Komunitas Agen Bola, SBOBET, IBCBET, Prediksi Pasaran Bola & Casino Online Terbesar

Berita Bola

Roma Tak Izinkan Dybala dan Molina Hadiri Laga Perpisahan Messi

Arenabetting – Paulo Dybala dan Nahuel Molina harus melewatkan momen spesial Lionel Messi bersama Timnas Argentina. Keduanya tidak mendapat izin dari AS Roma untuk hadir langsung dalam pertandingan perpisahan Messi melawan Bolivia. Argentina akan menghadapi Bolivia pada 6 Oktober di Estadio Monumental, Buenos Aires. Laga tersebut menjadi pertandingan terakhir Messi bersama negaranya sehingga perhatian besar tertuju pada momen emosional tersebut. Dybala dan Molina sebenarnya memiliki kedekatan dengan Messi karena sama-sama pernah menjadi bagian dari skuad Argentina. Namun, keduanya harus menerima keputusan Roma yang lebih memprioritaskan kondisi fisik pemain menjelang pertandingan klub berikutnya. Messi Siap Jalani Laga Terakhir Pertandingan melawan Bolivia akan menjadi penutup perjalanan Messi bersama Argentina. Pemain berusia 39 tahun itu meninggalkan catatan panjang selama membela negaranya dan menjadi salah satu sosok terpenting dalam sejarah sepakbola Argentina. Messi merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa Argentina dengan koleksi lebih dari 100 gol. Ia juga memegang rekor penampilan terbanyak untuk negaranya setelah menjalani karier internasional yang sangat panjang. Kesuksesan terbesar Messi bersama Argentina datang ketika ia membantu tim meraih gelar Piala Dunia 2022. Ia juga membawa negaranya memenangkan dua edisi Copa America. Karena itu, pertandingan di Buenos Aires diperkirakan menjadi momen emosional bagi Messi dan para pendukung Argentina. Banyak rekan setim maupun mantan kompatriotnya tentu ingin berada di stadion untuk menyaksikan langsung perpisahan tersebut. Roma Punya Pertimbangan Fisik Dybala dan Molina menjadi dua pemain yang tidak bisa hadir karena keputusan Roma. Pelatih Gian Piero Gasperini memilih melarang keduanya melakukan perjalanan pulang-pergi Roma dan Buenos Aires. Perjalanan tersebut membutuhkan waktu yang panjang dan bisa menguras kondisi fisik pemain. Gasperini tidak ingin aktivitas tersebut mengganggu persiapan skuad menjelang pertandingan penting berikutnya. Roma dijadwalkan menghadapi Como pada 11 Oktober. Karena itu, Gasperini ingin memastikan seluruh pemain yang tersedia berada dalam kondisi terbaik untuk menjalani pertandingan tersebut. Keputusan itu membuat Dybala dan Molina harus melewatkan kesempatan melihat langsung laga terakhir Messi bersama Argentina. Meski begitu, pertimbangan utama Roma adalah menjaga kebugaran pemain agar tidak terganggu oleh perjalanan panjang. Dybala Tak Lagi Dipanggil Argentina Dybala sendiri sudah cukup lama tidak masuk skuad Argentina. Ia tidak mendapatkan panggilan untuk memperkuat negaranya dalam dua tahun terakhir. Situasi tersebut membuat laga perpisahan Messi menjadi kesempatan yang semakin sulit bagi Dybala untuk hadir sebagai bagian dari rombongan pemain Argentina. Ia hanya bisa mengikuti momen tersebut dari luar stadion. Sementara itu, Molina juga tidak berada dalam kondisi yang memungkinkan untuk tampil bersama Argentina. Bek Roma tersebut sedang menjalani hukuman skorsing selama tujuh pertandingan. Sanksi itu diberikan setelah Molina melakukan protes keras kepada wasit dalam final Piala Dunia 2026. Kondisi tersebut membuatnya tidak bisa memperkuat Argentina dalam periode ini, termasuk ketika Messi menjalani pertandingan terakhirnya. Fokus Roma Beralih ke Como Keputusan Gasperini memperlihatkan bahwa Roma ingin menjaga fokus pemain menjelang pertandingan melawan Como. Dybala dan Molina tetap menjadi bagian dari rencana klub sehingga kondisi fisik keduanya perlu dijaga. Perjalanan Roma-Buenos Aires yang harus dilakukan secara pulang-pergi menjadi alasan utama larangan tersebut. Klub tidak ingin waktu perjalanan panjang membuat pemain kehilangan kebugaran. Bagi Dybala dan Molina, keputusan ini tentu membuat mereka kehilangan kesempatan menyaksikan langsung perpisahan Messi. Namun, keduanya tetap harus mematuhi keputusan klub dan mengutamakan agenda bersama Roma. Sementara itu, Messi akan tetap menjalani momen terakhirnya bersama Argentina di hadapan para pendukung. Laga melawan Bolivia pun menjadi penutup dari perjalanan panjang sang kapten bersama La Albiceleste.

