Komunitas Agen Bola, SBOBET, IBCBET, Prediksi Pasaran Bola & Casino Online Terbesar

betarena

Sebentar Lagi Diego Leon Akan Resmi Bergabung Dengan Manchester United

Berita Bola – Presiden Cerro Porteno, Juan Jose Zapag buka suara terkait spekulasi transfer Diego Leon ke Manchester United. Ia membenarkan bahwa Setan Merah berminat pada talenta muda mereka tersebut. Diego Leon memang lagi jadi buah bibir di Paraguay. Di usianya yang masih 17 tahun, ia menembus tim utama Cerro Porteno dan jadi starter reguler di sisi bek kiri mereka. Performa apik Leon ini dikabarkan sampai ke telinga Manchester United. Setan Merah dilaporkan tertarik ingin mengamankan jasa sang pemuda. Kabar yang beredar di Inggris menyebut bahwa MU sudah memproses transfer Leon dari Cerro Porteno. Namun apakah rumor itu memang benar adanya? Dalam wawancaranya baru-baru ini, Juan Jose Zapag dimintai keterangan terkait rumor ketertarikan Manchester United terhadap Diego Leon. Sang Presiden mengakui bahwa kubu Setan Merah benar-benar tertarik untuk memboyong sang bek ke Inggris. “Ya, ketertarikan Manchester United terhadap Diego Leon itu memang benar adanya,” buka Zapag. Lebih lanjut, Zapag juga mengonfirmasi bahwa pihaknya sedang berkomunikasi dengan Manchester United terkait transfer Leon. Ia menyebut bahwa dalam waktu dekat ini transfer sang bek bisa segera diresmikan karena prosesnya sudah mencapai tahap akhir. “Mereka (Man United) sudah memberikan penawaran resmi untuknya dan dalam beberapa hari ke depan saya rasa urusan ini bisa segera diselesaikan,” pungkas sang Presiden. Menurut kabar terbaru yang beredar, Manchester United akan membayar sekitar empat juta pounds kepada Cerro Porteno untuk jasa Leon. Nantinya ada klausul tambahan senilai satu juta pounds dalam kesepkatan tersebut. Leon baru bergabung dengan Setan Merah di musim panas tahun 2025 saat ia telah berusia 18 tahun.

Sebentar Lagi Diego Leon Akan Resmi Bergabung Dengan Manchester United Read More »

Jadi Incaran Manchester City Dan PSG, Lamine Yamal Tegaskan Ingin Tetap Berada Di Barcelona

Berita Bola – Winger andalan milik Barcelona, Lamine Yamal buka suara terkait spekulasi masa depannya. Ia menegaskan bahwa dia tidak tertarik untuk meninggalkan Barcelona dalam waktu dekat ini. Setahun terakhir, Yamal memang lagi hangat diperbincangkan. Di usianya yang masih sangat belia, sang winger telah menunjukkan performa yang apik di Barcelona dan buat Timnas Spanyol. Performa apik Yamal ini membuat dua tim besar di Eropa, Manchester City dan PSG tertarik pada jasanya. Kedua klub ini bahkan dikabarkan siap menggelontorkan uang dalam jumlah yang besar untuk mendapatkan tanda tangan Yamal. Baru-baru ini Yamal dimintai keterangan terkait ketertarikan dua klub tajir Eropa tersebut. Ia menegaskan bahwa ia sama sekali tidak punya niatan untuk berganti klub. Dalam wawancaranya ke Marca, Yamal menegaskan bahwa ia sama sekali tidak punya niatan untuk pergi dari Barcelona. Ia menyebut bahwa ia masih punya banyak mimpi untuk diraih bersama tim asal Catalunya tersebut. “Saya sema sekali tidak memikirkan rumor-rumor tersebut. Saya hanya memikirkan Barca, berkembang bersama klub ini dan memenangkan banyak gelar juara,” buka Yamal. Yamal menyebut bahwa ia punya sebuah impian yang ingin ia raih bersama Barcelona. Ia ingin memenangkan Liga Champions bersama Barcelona dan ia ingin bisa lekas mewujudkan hal itu. “Saya bermimpi memenangkan trofi juara bersama Barca. Saya ingin membawa pulang trofi Liga Champions ke Barcelona. Itu akan jadi mimpi jadi nyata bagi saya,” pungkasnya. Manajemen Barcelona sendiri saat ini sedang mengupayakan perpanjangan kontrak buat Yamal. Dalam waktu dekat sang winger akan diikat dengan kontrak dengan durasi yang panjang.

