiga poin pada matchday pertama Grup 1 UEFA Nations League A. Performa Prancis sepanjang pertandingan memang belum sepenuhnya meyakinkan. Turki beberapa kali mampu memberikan tekanan dan membuat lini belakang Les Bleus bekerja keras, tetapi Zidane tetap menilai timnya layak membawa pulang kemenangan. Prancis Tak Tampil Maksimal Prancis kesulitan menunjukkan permainan terbaiknya sepanjang pertandingan. Penguasaan bola memang membantu mereka mengontrol sejumlah fase laga, tetapi Turki mampu memberikan perlawanan yang membuat pertandingan berjalan cukup ketat. Tekanan dari tuan rumah bahkan beberapa kali membuat pertahanan Prancis berada dalam situasi sulit. Turki tercatat mampu melepaskan 10 tembakan dari dalam kotak penalti Prancis selama pertandingan berlangsung. Kondisi tersebut membuat Zidane masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah. Sang pelatih ingin timnya lebih baik ketika kehilangan bola, terutama dalam melakukan pressing dan menghadapi situasi ketika lawan mulai meningkatkan tekanan. Zidane Tetap Puas dengan Hasil Meski belum sepenuhnya puas dengan performa tim, Zidane tetap melihat sisi positif dari pertandingan debutnya. Prancis mampu mengamankan kemenangan melalui kemampuan mereka dalam memanfaatkan peluang yang tersedia. Efektivitas menjadi salah satu pembeda dalam pertandingan tersebut. Prancis berhasil menemukan gol melalui Mbappe, sementara Turki tidak mampu mengubah sejumlah peluang menjadi gol meski sempat memberikan ancaman di area pertahanan lawan. Zidane juga memberikan apresiasi kepada Turki karena mampu bermain dengan baik. Menurutnya, tuan rumah berhasil menghadirkan tekanan dan membuat Prancis harus bekerja keras untuk mempertahankan keunggulan hingga akhir laga. Bagi pelatih berusia 54 tahun itu, kemenangan tetap menjadi hasil yang layak diterima Prancis. Ia menilai timnya tampil lebih baik ketika menguasai bola dan mampu memaksimalkan peluang yang dimiliki. Mbappe Jadi Penentu Kemenangan Mbappe kembali menjadi pemain penting bagi Prancis. Penyerang tersebut mencetak gol pada menit ke-54 dan menjadi pembeda dalam pertandingan yang berjalan ketat di Kocaeli Stadium. Gol tersebut membuat Prancis mampu menjaga keunggulan pada sisa pertandingan. Turki kemudian terus mencoba mencari celah untuk menyamakan skor, tetapi pertahanan Les Bleus berhasil mempertahankan hasil positif tersebut. Zidane tentu masih membutuhkan peningkatan dari timnya. Cara Prancis melakukan pressing ketika tidak menguasai bola menjadi salah satu aspek yang perlu diperbaiki sebelum menghadapi lawan berikutnya. Kemenangan tipis ini juga memberikan gambaran awal mengenai tantangan Zidane sebagai pelatih Prancis. Ia harus menemukan keseimbangan antara permainan dengan bola dan kemampuan bertahan ketika lawan memberikan tekanan. Belgia Jadi Ujian Berikutnya Setelah mengalahkan Turki, Prancis langsung menghadapi tantangan yang lebih berat pada pertandingan berikutnya. Les Bleus dijadwalkan bertemu Belgia pada matchday kedua Grup 1 UEFA Nations League, Selasa (29/9) dini hari WIB. Pertandingan tersebut akan menjadi kesempatan bagi Zidane untuk memperbaiki sejumlah kekurangan yang terlihat pada laga debutnya. Belgia baru saja mengalahkan Italia 2-0 dan membawa modal positif menuju pertemuan berikutnya. Prancis kini memiliki tiga poin dari laga pertama. Zidane tentu ingin momentum kemenangan tersebut terus berlanjut sekaligus melihat perkembangan permainan tim saat menghadapi lawan dengan kualitas yang lebih tinggi.

