Arenabetting – Kekalahan pahit dialami Liverpool saat menghadapi Paris Saint-Germain di leg pertama perempatfinal Liga Champions UEFA. Bermain di Parc des Princes, The Reds harus menyerah dengan skor 0-2.
Dua gol kemenangan tuan rumah dicetak oleh Desire Doue dan Khvicha Kvaratskhelia. Hasil ini membuat posisi Liverpool cukup tertekan jelang leg kedua.
Namun di balik kekalahan tersebut, ada pandangan menarik dari legenda klub yang justru melihat sisi positif dari hasil ini.
PSG Terlalu Dominan Sepanjang Laga
Sepanjang pertandingan, PSG tampil sangat dominan. Mereka menguasai jalannya laga sejak menit awal hingga akhir.
Penguasaan bola yang mencapai lebih dari 70 persen menunjukkan betapa superiornya permainan tuan rumah. Liverpool kesulitan keluar dari tekanan.
Jumlah peluang juga timpang. PSG mampu menciptakan banyak tembakan berbahaya ke arah gawang.
Sebaliknya, Liverpool bahkan tidak mampu mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran.
Carragher Soroti Perbedaan Kualitas
Legenda Liverpool, Jamie Carragher, mengaku kecewa dengan performa mantan timnya. Ia menilai perbedaan kualitas antara kedua tim terlihat sangat jelas.
Menurutnya, permainan Liverpool di laga tersebut jauh dari standar yang seharusnya. Ia bahkan menyamakan penampilan itu seperti tim dari level bawah.
Komentar tersebut menggambarkan betapa buruknya performa Liverpool di mata pengamat.
Hal ini tentu menjadi alarm serius bagi tim jelang leg kedua.
Kekalahan Tipis Jadi Hal Positif
Meski tampil buruk, Carragher justru melihat satu hal yang bisa disyukuri. Ia menilai Liverpool beruntung hanya kalah dengan selisih dua gol.
Menurutnya, jika melihat jalannya pertandingan, skor bisa saja jauh lebih besar. PSG memiliki banyak peluang untuk menambah gol.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa Liverpool masih punya sedikit harapan untuk bangkit.
Selisih dua gol dinilai masih mungkin untuk dikejar, terutama saat bermain di kandang sendiri.
PR Besar Jelang Leg Kedua
Carragher juga menyoroti keputusan taktik dari Arne Slot. Skema permainan yang diterapkan dinilai tidak berjalan efektif.
Selain itu, performa individu para pemain juga dianggap kurang maksimal. Kurangnya agresivitas menjadi masalah utama.
Liverpool kini harus segera melakukan evaluasi besar-besaran. Leg kedua di Anfield akan menjadi penentuan nasib mereka.
Jika tidak ada perubahan signifikan, perjalanan Liverpool di Liga Champions musim ini bisa berakhir lebih cepat.