Roma Tak Izinkan Dybala dan Molina Hadiri Laga Perpisahan Messi Read More »

Alami Cedera Lutut, Real Madrid Gak Bisa Diperkuat Kylian Mbappe Selama Dua Pekan

Arenabetting – Kylian Mbappe dipastikan mengalami cedera lutut kiri dan harus menepi untuk sementara. Penyerang Real Madrid itu mengalami masalah setelah mencetak gol kemenangan Prancis atas Turki dalam laga UEFA Nations League. Mbappe menjadi penentu kemenangan Prancis dengan skor 1-0 pada Sabtu (26/9/2026) dini hari WIB. Namun, perayaan gol justru berakhir kurang menyenangkan karena ia terlihat kesulitan berjalan beberapa saat setelah membobol gawang lawan. Cedera tersebut membuat Mbappe harus meninggalkan pertandingan lebih cepat. Ia ditarik keluar pada menit ke-60 dan langsung menjalani pemeriksaan setelah kembali ke Madrid untuk mengetahui kondisi lutut kirinya. Mbappe Alami Masalah di Lutut Kiri Mbappe sempat terkapar di lapangan sambil memegangi lutut kirinya. Kondisi itu membuat tim medis Prancis mengambil langkah cepat dengan memulangkannya ke klub untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Madrid kemudian melakukan pemindaian pada Sabtu. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya masalah pada bagian belakang lutut kiri Mbappe yang mengalami tarikan. Kondisi tersebut membuat Mbappe diperkirakan membutuhkan waktu istirahat setidaknya 14 hari. Selama periode tersebut, pemain berusia 27 tahun itu akan menjalani pemulihan sambil terus dipantau kondisinya. Bagi Madrid, kabar ini tentu menjadi perhatian karena Mbappe tengah menjadi salah satu pemain penting dalam lini serang. Kehilangannya untuk beberapa pertandingan bisa memengaruhi persiapan tim setelah jeda internasional. Cetak Gol Sebelum Mengalami Cedera Sebelum meninggalkan lapangan, Mbappe lebih dulu memberikan kontribusi penting untuk Prancis. Golnya menjadi satu-satunya pembeda dalam pertandingan melawan Turki. Namun, situasi berubah hanya beberapa menit setelah gol tersebut. Mbappe mulai terlihat tertatih-tatih ketika melakukan selebrasi sehingga muncul kekhawatiran mengenai kondisi fisiknya. Empat menit setelah mencetak gol, Mbappe akhirnya digantikan Desire Doue. Ia tidak melanjutkan pertandingan dan kemudian dipulangkan ke Madrid agar pemeriksaan dapat dilakukan oleh tim medis klub. Cedera ini menjadi kabar kurang menyenangkan bagi Madrid setelah Mbappe tampil produktif pada awal musim. Ia sudah mengoleksi delapan gol di seluruh kompetisi sebelum mengalami masalah pada lutut kirinya. Madrid Pantau Kondisi Mbappe Madrid kini akan memantau perkembangan cedera Mbappe selama masa pemulihan. Pemeriksaan awal memang mengarah pada kebutuhan istirahat sekitar dua pekan, tetapi kondisi pemain tetap akan diperhatikan dari waktu ke waktu. Jika proses pemulihan berjalan sesuai rencana, Mbappe memiliki peluang kembali bermain pada 11 Oktober. Madrid dijadwalkan menjamu Villarreal pada tanggal tersebut dalam lanjutan kompetisi domestik. Pilihan lain adalah menunggu hingga pertandingan melawan AS Roma di Liga Champions beberapa hari setelah laga kontra Villarreal. Waktu comeback akan bergantung pada perkembangan kondisi lutut Mbappe. Madrid tentu tidak ingin mengambil risiko dengan memaksakan sang penyerang kembali terlalu cepat. Pemantauan selama masa pemulihan menjadi penting agar kondisi lututnya benar-benar membaik sebelum kembali ke lapangan. Mbappe Berpeluang Absen Dua Pekan Untuk sementara, Mbappe diperkirakan harus beristirahat selama dua pekan. Durasi tersebut menjadi gambaran awal berdasarkan pemeriksaan terhadap masalah di bagian belakang lutut kirinya. Absennya Mbappe bisa membuat Madrid harus menyiapkan opsi lain di lini depan. Namun, keputusan mengenai kapan ia kembali bermain tetap menunggu perkembangan pemulihan. Dengan koleksi delapan gol musim ini, kontribusi Mbappe menjadi bagian penting dalam permainan Madrid. Karena itu, klub akan terus mengawasi kondisinya agar proses kembali bermain berjalan dengan aman. Madrid kini harus menunggu perkembangan terbaru sebelum menentukan jadwal kembalinya secara pasti.