Zidane Puas Prancis Buka Era Baru dengan Kemenangan atas Turki Read More »

Tuchel Soroti Palmer yang Kembali Absen dari Timnas Inggris

Arenabetting – Thomas Tuchel kembali kehilangan Cole Palmer dari skuad Timnas Inggris. Manajer The Three Lions itu menyayangkan kondisi tersebut karena sang gelandang serang Chelsea dinilai terlalu sering melewatkan kesempatan memperkuat negaranya. Palmer memutuskan mundur dari tim Inggris yang akan menjalani empat pertandingan pada jeda internasional kali ini. Inggris dijadwalkan menghadapi Spanyol, Republik Ceko, Kroasia, lalu kembali bertemu Republik Ceko dalam rangkaian laga tersebut. Keputusan Palmer cukup mengejutkan karena pemain berusia 24 tahun itu selalu tampil sebagai starter dalam lima pertandingan Premier League sejauh musim ini. Namun, Tuchel mendapat informasi bahwa Palmer masih merasakan sakit ketika bermain sehingga tidak berada dalam kondisi terbaik untuk membela negaranya. Palmer Kembali Harus Menepi Palmer baru tampil tiga kali bersama Inggris sejak Tuchel mulai menangani tim pada Januari 2025. Jumlah tersebut terbilang sedikit untuk pemain yang menjadi bagian penting Chelsea dalam beberapa musim terakhir. Masalah kebugaran memang cukup mengganggu perjalanan Palmer bersama tim nasional. Ia bahkan tidak masuk skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026 setelah mengalami gangguan cedera sepanjang musim sebelumnya. Kondisi itu kembali terjadi pada jeda internasional kali ini. Palmer memilih mundur setelah menyampaikan kepada tim kepelatihan bahwa rasa sakit yang dialaminya membuatnya kesulitan tampil pada level tertinggi. Tuchel Sayangkan Kesempatan yang Hilang Tuchel memahami keputusan Palmer karena kondisi fisik pemain tetap menjadi pertimbangan utama. Meski begitu, sang manajer merasa situasi tersebut kembali membuat Inggris kehilangan kesempatan untuk mendapatkan kontribusi salah satu pemain berbakatnya. Menurut Tuchel, Palmer tidak dapat bermain secara maksimal jika harus menahan rasa sakit. Karena itu, keputusan untuk meninggalkan pemusatan latihan akhirnya diambil setelah pemain dan Chelsea menyampaikan kondisi tersebut kepada tim nasional. Absennya Palmer juga membuat catatan penampilannya bersama Inggris kembali terhenti. Sejak Tuchel datang, kesempatan Palmer untuk berlatih dan bermain bersama skuad senior memang lebih banyak terganggu oleh masalah kebugaran. Tuchel menilai persoalannya bukan pada keinginan Palmer untuk membela Inggris. Ia memahami bahwa cedera merupakan bagian dari sepakbola, tetapi pada saat yang sama ingin melihat pemain tersebut lebih sering hadir dalam agenda tim nasional. Inggris Butuh Palmer dalam Kondisi Fit Bagi Tuchel, keberadaan Palmer di pemusatan latihan sangat penting. Pelatih perlu melihat langsung kondisi pemain, menjalani latihan bersama, serta memastikan mereka siap menjalankan rencana permainan sebelum pertandingan berlangsung. Palmer sebenarnya sudah menunjukkan peran penting di level klub. Ia tetap menjadi pilihan utama Chelsea dan selalu turun sebagai starter dalam lima pertandingan Premier League musim ini. Namun, situasi di tim nasional berbeda karena persaingan dan tuntutan pertandingan internasional membutuhkan kesiapan penuh. Tuchel ingin setiap pemain yang masuk skuad berada dalam kondisi yang memungkinkan mereka tampil pada level tertinggi. Karena itu, Inggris harus kembali menunggu Palmer pulih sepenuhnya. Jika masalah kebugarannya terus berulang, kesempatan bermain bersama The Three Lions juga berpotensi kembali terganggu pada agenda internasional berikutnya. Tuchel Tetap Percaya pada Palmer Tuchel tidak ingin menjadikan absennya Palmer sebagai persoalan pribadi. Ia tetap memahami keputusan pemain tersebut dan memilih mempercayai informasi mengenai kondisi fisiknya. Meski demikian, sang manajer berharap Palmer bisa lebih sering mengikuti pemusatan latihan Inggris. Kehadirannya dibutuhkan agar tim dapat membangun kerja sama dan mempersiapkan pertandingan dengan komposisi terbaik. Untuk saat ini, Palmer harus fokus memulihkan kondisi sebelum kembali membela Inggris. Sementara itu, Tuchel akan mempersiapkan skuad yang tersedia untuk menjalani rangkaian pertandingan internasional yang padat.