Jadi Incaran Manchester City Dan PSG, Lamine Yamal Tegaskan Ingin Tetap Berada Di Barcelona Read More »

Marcus Rashford Mengumumkan Siap Pergi Dari Manchester United

Berita Bola – Sebuah kejutan datang dari Marcus Rashford. Penyerang 27 tahun itu mengumumkan bahwa ia siap meninggalkan Manchester United di tahun 2025 nanti. Seperti yang sudah diketahui, belakangan ini ada banyak spekulasi mengenai masa depan Rashford. Ia dilaporkan sudah tidak masuk dalam rencana Ruben Amorim karena performanya yang tidak stabil. Puncaknya terjadi pada akhir pekan kemarin. Ia mendadak tidak dilibatkan sang pelatih pada ajang Derby Manchester sehingga banyak yang meyakini karirnya di MU sudah tamat. Menanggapi semua spekulasi yang ada, Rashford mengakui bahwa ia siap untuk cabut dari Mnachester United. “Secara pribadi, saya siap untuk tantangan baru dalam karir saya,” buka Rashford kepada The Times. Menurut Rashford, ia tahu bahwa ada vibes negatif mengenai dirinya di Mnachester United saat ini. Ia menyebut bahwa jika situasi memang sudah tidak bisa diperbaiki lagi, maka ia akan cabut dari Old Trafford. “Saya tahu bahwa situasi saya saat ini sudah cukup buruk dan saya tidak ingin membuatnya jadi lebih buruk lagi,” sambung Rashford. Lebih lanjut, Rashford menyebut bahwa ia tidak akan sakit hati jika meninggalkan MU nanti. Ia berjanji tidak akan berkata buruk mengenai klub masa kecilnya jika ia hengkang. “Ketika saya pergi nanti, saya tidak akan menaruh dendam kepada klub ini. Anda tidak akan pernah mendengar komentar negatif mengenai Manchester United dari saya,” sambung Rashford. “Saya sudah melihat bagaimana pemain lain meninggalkan klub ini di masa lalu dan saya tidak ingin mencontoh mereka. Ketika saya pergi, saya akan memberikan pernyataannya langsung,” pungkasnya. Menurut gosip yang beredar, Rashford saat ini paling memungkinkan untuk pindah ke Prancis untuk menyambung karir. Ia dikabarkan masih ingin bermain di Eropa dan PSG dilaporkan tertarik menggunakan jasanya.

Marcus Rashford Mengumumkan Siap Pergi Dari Manchester United Read More »

