Komunitas Agen Bola, SBOBET, IBCBET, Prediksi Pasaran Bola & Casino Online Terbesar

betarena

AC Milan Kalahkan Inter Milan 3-1, Rossoneri Kuasai Derby della Madonnina

Arenabetting – AC Milan berhasil meraih kemenangan penting atas rival sekotanya, Inter Milan, dalam Derby della Madonnina pertama musim 2026/2027. Bermain di San Siro pada Minggu (1/11/2026) dini hari WIB, Rossoneri tampil impresif dan menang dengan skor 3-1. Milan langsung tampil agresif sejak awal pertandingan. Tiga gol berhasil mereka cetak melalui Christian Pulisic, Adrien Rabiot, dan Diego Moreira, sementara Inter hanya mampu membalas satu gol lewat Alessandro Bastoni. Hasil ini menjadi kekalahan pertama Inter Milan sepanjang musim ini. Nerazzurri harus turun dari puncak klasemen Serie A, sedangkan AC Milan berhasil naik ke posisi keempat dengan koleksi 21 poin. AC Milan Langsung Tampil Agresif Sejak Awal AC Milan tidak membutuhkan waktu lama untuk membuka keunggulan. Christian Pulisic membawa tuan rumah memimpin 1-0 ketika pertandingan baru berjalan empat menit. Gol tersebut berawal dari aksi Diego Moreira yang melakukan penetrasi dari sisi kanan. Setelah melewati Carlos Augusto, Moreira mengirimkan umpan silang yang berhasil disambut Pulisic dengan sundulan ke gawang Josef Martinez. Keunggulan Milan bertambah pada menit ke-10. Kali ini, Moreira kembali menjadi aktor penting setelah memberikan umpan tarik yang diselesaikan Adrien Rabiot melalui sepakan chip menggunakan kaki kiri. Inter Milan Sempat Memberikan Perlawanan Tertinggal dua gol membuat Inter berusaha meningkatkan tekanan. Upaya mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-22 melalui Alessandro Bastoni yang memanfaatkan situasi sepak pojok dari Hakan Calhanoglu. Gol tersebut membuat Inter semakin percaya diri untuk mengejar ketertinggalan. Bahkan, satu menit kemudian Calhanoglu hampir menambah gol lewat tendangan jarak jauh yang memaksa Mike Maignan melakukan penyelamatan. Inter terus mencoba menekan pertahanan Milan sepanjang babak pertama. Namun, Maignan tampil cukup solid di bawah mistar dan kembali menggagalkan peluang Djed Spence pada menit ke-35. Ketika Inter sedang berusaha mencari gol penyeimbang, Milan justru berhasil memperlebar keunggulan. Diego Moreira mencetak gol ketiga pada menit ke-43 melalui tendangan bebas jarak jauh yang tidak mampu dihentikan Josef Martinez. Inter Gagal Mengejar Ketertinggalan di Babak Kedua Memasuki babak kedua, Inter Milan mencoba mengubah keadaan dengan meningkatkan intensitas serangan. Mereka hampir memperkecil ketertinggalan pada menit ke-54 melalui sundulan Carlos Augusto yang menyambut umpan silang Calhanoglu, tetapi bola masih melebar. Inter terus mencari celah untuk menembus pertahanan Milan. Peluang lain datang pada menit ke-75 ketika wasit sempat memberikan hadiah penalti setelah Mario Gila dianggap melakukan handball saat menghalau umpan silang Petar Susic. Namun, setelah meninjau tayangan VAR, keputusan penalti tersebut dibatalkan. Inter hanya mendapatkan tendangan sudut sehingga peluang untuk memperkecil ketertinggalan kembali gagal dimanfaatkan. Memasuki 10 menit terakhir, Inter melakukan lima pergantian pemain untuk menambah kekuatan serangan. Meski begitu, mereka tetap kesulitan menghadapi pertahanan Milan yang tampil disiplin hingga pertandingan berakhir. AC Milan Menang, Posisi Inter di Puncak Tergeser Kemenangan 3-1 ini membuat AC Milan berhasil mengamankan kemenangan dalam Derby della Madonnina pertama musim ini. Rossoneri tampil efektif dengan memaksimalkan peluang yang didapat sepanjang pertandingan. Tambahan tiga poin membawa Milan naik ke posisi keempat klasemen sementara Serie A dengan koleksi 21 poin. Hasil tersebut menjadi modal positif bagi mereka dalam persaingan di papan atas. Sementara itu, Inter Milan harus menerima kekalahan pertama mereka musim ini. Nerazzurri turun ke posisi kedua dengan 25 poin dari 10 pertandingan, kalah selisih gol dari Lazio yang kini berada di puncak klasemen.