Alami Cedera Lutut, Real Madrid Gak Bisa Diperkuat Kylian Mbappe Selama Dua Pekan Read More »

Klopp Bela Wirtz, Adaptasi di Liverpool Dinilai Tak Mudah

Arenabetting – Florian Wirtz belum menunjukkan performa terbaik sejak bergabung dengan Liverpool pada musim panas 2025. Situasi itu membuat pemain asal Jerman tersebut kembali mendapat sorotan, tetapi Juergen Klopp memilih memberikan pembelaan. Wirtz datang ke Anfield setelah tampil gemilang bersama Bayer Leverkusen. Transfer itu terjadi hanya sekitar dua pekan sebelum Diogo Jota meninggal dunia akibat kecelakaan mobil, sebuah situasi yang menurut Klopp turut memengaruhi kondisi tim. Dalam pandangan Klopp, waktu kedatangan Wirtz memang sangat tidak ideal. Ia menilai pemain baru tersebut masuk ke ruang ganti yang sedang menghadapi situasi emosional dan prioritas para pemain saat itu bukan sepakbola. Wirtz Belum Sesuai Harapan Musim pertama Wirtz bersama Liverpool berjalan cukup sulit. Ia mencatat enam gol dan delapan assist dari 44 penampilan di Premier League dan Liga Champions. Catatan tersebut belum sesuai dengan ekspektasi yang muncul setelah performa impresifnya di Leverkusen. Wirtz datang dengan reputasi sebagai salah satu pemain muda yang mampu memberikan pengaruh besar dalam permainan menyerang. Kesulitan itu juga berlanjut pada awal musim ini. Wirtz baru mencetak satu gol dari enam pertandingan di semua kompetisi sehingga kritik kembali muncul terhadap kontribusinya untuk Liverpool. Klopp memahami mengapa Wirtz menjadi sasaran perhatian. Namun, ia meminta situasi pemain tersebut dilihat secara lebih menyeluruh, terutama dengan mempertimbangkan keadaan yang mengiringi kedatangannya di Liverpool. Klopp Soroti Situasi Setelah Jota Wafat Menurut Klopp, Wirtz bergabung ketika para pemain Liverpool sedang menghadapi masa yang sangat berat. Kepergian Jota membuat suasana di dalam tim berubah dan sepakbola bukan menjadi prioritas utama bagi sebagian pemain. Kondisi tersebut tentu berbeda dari proses adaptasi pemain baru pada situasi normal. Wirtz harus mengenal lingkungan baru ketika rekan-rekan setimnya masih berusaha menghadapi kehilangan yang besar. Klopp