Amad Diallo Senang Bisa Jadi Pahlawan Kemenangan MU Atas Man City

Berita Bola – Winger Manchester United, Amad Diallo mengaku gembira bisa jadi pahlawan kemenangan Manchester United di Derby Manchester. Ia menilai gol itu terasa spesial untuknya. Kemarin malam, Manchester United bertandang ke Etihad Stadium untuk menghadapi Manchester City. Di laga ini Setan Merah berada dalam posisi tertinggal terlebih dahulu berkat gol Josko Gvardiol. Namun di 10 menit terakhir, Setan Merah berhasil membalikkan kedudukan. Diawali oleh gol penalti Bruno Fernandes, Setan Merah membalikkan kedudukan melalui gol Amad Diallo. Sang pemuda mengaku senang bisa jadi pahlawan kemenangan MU di laga ini. “Saya merasa sangat luar biasa,” buka Amad Diallo. Menurut Amad, kemenangan atas Manchester City ini merupakan sebuah kemenangan yang spesial. Karena menurutnya City adalah tim kuat dan mengalahkan mereka bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah, “Hari ini kami menghadapi Manchester City di partai derby. Mereka adalah salah satu tim terbaik di dunia saat ini,” sambung Amad. “Jadi bisa memenangkan laga ini tentu hanya menghadirkan perasaan bahagia bagi saya. Saya benar-benar bahagia atas kemenangan ini karena kami sangat ingin memenangkan derby ini.” Lebih lanjut, Diallo mengaku tidak percaya ia bisa mencetak gol kemenangan MU di laga ini. Ia meyebut bahwa proses gol itu berjalan cepat dan ia sempat mengira bakal gagal menyepak bola yang ia terima itu. “Kita semua tahu bahwa Licha (Martinez) adalah pemain yang bagus, dan ia memberikan umpan yang sangat bagus,” sambung Amad. “Awalnya saya tidak menyangka bisa menerima bola itu karena datangnya bola itu sangat cepat. Namun saya bisa menyentuh bola itu dan saya mencetak gol itu,” pungkasnya. Amad Diallo sendiri kemungkinan besar akan kembali jadi andalan Ruben Amorim di tengah pekan ini. Setan Merah dijadwalkan akan menantang Tottenham di babak perempat final Carabao Cup 2024.

Amad Diallo Senang Bisa Jadi Pahlawan Kemenangan MU Atas Man City Read More »

Sudah Saatnya Marcus Rashford Pergi Dari Manchester United, Tapi Siapa Yang Mau?

Berita Bola – Marcus Rashford menghadapi tantangan besar untuk menyelamatkan kariernya di Manchester United. Klub dikabarkan siap berpisah dengan sang penyerang jika ia gagal meningkatkan performa baik di dalam maupun di luar lapangan. Nama Rashford kembali ramai dibicarakan pekan ini, dan bukan untuk hal baik. Dia disebut-sebut kembali terlibat masalah dengan pelatih, kali ini dengan Ruben Amorim. Pasalnya, Amorim sengaja tidak memanggil Rashford ke dalam skuad MU untuk laga kontra Manchester City akhir pekan lalu. Selain Rashford, Alejandro Garnacho juga tidak dipanggil. Amorim telah mengonfirmasi tidak ada masalah apa pun dengan dua pemain tersebut. Mereka tidak dipanggil ke dalam skuad karena alasan profesional. Ruben Amorim, manajer baru United, kabarnya tidak terkesan dengan etos kerja Rashford di sesi latihan dan sikapnya secara keseluruhan. Hal ini menjadi alasan Rashford dicoret dari skuat saat derby Manchester pekan lalu. Situasi Rashford kian pelik karena ia bukan satu-satunya pemain yang dihukum Amorim. Alejandro Garnacho juga absen dalam laga tersebut. Namun, berbeda dengan Rashford, Garnacho dianggap belum sering melakukan pelanggaran serupa dan masih diberi kesempatan memperbaiki diri. Sementara itu, Rashford yang telah menjadi pemain senior di tim, diharapkan menjadi teladan. Sayangnya, menurut laporan, sejak Januari lalu klub sudah membuka peluang menjual Rashford, tetapi hingga kini belum ada klub yang berminat karena masalah sikap, performa, dan gaji tinggi yang dimilikinya. Pandangan kritis juga datang dari mantan bek Liverpool, Jamie Carragher. Ia menilai Rashford bukanlah pemain kelas dunia yang tak tergantikan di skuat utama United. “Rashford adalah pemain bagus, tetapi bukan pemain hebat. Saya rasa kita terlalu sering membicarakannya. Sudah waktunya dia pergi dari United, tetapi apakah ada klub yang tertarik dengan gajinya? Itu pertanyaannya,” ujar Carragher. Carragher menambahkan bahwa perpisahan antara Rashford dan Manchester United sebaiknya segera terjadi demi kebaikan kedua belah pihak. Menurutnya, Rashford harus mencari jalan keluar untuk menghidupkan kembali kariernya yang saat ini berada di persimpangan jalan.