AC Milan Kalahkan Inter Milan 3-1, Rossoneri Kuasai Derby della Madonnina Read More »

Manchester United Gagal Menang Sepanjang Oktober 2026, Posisi di Klasemen Makin Terancam

Arenabetting – Manchester United harus melewati Oktober 2026 dengan hasil yang sangat mengecewakan. Setan Merah gagal meraih satu pun kemenangan sepanjang bulan tersebut setelah kembali menelan kekalahan 0-2 dari Chelsea di Liga Inggris. Kekalahan itu terjadi saat MU bertandang ke Stamford Bridge pada Sabtu (31/10/2026) malam WIB. Dalam pertandingan pekan kesembilan tersebut, tim asuhan Michael Carrick tidak mampu mengimbangi permainan tuan rumah. Chelsea memastikan kemenangan lewat gol Morgan Rogers pada menit ke-50 dan penalti Cole Palmer pada menit ke-64. Situasi MU semakin sulit setelah Lisandro Martinez mendapatkan kartu merah pada menit ke-63. Manchester United Masih Terjebak dalam Tren Negatif Kekalahan dari Chelsea membuat catatan buruk Manchester United semakin panjang. Bruno Fernandes dan rekan-rekannya kini sudah melewati sembilan pertandingan tanpa kemenangan di berbagai kompetisi. Dalam periode tersebut, MU hanya mampu meraih tiga hasil imbang dan harus menerima enam kekalahan. Catatan ini memperlihatkan betapa sulitnya Setan Merah menemukan kembali konsistensi permainan mereka. Kemenangan terakhir Manchester United diraih saat mengalahkan Sabah dengan skor 4-0 di Liga Champions pada 11 September 2026. Setelah hasil tersebut, mereka terus kesulitan mendapatkan kemenangan hingga penghujung Oktober. Performa MU Menurun di Liga Inggris dan Liga Champions Perjalanan Manchester United sepanjang Oktober diwarnai sejumlah hasil mengecewakan. Mereka mengawali rangkaian pertandingan dengan hasil imbang 1-1 melawan Tottenham Hotspur pada 10 Oktober. Empat hari kemudian, MU harus mengakui keunggulan Atletico Madrid setelah kalah 0-2 di Liga Champions. Hasil imbang 1-1 melawan Leeds United pada 18 Oktober juga membuat mereka kembali gagal membawa pulang tiga poin. Situasi semakin buruk ketika Setan Merah bertandang ke markas Como 1907 pada 21 Oktober. Manchester United harus pulang dengan kekalahan telak 1-4 dalam pertandingan Liga Champions tersebut. Hasil negatif berlanjut saat MU menjamu Bournemouth pada 25 Oktober. Mereka kalah 0-3 sebelum akhirnya kembali tumbang dengan skor 0-2 ketika menghadapi Chelsea di Stamford Bridge. Catatan Buruk Manchester United Terulang Setelah 38 Tahun Rentetan sembilan pertandingan tanpa kemenangan ini mengulang catatan buruk Manchester United pada 1988. Situasi tersebut menjadi gambaran sulitnya perjalanan klub dalam menghadapi persaingan di berbagai kompetisi. Hasil buruk itu juga memberikan dampak langsung terhadap posisi MU di klasemen sementara Premier League. Mereka terus kehilangan poin dan semakin kesulitan memperbaiki posisi setelah melewati sejumlah pertandingan tanpa kemenangan. Saat ini, Manchester United berada di peringkat ke-16 klasemen Liga Inggris dengan koleksi tujuh poin dari sembilan pertandingan. Posisi tersebut tentu jauh dari harapan setelah mereka kembali gagal mendapatkan hasil positif. Posisi MU Semakin Dekat dengan Zona Degradasi Kondisi Manchester United semakin mengkhawatirkan karena jarak mereka dengan zona degradasi hanya terpaut satu poin. Artinya, posisi Setan Merah masih sangat rawan mengalami penurunan di klasemen. Ancaman tersebut bisa semakin besar karena tiga tim penghuni zona degradasi belum memainkan pertandingan pekan kesembilan. Jika mereka mampu mendapatkan poin, posisi MU berpeluang semakin tertekan. Michael Carrick kini memiliki pekerjaan besar untuk mengembalikan performa Manchester United. Setan Merah membutuhkan kemenangan secepatnya agar bisa menjauh dari zona degradasi dan mengakhiri tren negatif yang menghantui mereka sepanjang Oktober 2026.