Tuchel Soroti Palmer yang Kembali Absen dari Timnas Inggris Read More »

Kalahkan Italia 2-0, Timnas Belgia Berhasil Akhiri Rekor Buruk 54 Tahun

Arenabetting – Belgia mengakhiri penantian panjang saat menaklukkan Italia 2-0 dalam UEFA Nations League. Hasil di Olimpico, Roma, Sabtu (26/9/2026) dini hari WIB, sekaligus menjadi kemenangan penting bagi Mark van Bommel pada awal kiprahnya menangani tim tersebut. Mika Godts membuka keunggulan Belgia, lalu Dodi Lukebakio memastikan kemenangan lewat gol pada babak kedua. Dua pemain itu menjadi penentu keberhasilan De Rode Duivels membawa pulang tiga poin dari markas Italia. Hasil tersebut terasa spesial karena Belgia akhirnya mengakhiri catatan buruk ketika menghadapi Italia di pertandingan kompetitif. Mereka terakhir menang pada 1972 dan harus menunggu lebih dari lima dekade untuk kembali merasakan kemenangan atas Gli Azzurri. Belgia Akhiri Penantian Panjang Sebelum pertandingan ini, Belgia menjalani tujuh pertemuan kompetitif melawan Italia sejak 1972 tanpa kemenangan. Rangkaian itu berakhir dengan lima kekalahan dan dua hasil imbang, sehingga kemenangan di Roma menjadi pemutus tren yang sangat panjang. Van Bommel pun merasa puas dengan penampilan anak asuhnya. Menurutnya, tim sudah menunjukkan semangat dan intensitas latihan yang tepat sejak awal pekan hingga mampu menerapkannya ketika pertandingan berlangsung. Belgia juga hanya membutuhkan waktu singkat untuk mematangkan pola 4-3-3 yang digunakan menghadapi Italia. Dalam persiapan tiga hari, para pemain mampu memahami sistem tersebut dan menjalankannya dengan cukup efektif di lapangan. Belgia Tampil Efektif di Roma Secara statistik, Belgia memang lebih agresif dalam menciptakan ancaman. Mereka mencatat 17 percobaan dengan sembilan tembakan tepat sasaran, sedangkan Italia hanya menghasilkan 11 upaya dan lima di antaranya mengarah ke gawang. Tekanan Belgia terlihat sejak babak pertama. Godts menjadi pemain yang paling menonjol setelah mampu memanfaatkan peluang dan membawa timnya unggul sebelum pertandingan memasuki jeda. Italia kemudian meningkatkan tekanan setelah turun minum. Situasi tersebut membuat Senne Lammens harus bekerja lebih keras dan kiper Belgia itu tampil penting melalui sejumlah penyelamatan untuk menjaga keunggulan timnya. Van Bommel kemudian melakukan beberapa pergantian pemain untuk mengembalikan kendali permainan. Strategi tersebut berjalan baik karena Belgia kembali menemukan ritme sebelum Lukebakio mencetak gol kedua yang memastikan kemenangan. Godts dan Lukebakio Jadi Penentu Godts mendapat perhatian khusus dari Van Bommel karena mampu tampil agresif sepanjang pertandingan. Sang pelatih meminta pemain muda tersebut berani menusuk pertahanan Italia dan terus mencari ruang untuk menciptakan peluang. Lukebakio juga memberikan kontribusi penting lewat gol keduanya. Penyelesaian tersebut mengingatkan Van Bommel pada aksi sang pemain ketika mencetak gol di San Siro saat masih memperkuat Benfica menghadapi Milan. Pelatih Belgia menilai kemenangan itu bukan hasil kerja 11 pemain utama saja. Pergantian pemain menjadi bagian penting karena beberapa anggota skuad belum memiliki kondisi fisik untuk menjaga intensitas pertandingan internasional selama 90 menit. Van Bommel memahami bahwa mempertahankan tempo tinggi sepanjang laga bukan pekerjaan mudah. Karena itu, ia berharap Belgia dapat menjaga level permainan tersebut selama mungkin pada pertandingan berikutnya. Belgia Bersiap Hadapi Prancis Kemenangan atas Italia menjadi modal penting bagi Belgia sebelum menghadapi lawan berikutnya. De Rode Duivels akan menjamu Prancis di Brussels pada Selasa (29/9) pukul 01.45 WIB. Pertandingan tersebut akan menjadi tantangan baru bagi Van Bommel dan skuadnya setelah berhasil melewati Italia. Belgia perlu menjaga momentum sekaligus mempertahankan organisasi permainan yang sudah terlihat di Roma. Pada waktu yang sama, Italia akan berusaha bangkit ketika bertandang ke Bursa untuk menghadapi Turki. Dua pertandingan tersebut akan menjadi bagian penting dalam persaingan grup setelah Belgia mengawali periode ini dengan kemenangan.