menilai pengalaman pada musim pertamanya tetap memberikan pelajaran penting bagi Wirtz. Pemain tersebut kini sudah lebih memahami lingkungan klub, tuntutan kompetisi, serta karakter rekan-rekan setimnya. Karena itu, Klopp melihat musim baru sebagai kesempatan berbeda. Wirtz kini menjalani periode tersebut di bawah pelatih baru dan mendapatkan kepercayaan untuk tampil sejak awal dalam setiap pertandingan. Wirtz Dinilai Makin Siap Klopp juga menilai kondisi fisik Wirtz saat ini sangat baik. Menurutnya, pemain tersebut telah menunjukkan kesiapan untuk menjalani tuntutan pertandingan dan memiliki kemampuan yang tidak perlu diragukan. Wirtz juga terus mendapat kesempatan bermain sebagai starter pada awal musim ini. Situasi tersebut memberinya ruang lebih besar untuk membangun ritme dan menemukan kembali performa terbaiknya bersama Liverpool. Bagi Klopp, kemampuan Wirtz sebenarnya sudah terlihat jelas. Ia menilai siapa pun yang menyukai sepakbola dapat melihat kualitas luar biasa yang dimiliki gelandang serang tersebut. Penilaian itu menjadi bentuk dukungan Klopp terhadap pemain yang masih berusaha menemukan konsistensi. Ia percaya proses adaptasi Wirtz tidak bisa hanya dinilai dari jumlah gol dan assist dalam waktu singkat. Wirtz Masih Punya Ruang Bangkit Liverpool tentu berharap Wirtz segera menunjukkan kontribusi lebih besar setelah melewati musim pertamanya. Gol yang masih minim menjadi catatan yang perlu diperbaiki seiring bertambahnya pengalaman di Inggris. Namun, situasi musim ini memberikan konteks berbeda. Wirtz sudah lebih mengenal lingkungan Liverpool dan terus mendapatkan kesempatan tampil sejak awal pertandingan. Klopp pun melihat perkembangan tersebut sebagai modal penting bagi Wirtz. Dengan kondisi fisik yang baik dan pengalaman musim pertama, sang pemain memiliki kesempatan untuk memperlihatkan kemampuan terbaiknya. Untuk saat ini, Wirtz masih harus menjawab kritik melalui penampilannya di lapangan. Dukungan Klopp menunjukkan bahwa perjalanan pemain Jerman itu di Liverpool belum bisa dinilai hanya dari catatan statistiknya sejauh ini.

Klopp Bela Wirtz, Adaptasi di Liverpool Dinilai Tak Mudah Read More »