Manchester United Gagal Menang Sepanjang Oktober 2026, Posisi di Klasemen Makin Terancam Read More »

Lazio Kuasai Puncak Serie A, Gattuso Buktikan Kualitasnya

Arenabetting – Lazio tampil mengesankan di Liga Italia musim ini. Di bawah arahan Gennaro Gattuso, Biancoceleste berhasil memimpin klasemen sementara setelah melewati sembilan pertandingan tanpa menelan kekalahan. Hasil terbaru diraih Lazio saat menghadapi Sassuolo pada Rabu (28/10/2026). Mereka tampil tajam dan meraih kemenangan besar dengan skor 6-2, sekaligus memperkuat posisi di puncak klasemen Serie A. Lazio kini mengoleksi 25 poin dari delapan kemenangan dan satu hasil imbang. Mereka unggul tiga poin dari Inter Milan yang berada di posisi kedua, sementara performa Gattuso mulai mendapat pujian setelah sebelumnya sempat diragukan. Lazio Tampil Konsisten di Liga Italia Kemenangan atas Sassuolo memperlihatkan ketajaman Lazio dalam memanfaatkan peluang. Enam gol yang berhasil dicetak menjadi bukti bahwa tim mampu tampil produktif ketika menghadapi lawan di kompetisi domestik. Catatan delapan kemenangan dan satu hasil imbang juga menunjukkan konsistensi Lazio sepanjang sembilan pertandingan pertama. Mereka belum terkalahkan dan berhasil mengumpulkan poin penting untuk menjaga posisi di papan atas. Keunggulan tiga poin dari Inter Milan memberi Lazio ruang untuk mempertahankan posisi teratas. Meski perjalanan musim masih panjang, hasil sejauh ini menjadi modal positif bagi tim untuk menghadapi pertandingan berikutnya. Gattuso Mulai Menjawab Keraguan Saat pertama kali menangani Lazio, Gattuso tidak lepas dari keraguan. Pengalamannya sebagai pelatih dianggap belum cukup meyakinkan untuk membawa klub bersaing secara konsisten di papan atas Liga Italia. Sepanjang karier kepelatihannya, Gattuso telah menangani 10 tim. Catatan tersebut menunjukkan bahwa ia sudah melewati berbagai pengalaman di sejumlah klub, meskipun hasil yang diraih sebelumnya belum selalu sesuai harapan. Salah satu pencapaian penting Gattuso adalah membawa Napoli menjuarai Coppa Italia pada musim 2019/2020. Gelar tersebut menjadi trofi utama yang berhasil ia raih selama menjalani karier sebagai pelatih. Kini, performa Lazio memberikan bukti baru mengenai kemampuannya menangani tim. Hasil positif dalam sembilan pertandingan awal membuat penilaian terhadap Gattuso mulai berubah, terutama setelah Lazio mampu memimpin klasemen dengan catatan belum terkalahkan. Hernan Crespo Bela Gattuso Mantan pemain Lazio, Hernan Crespo, turut memberikan penilaian positif terhadap pencapaian Gattuso. Ia menilai hasil yang diraih Biancoceleste sudah cukup untuk menjawab berbagai kritik yang sebelumnya ditujukan kepada sang pelatih. Crespo menyoroti catatan delapan kemenangan dan satu hasil imbang yang membawa Lazio berada di puncak klasemen. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi alasan kuat bagi pihak yang meragukan Gattuso untuk mengevaluasi kembali pandangan mereka. Ia juga menilai pengalaman Gattuso bersama tim nasional yang sebelumnya mendapat sorotan tidak seharusnya menjadi satu-satunya dasar untuk menilai kualitasnya. Perkembangan Lazio saat ini memperlihatkan bahwa situasi sepak bola dapat berubah dengan cepat. Tantangan Lazio untuk Mempertahankan Posisi Meski sedang berada di puncak, Lazio masih harus menjaga konsistensi sepanjang musim. Persaingan di Serie A cukup ketat, sehingga keunggulan tiga poin dari Inter Milan belum menjamin posisi mereka akan bertahan hingga akhir kompetisi. Kemenangan besar atas Sassuolo menjadi modal penting untuk menghadapi laga selanjutnya. Namun, Lazio perlu mempertahankan produktivitas sekaligus menjaga keseimbangan permainan agar tetap mampu meraih hasil positif. Bagi Gattuso, performa awal musim ini menjadi kesempatan untuk membuktikan kualitasnya secara berkelanjutan. Jika Lazio mampu mempertahankan tren tersebut, peluang bersaing di papan atas akan tetap terbuka dan keraguan terhadap sang pelatih bisa semakin berkurang.

