Arenabetting – Arsenal resmi melepas Gabriel Martinelli ke klub Arab Saudi, Al-Hilal, pada bursa transfer musim panas 2026. Kepindahan penyerang asal Brasil itu menjadi salah satu transfer besar yang dilakukan The Gunners sekaligus mencatatkan rekor baru dalam sejarah penjualan pemain klub London Utara tersebut.
Arsenal mengumumkan transfer Martinelli pada Jumat (4/9/2026) dini hari WIB. Pemain berusia 25 tahun itu kabarnya dilepas dengan nilai mencapai 60 juta pounds, sebuah angka yang cukup besar untuk pemain yang mulai kehilangan tempat dalam susunan utama tim asuhan Mikel Arteta.
Nilai transfer tersebut membuat Martinelli menjadi pemain dengan harga penjualan tertinggi dalam sejarah Arsenal. Catatan itu melewati rekor sebelumnya yang dibuat Alex Oxlade-Chamberlain ketika pindah ke Liverpool dengan nilai sekitar 40 juta pounds pada musim panas 2017.
Martinelli Tidak Lagi Masuk Rencana Arteta
Keputusan Arsenal melepas Martinelli tidak datang secara tiba-tiba. Posisi pemain Brasil itu dalam skuad mulai berubah setelah dirinya tidak lagi menjadi pilihan utama Mikel Arteta dalam beberapa periode terakhir, termasuk pada awal Premier League musim 2026/2027.
Martinelli bahkan tidak dimainkan dalam dua pertandingan pertama Arsenal di Premier League. Situasi tersebut menjadi tanda kuat bahwa persaingan di lini depan semakin ketat dan peluangnya untuk mendapatkan menit bermain reguler semakin kecil.
Pada musim sebelumnya, Martinelli juga mulai kehilangan peran penting. Ia hanya tampil sebagai starter dalam 11 dari total 30 pertandingan Premier League, catatan terendahnya sejak musim 2020/2021.
Rekor Baru dari Penjualan Martinelli
Transfer ke Al-Hilal memberikan keuntungan besar bagi Arsenal dari sisi finansial. Nilai 60 juta pounds membuat klub berhasil mendapatkan pemasukan lebih tinggi dibandingkan penjualan Oxlade-Chamberlain yang sebelumnya menjadi rekor selama bertahun-tahun.
Catatan tersebut menjadi menarik karena Martinelli tidak pergi dalam kondisi sebagai pemain utama Arsenal. Meski kontribusinya mulai menurun, namanya masih memiliki nilai tinggi di pasar transfer, terutama dengan ketertarikan klub-klub dari luar Eropa.
Bagi Arsenal, pemasukan besar itu bisa memberikan ruang untuk mengatur kembali komposisi skuad. Klub dapat menggunakan dana transfer tersebut untuk memperkuat sektor lain yang dianggap membutuhkan tambahan pemain.
Sementara itu, kepindahan ke Arab Saudi membuka babak baru dalam karier Martinelli. Setelah bertahun-tahun bermain di Inggris, ia kini akan mencoba pengalaman berbeda bersama Al-Hilal dan menghadapi tantangan baru di kompetisi sepak bola Arab Saudi.
Perjalanan Tujuh Tahun Bersama Arsenal
Martinelli bergabung dengan Arsenal pada 2019 dan berkembang menjadi salah satu pemain muda yang cukup menonjol di Emirates Stadium. Kecepatan serta kemampuannya dalam menyerang membuatnya sempat menjadi bagian penting dalam proyek jangka panjang klub.
Selama tujuh tahun memperkuat Arsenal, Martinelli mencatatkan 278 penampilan di semua kompetisi. Dari jumlah tersebut, ia berhasil menyumbangkan 62 gol dan menjadi salah satu pemain yang cukup lama berada dalam skuad utama klub.
Sebelum akhirnya memilih Al-Hilal, Martinelli juga sempat mendapatkan tawaran dari Galatasaray. Namun, ia memutuskan untuk menolak pendekatan klub Turki tersebut dan memilih melanjutkan karier di Arab Saudi.
Al-Hilal Jadi Pelabuhan Baru
Kepindahan ini membuat Martinelli harus memulai kembali perjalanan kariernya dari awal. Di Al-Hilal, ia akan mendapatkan kesempatan untuk kembali menjadi pemain penting setelah kesulitan mendapatkan tempat utama di Arsenal.
Bagi Arsenal, penjualan tersebut menjadi akhir dari perjalanan panjang Martinelli sekaligus sebuah keuntungan finansial yang sulit diabaikan. The Gunners berhasil melepas pemain yang tidak lagi menjadi prioritas Arteta dengan nilai transfer yang memecahkan rekor klub.
Kini perhatian akan tertuju pada kiprah Martinelli bersama Al-Hilal. Pemain Brasil itu punya kesempatan membuktikan bahwa dirinya masih mampu tampil konsisten dan menjadi pemain penting setelah meninggalkan Premier League.