Mohamed Salah Absen Bela Mesir, Kondisi Lapangan Jadi Pertimbangan

Arenabetting – Mohamed Salah dipastikan tidak ikut memperkuat Mesir saat menghadapi Sudan Selatan dalam lanjutan Kualifikasi Piala Afrika. Keputusan tersebut diambil tim nasional Mesir dengan mempertimbangkan kondisi lapangan yang akan digunakan pada pertandingan. Mesir dijadwalkan bertandang ke Juba Stadium, Selasa (29/9/2026) malam WIB. Pertandingan itu menjadi laga kedua mereka di Grup B setelah hanya bermain imbang 0-0 melawan Angola pada pertandingan sebelumnya. Hasil tersebut membuat Mesir membutuhkan tambahan poin untuk menjaga persaingan di grup. Namun, tim asuhan Hossam Hasan memilih tidak mengambil risiko terhadap kondisi Salah dan memutuskan mengistirahatkan pemain bintangnya. Salah Tidak Dibawa ke Sudan Selatan Salah tidak masuk dalam rombongan Mesir menuju Juba. Absennya pemain tersebut berkaitan dengan permukaan lapangan sintetis yang akan digunakan untuk pertandingan. Tim kepelatihan Mesir mempertimbangkan kondisi tersebut sebagai salah satu faktor untuk menjaga Salah dari potensi cedera. Mereka memilih mengambil langkah pencegahan daripada memaksakan pemain Liverpool itu tampil. Keputusan tersebut sebenarnya datang ketika Mesir sedang membutuhkan kekuatan terbaik. Hasil imbang melawan Angola membuat posisi mereka di grup belum sepenuhnya aman, terlebih Malawi kini berada di posisi teratas. Meski begitu, tim nasional Mesir tetap mengutamakan kondisi pemain. Salah sebelumnya sudah mendapat kesepakatan dengan staf pelatih bahwa ia tidak akan tampil dalam pertandingan melawan Sudan Selatan. Rumput Sintetis Jadi Pertimbangan Permukaan lapangan sintetis menjadi perhatian utama dalam keputusan tersebut. Tim Mesir memiliki kekhawatiran bahwa bermain di permukaan seperti itu dapat meningkatkan risiko cedera bagi Salah. Anggapan mengenai rumput sintetis dan potensi cedera memang masih menjadi perdebatan. Sejumlah penelitian tidak menemukan adanya peningkatan risiko cedera secara umum ketika pemain beraktivitas di permukaan tersebut. Namun, staf teknis Mesir tetap memilih pendekatan yang lebih berhati-hati. Mereka tidak ingin mengambil risiko dengan menurunkan Salah dalam pertandingan yang menggunakan permukaan lapangan berbeda dari kondisi yang biasa dihadapinya. Pilihan tersebut juga sudah disepakati sebelum Mesir menghadapi Angola. Dengan demikian, absennya Salah bukan keputusan mendadak setelah pertandingan pertama, melainkan bagian dari rencana untuk mengelola kondisi sang pemain. Mesir Kehilangan Andalan Utama Tidak hadirnya Salah tentu mengurangi pilihan Mesir di lini serang. Pemain tersebut merupakan salah satu sosok penting dalam skuad dan biasanya menjadi sumber ancaman bagi pertahanan lawan. Mesir tetap harus menghadapi Sudan Selatan tanpa pemain andalannya. Mereka perlu mencari cara lain untuk menciptakan peluang dan mendapatkan hasil maksimal di pertandingan tandang tersebut. Hossam Hasan dan stafnya kini harus menyiapkan komposisi yang mampu menutupi absennya Salah. Kemenangan menjadi target penting setelah mereka gagal meraih tiga poin ketika berhadapan dengan Angola. Mesir juga perlu memperhatikan persaingan di Grup B. Posisi Malawi yang berada di puncak membuat hasil pertandingan melawan Sudan Selatan semakin penting bagi perjalanan mereka di babak kualifikasi. Mesir Pilih Lindungi Salah Asosiasi Sepakbola Mesir menegaskan keputusan tersebut merupakan bagian dari upaya melindungi Salah. Staf teknis bersama sang pemain sudah menyetujui rencana tersebut sebelum laga kontra Angola berlangsung. Salah kini akan melewatkan pertandingan melawan Sudan Selatan dan mendapat waktu untuk menjaga kondisi fisiknya. Mesir berharap keputusan itu membantu pemain tersebut tetap dalam keadaan baik untuk agenda berikutnya. Bagi Mesir, kehilangan Salah memang menjadi tantangan tersendiri. Namun, tim memilih menjalani laga tersebut tanpa sang bintang daripada mengambil risiko terhadap kondisi fisiknya di lapangan sintetis.

Mohamed Salah Absen Bela Mesir, Kondisi Lapangan Jadi Pertimbangan Read More »