Kalahkan Italia 2-0, Timnas Belgia Berhasil Akhiri Rekor Buruk 54 Tahun Read More »

Klub Premier League Siapkan Tuntutan ke Man City Usai Putusan Finansial

Arenabetting – Klub-klub Premier League mulai mempertimbangkan langkah hukum terhadap Manchester City setelah panel independen menyatakan klub tersebut bersalah dalam 114 kasus pelanggaran finansial. Putusan ini membuka kemungkinan adanya tuntutan kompensasi dari klub lain yang dirugikan. City sebelumnya menghadapi 115 dakwaan yang diajukan Premier League sejak Februari 2023. Pada September 2026, panel independen memutuskan hanya satu perkara yang gugur, sedangkan 114 lainnya tetap dinyatakan berlaku. Meski begitu, tuntutan hukum dari klub lain belum bisa langsung berjalan. City diyakini akan mengajukan banding sehingga proses perkara harus melewati tahapan berikutnya sebelum klub lain dapat mengambil langkah lebih jauh. Klub Premier League Mulai Siapkan Langkah Hukum Klub Premier League sudah mendapat pemberitahuan resmi mengenai hasil putusan panel independen. Mereka sebelumnya telah berkomunikasi dengan firma hukum untuk mengetahui kemungkinan tuntutan yang dapat diajukan terhadap City. Pembahasan mengenai kompensasi kini semakin serius setelah putusan keluar. Penasihat hukum menilai klub yang mengalami kerugian berpotensi meminta ganti rugi jika pelanggaran City akhirnya tetap berlaku setelah proses hukum selesai. Namun, langkah tersebut menunggu perkembangan banding. City tetap memiliki kesempatan untuk melawan putusan dan mempertahankan posisi mereka dalam perkara yang telah berjalan selama bertahun-tahun. Jika proses banding selesai dan putusan bersalah tetap bertahan, klub lain dapat memiliki dasar lebih kuat untuk mempertimbangkan tuntutan. Mereka perlu menghitung kerugian yang dianggap muncul akibat pelanggaran finansial City. Kasus Everton Jadi Perhatian Rencana tersebut juga berkaitan dengan preseden yang muncul dari perkara lain di Premier League. Pada Juni lalu, Everton dinyatakan melanggar Profitability and Sustainability Rules atau PSR pada musim 2021-22. Everton kemudian diwajibkan membayar 35,1 juta pound kepada Burnley. Pada musim tersebut, Burnley terdegradasi dari Premier League, sedangkan Everton bertahan dengan keunggulan empat poin. Perkara itu menjadi acuan karena pelanggaran PSR Everton dinilai memberikan keuntungan tidak langsung terhadap posisi klub di lapangan. Kondisi tersebut membuka pembahasan mengenai kemungkinan kompensasi bagi pihak yang merasa dirugikan. Situasi serupa kini berpotensi muncul dalam perkara City. Klub yang berada di belakang City selama periode 2009-2018 dapat menghitung apakah mereka seharusnya memperoleh posisi lebih tinggi dan pemasukan yang lebih besar. Potensi Kerugian Klub Lain Jika tuntutan diajukan, klub yang merasa dirugikan perlu menunjukkan hubungan antara pelanggaran City dan kerugian yang mereka alami. Perhitungan tersebut dapat berkaitan dengan posisi klasemen, hadiah kompetisi, hingga pemasukan komersial. City meraih tiga gelar Premier League dalam periode 2009-2018 yang diperiksa. Karena itu, perubahan hasil kompetisi atau posisi klasemen berpotensi memiliki dampak finansial terhadap klub lain. Klub lain perlu menunggu kepastian hukum sebelum menentukan langkah. Banding City dapat memengaruhi dasar yang digunakan untuk mengajukan tuntutan kompensasi. Dengan proses yang berjalan, belum ada kepastian mengenai klub mana yang akan membawa City ke jalur hukum. Diskusi internal dan konsultasi dengan pengacara menjadi tahap awal sebelum tuntutan dibuat. City Tetap Bantah Bersalah Manchester City tetap mempertahankan sikap bahwa perkara tersebut belum selesai. Klub juga menegaskan bahwa mereka menghormati proses yang telah berjalan selama bertahun-tahun. Pihak City menyatakan proses dengan Premier League masih berlangsung dan terdapat sejumlah aspek penting yang belum diselesaikan. Karena itu, klub memilih mempertahankan posisi yang telah mereka sampaikan sejak awal perkara pada 2023. City juga menegaskan keyakinannya terhadap proses yang dilakukan oleh Premier League. Mereka berharap regulator menjalankan tugas secara independen, tidak memihak, dan adil selama perkara berlangsung. Untuk saat ini, klub-klub Premier League harus menunggu hasil banding sebelum menentukan langkah hukum berikutnya. Jika putusan bersalah bertahan, tuntutan kompensasi terhadap City berpotensi menjadi babak baru dari kasus finansial yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun.

Klub Premier League Siapkan Tuntutan ke Man City Usai Putusan Finansial Read More »