Lazio Kuasai Puncak Serie A, Gattuso Buktikan Kualitasnya Read More »

Carragher Buka Pintu untuk Trent Alexander-Arnold Kembali ke Liverpool

Arenabetting – Jamie Carragher menyarankan Trent Alexander-Arnold untuk kembali ke Liverpool setelah kesulitan mendapatkan menit bermain reguler bersama Real Madrid. Mantan pemain The Reds itu menilai bek kanan asal Inggris tersebut masih bisa memberikan kontribusi penting jika kembali memperkuat klub lamanya. Alexander-Arnold bergabung dengan Real Madrid setelah meninggalkan Liverpool. Namun, perjalanan kariernya di Spanyol belum berjalan sesuai harapan. Sepanjang musim ini, pemain berusia 28 tahun itu baru tampil tujuh kali dan mencatatkan satu assist di semua kompetisi. Kesempatan bermain yang terbatas membuat masa depannya kembali menjadi perhatian. Carragher pun menyatakan terbuka terhadap kemungkinan Alexander-Arnold kembali ke Anfield, terutama karena Liverpool masih membutuhkan kreativitas dari sektor bek kanan. Menit Bermain Alexander-Arnold Terbatas di Madrid Alexander-Arnold belum menjadi pilihan utama di Real Madrid musim ini. Dari tujuh penampilan yang sudah dijalani, ia baru empat kali dipercaya tampil sebagai starter. Catatan tersebut memperlihatkan bahwa perannya di dalam tim masih belum terlalu besar. Situasi itu juga terlihat ketika Real Madrid menghadapi Barcelona dalam pertandingan El Clasico pada awal pekan. Alexander-Arnold hanya mendapatkan kesempatan bermain selama satu menit, sehingga kontribusinya dalam laga besar tersebut sangat terbatas. Minimnya kesempatan tampil membuat kondisi sang pemain mendapat perhatian dari berbagai pihak. Sebagai mantan pemain Liverpool, Carragher ikut menyoroti situasi tersebut dan menilai peluang kembali ke klub lamanya layak dipertimbangkan. Carragher mengakui Alexander-Arnold pernah membuat keputusan yang menurutnya keliru. Meski begitu, ia tetap membuka kemungkinan untuk menerima sang pemain kembali apabila kepulangannya bisa memberikan keuntungan bagi Liverpool. Carragher Siap Menerima Alexander-Arnold Lagi Carragher menyampaikan bahwa dirinya bersedia menerima Alexander-Arnold kembali ke Liverpool. Ia menilai kritik terhadap keputusan sang pemain meninggalkan klub tidak harus menutup peluang untuk kembali pada masa mendatang. Menurut Carragher, Alexander-Arnold memang telah mengambil keputusan besar yang mengundang banyak kritik. Namun, ia juga melihat bahwa kepulangan pemain tersebut bisa menjadi pilihan yang menguntungkan bagi Liverpool jika kebutuhan tim mendukung langkah tersebut. Pandangan itu berkaitan dengan kebutuhan Liverpool di posisi bek kanan. Carragher menilai klub masih menghadapi persoalan dalam aspek kreativitas dari area tersebut, sehingga kemampuan Alexander-Arnold dalam membangun serangan bisa kembali berguna. Meski demikian, pernyataan Carragher bukan berarti Liverpool sudah mengajukan tawaran atau memulai negosiasi untuk memulangkan Alexander-Arnold. Sampai saat ini, gagasan tersebut masih berupa saran dari mantan pemain The Reds itu. Liverpool Masih Bisa Membutuhkan Kreativitasnya Alexander-Arnold dikenal memiliki kemampuan mengirim umpan yang dapat membuka peluang bagi rekan setimnya. Kualitas tersebut menjadi salah satu kontribusi penting selama membela Liverpool dan dinilai masih relevan dengan kebutuhan permainan tim. Carragher menyoroti bahwa Liverpool membutuhkan lebih banyak kreativitas dari posisi bek sayap. Menurut pandangannya, kemampuan Alexander-Arnold dalam membantu serangan merupakan aspek yang masih dirindukan oleh klub. Selama memperkuat Liverpool, Alexander-Arnold mencatatkan 354 penampilan di seluruh kompetisi. Ia juga menyumbangkan 23 gol dan 92 assist, angka yang menunjukkan kontribusinya tidak hanya terbatas pada tugas bertahan. Namun, kemungkinan kembali ke Anfield masih belum memiliki kepastian. Alexander-Arnold saat ini masih menjadi bagian dari Real Madrid, sedangkan belum ada informasi mengenai langkah resmi Liverpool untuk merekrutnya kembali. Saran Carragher pun membuka pembahasan mengenai peluang tersebut tanpa menjamin kepindahan akan terjadi.

Carragher Buka Pintu untuk Trent Alexander-Arnold Kembali ke Liverpool Read More »