Spanyol Taklukkan Inggris 3-2 dalam Duel Penuh Drama di Wembley

Arenabetting – Spanyol meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Inggris pada laga pembuka Grup 3 UEFA Nations League A. Pertandingan di Wembley, Minggu (27/9/2026) dini hari WIB, berlangsung sengit setelah kedua tim saling berbalas gol. La Furia Roja sempat unggul cepat melalui Lamine Yamal. Inggris kemudian membalikkan keadaan lewat Anthony Gordon dan Harry Kane sebelum Spanyol bangkit setelah turun minum. Alex Baena menyamakan skor pada babak kedua, lalu Mikel Oyarzabal mencetak gol penentu. Hasil ini membawa Spanyol ke puncak grup dengan tiga poin, unggul selisih gol atas Kroasia. Yamal Buka Keunggulan Cepat Spanyol langsung menekan sejak awal pertandingan dan hanya membutuhkan dua menit untuk memecah kebuntuan. Yamal merebut bola dari Marc Guehi di depan kotak penalti Inggris sebelum masuk ke area berbahaya. Pemain muda tersebut kemudian menaklukkan James Trafford dengan penyelesaian menuju tiang jauh. Gol cepat itu membuat Spanyol memegang kendali awal dan memaksa Inggris meningkatkan tekanan. Ferran Torres sempat mencetak gol pada menit kedelapan, tetapi wasit menganulirnya karena berada dalam posisi offside. Ia kembali mendapat peluang pada menit ke-16 setelah menerima umpan terobosan, namun tembakannya berhasil dibendung Trafford. Inggris Balik Memimpin Torres kembali memperoleh kesempatan emas pada menit ke-27 ketika lolos dan tinggal berhadapan dengan Trafford. Namun, penyelesaiannya melebar sehingga Spanyol gagal menambah keunggulan. Inggris akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-36 melalui Gordon. Serangan balik yang diawali kerja sama dengan Jude Bellingham membuka ruang di pertahanan Spanyol, sebelum Gordon menuntaskannya dari jarak dekat. Empat menit kemudian, Inggris berbalik unggul. Nico O’Reilly mengirim umpan silang dari kiri yang disambut sundulan Kane. Bola sempat mengenai Marc Cucurella sehingga arahnya berubah dan sulit dihentikan Unai Simon. Spanyol menghadapi situasi sulit karena Inggris kemudian lebih banyak bertahan untuk menjaga keunggulan. Namun, tekanan La Furia Roja kembali meningkat setelah pertandingan memasuki babak kedua. Spanyol Bangkit Setelah Turun Minum Inggris mendapat peluang memperbesar keunggulan pada menit ke-52 setelah VAR menilai Rodri melakukan pelanggaran terhadap Bellingham di kotak penalti. Kane maju sebagai eksekutor, tetapi tembakannya membentur mistar. Kegagalan tersebut menjadi momentum bagi Spanyol. Yamal sempat mendapat peluang setelah bekerja sama dengan Baena, tetapi Trafford bergerak cepat untuk mengamankan bola. Spanyol akhirnya menyamakan skor pada menit ke-60. Kesalahan O’Reilly dalam mengirim umpan membuat bola direbut Dani Olmo, yang kemudian meneruskannya kepada Baena. Baena tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Ia melepaskan penyelesaian ke sisi kiri gawang Trafford dan mengubah skor menjadi 2-2. Pertandingan kembali terbuka karena kedua tim sama-sama mengejar gol berikutnya. Oyarzabal Tentukan Kemenangan Spanyol Spanyol akhirnya berbalik unggul pada menit ke-74. Baena kembali menjadi aktor penting setelah memberikan umpan terobosan yang melewati kerumunan pemain Inggris. Oyarzabal menerima bola di dalam kotak penalti dan mampu melewati jangkauan Trafford dengan penyelesaian cerdik. Gol itu membuat Spanyol unggul 3-2 sekaligus membalikkan keadaan setelah sebelumnya tertinggal. Inggris mencoba mengejar pada sisa waktu pertandingan, tetapi pertahanan Spanyol mampu menjaga keunggulan. Tidak ada gol tambahan hingga peluit panjang berbunyi. Kemenangan tersebut membuat Spanyol memulai Nations League dengan tiga poin. Juara dunia 2026 itu berada di puncak Grup 3, sementara Kroasia menempati posisi kedua dengan jumlah poin sama.