Sudah Saatnya Marcus Rashford Pergi Dari Manchester United, Tapi Siapa Yang Mau? Read More »

Manchester City Butuh Revolusi Skuad, Bisakah Guardiola Bertahan?

Berita Bola – Manchester City mengalami penurunan performa yang mengejutkan musim ini, dan bahkan Josep Guardiola mengakui bahwa pembaruan besar-besaran dalam skuad mungkin baru akan dilakukan pada musim panas mendatang. Man City memang tengah terjebak dalam momentum negatif beberapa pekan terakhir. Guardiola belum juga menemukan solusi untuk mendorong timnya bangkit kembali. Kekalahan dari Manchester United dan Juventus dalam waktu berdekatan semakin mempertegas betapa mendesaknya perubahan ini. Selama bertahun-tahun, Manchester City tampil dengan dominasi yang membuat lawan sering merasa kalah sebelum pertandingan dimulai. Namun, musim ini aura tersebut telah memudar. Dengan hanya meraih hasil yang tidak konsisten, City kini tertinggal sembilan poin dari Liverpool di puncak klasemen Premier League, bahkan setelah memainkan satu pertandingan lebih banyak. Tidak hanya itu, harapan untuk mempertahankan gelar Liga Champions juga terguncang setelah kekalahan dari Juventus. Guardiola menyebut bahwa City harus “bertahan” musim ini, sebuah pernyataan yang menggarisbawahi krisis dalam tim yang dulunya begitu mendominasi. City kini terlihat lebih rentan, dengan para lawan mulai berani memanfaatkan kelemahan mereka hingga peluit akhir, seperti yang dilakukan United di derby Manchester. Bahkan statistik menunjukkan bahwa Josko Gvardiol, seorang bek, menjadi pencetak gol terbanyak kedua City musim ini setelah Erling Haaland, menyoroti ketergantungan mereka pada sang striker Norwegia. Salah satu alasan utama di balik kemunduran City adalah skuad yang dibiarkan menua bersama tanpa pembaruan signifikan. Beberapa pemain tampaknya telah kehilangan dahaga untuk meraih kemenangan, yang dulu menjadi ciri khas tim ini. Guardiola memang bisa berdalih dengan menyebut cedera yang dialami pemain-pemain kunci seperti Rodri dan John Stones. Namun, ini tidak cukup untuk menjelaskan penurunan drastis standar permainan mereka. Selain itu, muncul tanda-tanda kelemahan mental dan fisik dalam tim, yang kini kerap dimanfaatkan lawan. Guardiola menghadapi tugas berat untuk membangun kembali tim ini. Proses ini tidak akan menjadi perbaikan instan, terutama karena para pesaing City, seperti Liverpool dan Arsenal, juga terus memperkuat diri. Pembaruan ini membutuhkan Guardiola untuk menjadi lebih dari sekadar pelatih. Dengan sumber daya finansial yang dimiliki City, ia memiliki peluang besar, tetapi tantangan untuk mengembalikan City ke puncak performa akan menjadi salah satu yang paling sulit dalam kariernya. Musim ini mungkin tidak lagi tentang mempertahankan gelar, melainkan bertahan hingga akhir dan menyiapkan fondasi bagi kebangkitan di musim depan. City kini tidak hanya membutuhkan pemain baru, tetapi juga mentalitas baru untuk kembali menjadi tim yang ditakuti di Inggris dan Eropa.

Manchester City Butuh Revolusi Skuad, Bisakah Guardiola Bertahan? Read More »