Romano Bocorkan Tiga Kandidat Pelatih MU jika Michael Carrick Dipecat

Arenabetting – Masa depan Michael Carrick di Manchester United masih menjadi sorotan setelah tim mengalami serangkaian hasil buruk. Situasi tersebut membuat manajemen klub mulai mempertimbangkan sejumlah nama yang berpotensi menggantikan posisi pelatih asal Inggris itu. Jurnalis sepak bola Fabrizio Romano mengungkap tiga kandidat yang masuk dalam pembahasan Manchester United. Mereka adalah Eddie Howe, Julian Nagelsmann, dan Antonio Conte. Berdasarkan urutan yang disampaikan Romano, Howe berada di posisi pertama, diikuti Nagelsmann dan Conte. Meski sudah muncul sejumlah nama, MU belum mengambil keputusan untuk mengakhiri kerja sama dengan Carrick. Manajemen masih memberinya kesempatan untuk memimpin tim saat menghadapi Chelsea di Stamford Bridge pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Carrick Masih Berada di Bawah Tekanan Tekanan terhadap Carrick meningkat setelah Manchester United kalah telak 0-3 dari Bournemouth pada akhir pekan lalu. Kekalahan tersebut memperpanjang catatan tanpa kemenangan Setan Merah menjadi delapan pertandingan di semua kompetisi. Hasil buruk itu membuat posisi Carrick semakin menjadi perhatian. Performa tim yang belum membaik mendorong petinggi klub untuk membahas langkah yang perlu diambil demi memperbaiki situasi. CEO MU Omar Berrada dan Direktur Sepak Bola Jason Wilcox sebelumnya telah menggelar pembicaraan mengenai masa depan sang pelatih. Namun, manajemen akhirnya menunda keputusan dan memilih memberikan kesempatan tambahan kepada Carrick. Pertandingan melawan Chelsea kini menjadi salah satu momen penting bagi Carrick. Ia perlu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menunjukkan perkembangan permainan dan membantu MU kembali meraih hasil positif. Eddie Howe Masuk dalam Daftar Kandidat Dalam laporan melalui kanal YouTube, Romano menjelaskan bahwa Manchester United telah menjalin komunikasi dengan perwakilan sejumlah pelatih. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari pertimbangan klub apabila pergantian pelatih benar-benar diperlukan. Romano menempatkan Eddie Howe sebagai kandidat pertama dalam daftar tersebut. Pelatih Newcastle United itu masuk dalam pembahasan bersama Nagelsmann dan Conte sebagai opsi yang dikaitkan dengan posisi pelatih MU. Julian Nagelsmann berada di urutan kedua, sedangkan Antonio Conte menempati posisi ketiga. Ketiganya menjadi nama yang perlu diperhatikan jika manajemen memutuskan mencari sosok baru untuk menangani tim utama. Meski begitu, komunikasi dengan perwakilan pelatih tidak berarti MU sudah menentukan pilihan. Romano menegaskan bahwa klub belum mengambil keputusan untuk menunjuk salah satu kandidat sebagai pengganti Carrick. Unai Emery dan Fabian Hurzeler Juga Dikaitkan Selain Howe, Nagelsmann, dan Conte, nama Unai Emery turut masuk dalam pembicaraan mengenai calon pelatih Manchester United. Manajer Aston Villa tersebut kabarnya menjadi sosok yang dikagumi oleh pihak klub. Namun, upaya mendatangkan Emery diperkirakan tidak mudah karena ia masih menangani Aston Villa. MU perlu mempertimbangkan berbagai faktor apabila ingin menjajaki kemungkinan merekrut pelatih asal Spanyol tersebut. Fabian Hurzeler, yang saat ini melatih Brighton & Hove Albion, juga sempat dikaitkan dengan kursi pelatih Setan Merah. Meski demikian, belum ada keputusan resmi yang menunjukkan bahwa MU akan memilih salah satu nama tersebut. Untuk sementara, Carrick tetap bertanggung jawab memimpin tim. Setelah melawan Chelsea, MU dijadwalkan menghadapi AS Roma di Liga Champions dan Aston Villa di Premier League. Rangkaian pertandingan itu bisa menjadi bahan evaluasi penting bagi manajemen dalam menentukan langkah selanjutnya. Sementara itu, Howe, Nagelsmann, dan Conte masih sebatas kandidat yang dikaitkan dengan kemungkinan pergantian pelatih di Old Trafford.

Romano Bocorkan Tiga Kandidat Pelatih MU jika Michael Carrick Dipecat Read More »