Spanyol Taklukkan Inggris 3-2 dalam Duel Penuh Drama di Wembley Read More »

Modric Cetak Gol, Kroasia Berhasil Menang Tipis 2-1 Atas Ceko

Arenabetting – Kroasia mengawali perjalanan di UEFA Nations League dengan hasil positif. Vatreni berhasil mengalahkan Republik Ceko 2-1 dalam pertandingan Grup 3 yang berlangsung di Fortuna Arena, Praha, Minggu (27/9/2026) dini hari WIB. Luka Modric menjadi salah satu pemain penting dalam kemenangan tersebut. Kapten Kroasia itu membuka keunggulan pada awal babak kedua setelah pertandingan berjalan ketat tanpa gol selama 45 menit pertama. Ceko sempat menyamakan kedudukan, tetapi Kroasia kembali unggul melalui Marco Pasalic. Tuan rumah sebenarnya sempat mencetak gol ketiga dalam pertandingan tersebut, namun VAR menganulirnya karena posisi offside. Modric Bawa Kroasia Unggul Kroasia menguasai permainan sejak awal, tetapi Ceko mampu meredam sejumlah serangan yang datang. Pertahanan tuan rumah tampil cukup disiplin sehingga tidak ada gol yang tercipta sampai babak pertama berakhir. Kebuntuan akhirnya pecah hanya dua menit setelah pertandingan babak kedua dimulai. Modric berhasil memanfaatkan ruang di dalam kotak penalti setelah Igor Matanovic memenangkan bola di wilayah pertahanan Ceko. Modric kemudian menusuk ke area penalti dan melepaskan tembakan kaki kanan yang akurat. Bola melaju ke arah yang sulit dijangkau Lukas Hornicek sehingga Kroasia langsung memimpin 1-0. Ceko Cepat Samakan Skor Keunggulan Kroasia tidak bertahan lama. Hanya tujuh menit setelah gol Modric, Ceko berhasil mengembalikan kedudukan menjadi 1-1 melalui Adam Karabec. Serangan tuan rumah bermula dari lemparan ke dalam yang membuat pertahanan Kroasia harus bergerak cepat. Adam Hlozek kemudian mengirim umpan silang dari sisi kanan menuju area di luar kotak penalti. Karabec mendapatkan ruang cukup luas untuk melepaskan tembakan. Bola sepakannya melewati kepungan para pemain Kroasia dan bergerak menuju sudut bawah gawang Dominik Livakovic. Setelah skor kembali imbang, pertandingan semakin terbuka. Kroasia terus mencari celah untuk mencetak gol kedua, sementara Ceko berusaha memanfaatkan momentum untuk memberikan tekanan balik kepada lawannya. Pasalic Jadi Pembeda Kroasia akhirnya kembali memimpin pada menit ke-77. Marco Pasalic yang baru masuk ke lapangan memberikan kontribusi langsung melalui gol yang mengubah skor menjadi 2-1. Gol tersebut berawal dari tendangan gawang Livakovic yang diarahkan jauh ke depan. Ivan Perisic kemudian bergerak di sisi kiri sebelum mengirimkan umpan silang menuju area dekat gawang Ceko. Pasalic menyambut umpan tersebut dengan sundulan jarak dekat. Hornicek sebenarnya sempat menangkap bola, tetapi si kulit bundar sudah lebih dulu melewati garis gawang sehingga gol tetap diberikan kepada Kroasia. Ceko hampir langsung memberikan respons. Dua menit setelah gol Pasalic, Matej Radosta berhasil menjebol gawang Kroasia. Namun, setelah wasit meninjau tayangan VAR, gol tersebut dianulir karena Radosta berada dalam posisi offside. Kroasia Tempati Posisi Kedua Kroasia akhirnya mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi. Kemenangan 2-1 tersebut memberikan tiga poin penting dalam pertandingan pembuka mereka di Grup 3 UEFA Nations League. Hasil tersebut menempatkan Kroasia di posisi kedua klasemen sementara grup dengan koleksi tiga poin. Mereka berada di bawah Spanyol yang juga meraih kemenangan setelah mengalahkan Inggris pada pertandingan lainnya. Bagi Kroasia, kemenangan di Praha menjadi modal penting untuk melanjutkan persaingan di grup. Modric dan kawan-kawan kini memiliki awal positif sebelum menjalani pertandingan berikutnya dalam kompetisi tersebut.

Modric Cetak Gol, Kroasia Berhasil Menang Tipis 2-1 Atas Ceko Read More »