LaLiga Terancam Diboikot di China Usai Kontroversi Kylian Mbappe

Arenabetting – LaLiga sempat menghadapi ancaman penghentian siaran di China setelah komentar Kylian Mbappe mengenai Mao Zedong memicu kontroversi. Meski sang pemain telah meminta maaf, pemegang hak siar di negara tersebut masih mempertimbangkan langkah selanjutnya. Kontroversi bermula ketika Mbappe membahas meme favoritnya dalam sebuah sesi tanya jawab. Penyerang Real Madrid itu menyinggung gambar yang menggabungkan wajahnya dengan Mao Zedong, tokoh penting dalam sejarah China. Pernyataan tersebut mendapat reaksi dari masyarakat China dan berdampak pada citra Mbappe. Dua merek bahkan dilaporkan memutus kontrak dengannya, sementara persoalan itu turut menyeret LaLiga ke dalam kontroversi. Komentar Mbappe Picu Reaksi di China Dalam sesi tanya jawab tersebut, Mbappe mengaku sering menggunakan meme yang menampilkan wajahnya bersama Mao Zedong sebagai bahan candaan dengan teman-temannya. Ia menanggapi gambar itu dengan nada bercanda, tetapi pernyataannya kemudian menuai kritik. Mao Zedong merupakan tokoh revolusioner yang berperan besar dalam berdirinya Republik Rakyat Tiongkok. Sosoknya memiliki tempat penting dalam sejarah negara tersebut, sehingga komentar Mbappe dianggap menyinggung sebagian masyarakat China. Reaksi terhadap pernyataan itu berkembang hingga memengaruhi kerja sama komersial Mbappe. Dua merek dilaporkan mengakhiri kontrak dengan pemain asal Prancis tersebut setelah kontroversi menyebar. Mbappe Sampaikan Permintaan Maaf Setelah mendapat berbagai reaksi, Mbappe menyampaikan permintaan maaf melalui media sosial pribadinya. Ia mengakui komentarnya tidak tepat dan memahami bahwa perkataannya telah menyakiti sejumlah orang di China maupun komunitas Tionghoa di berbagai negara. Mbappe juga menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud menyinggung masyarakat China. Ia menyampaikan rasa hormat terhadap rakyat serta sejarah negara tersebut dan menyesali perkataan yang telah memicu kontroversi. Permintaan maaf itu menjadi langkah Mbappe untuk meredakan persoalan yang berkembang. Namun, dampaknya tidak berhenti pada dirinya karena kontroversi tersebut turut menjadi perhatian pihak yang mengelola siaran LaLiga di China. China Media Group (CMG), pemegang hak siar LaLiga di negara tersebut, menerima permintaan maaf Mbappe. Meski demikian, CMG memperingatkan akan memberikan perhatian lebih terhadap perilaku sang pemain dan otoritas LaLiga. CMG Beri Peringatan kepada LaLiga CMG belum sepenuhnya menganggap persoalan tersebut selesai. Pihaknya dikabarkan menginginkan Mbappe menyampaikan permintaan maaf secara langsung di depan kamera sebagai bagian dari respons terhadap kontroversi tersebut. Presiden LaLiga, Javier Tebas, juga telah menyampaikan permintaan maaf kepada pihak China. Langkah itu menunjukkan bahwa liga berupaya meredakan ketegangan agar persoalan yang melibatkan seorang pemain tidak berkembang menjadi masalah yang lebih luas. LaLiga turut berencana menerapkan aturan baru untuk menjaga perilaku pemain, baik di dalam maupun di luar lapangan. Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu mencegah kejadian serupa yang berpotensi merugikan kompetisi. Siaran LaLiga di China Terancam Dihentikan Selain respons dari CMG, platform asal China, Xiaohongshu atau RedNote, dikabarkan sedang meninjau dan menarik materi promosi yang berkaitan dengan Mbappe. Perkembangan ini menambah tekanan terhadap aktivitas komersial sang pemain di negara tersebut. CMG juga dikabarkan berencana menghentikan siaran LaLiga untuk sementara waktu. Namun, belum ada kepastian mengenai berapa lama penghentian tersebut akan berlangsung atau kapan tayangan kompetisi Spanyol bisa kembali disiarkan. CMG sebelumnya membeli hak siar LaLiga dengan nilai sekitar 75 juta euro atau setara Rp1,5 triliun per musim. Kontrak tersebut berlaku selama lima musim sejak 2025, sehingga potensi penghentian siaran menjadi persoalan penting bagi penyelenggara liga dan pemegang hak siar. Hingga kini, kelanjutan siaran LaLiga di China masih menunggu perkembangan situasi. Permintaan maaf Mbappe dan respons pihak liga menjadi bagian penting dalam upaya meredakan kontroversi yang telah meluas.

LaLiga Terancam Diboikot di China Usai Kontroversi Kylian Mbappe Read More »