Arenabetting – Optimisme tetap dijaga oleh Alvaro Arbeloa meski Real Madrid menelan kekalahan di leg pertama perempatfinal Liga Champions. Ia percaya peluang timnya belum tertutup untuk melangkah ke semifinal.
Bermain di Santiago Bernabeu, Madrid harus mengakui keunggulan Bayern Munich dengan skor 1-2. Hasil ini membuat langkah Los Blancos menjadi lebih berat di leg kedua.
Meski begitu, Arbeloa tetap yakin timnya punya kapasitas untuk membalikkan keadaan, bahkan saat harus bermain di kandang lawan.
Tertinggal Tapi Belum Tersingkir
Madrid sempat tertinggal dua gol lebih dulu lewat Luis Diaz dan Harry Kane. Situasi tersebut membuat tekanan terhadap tuan rumah meningkat sejak awal laga.
Gol dari Kylian Mbappe kemudian memberi harapan. Setidaknya, Madrid tidak kalah dengan margin lebih besar.
Arbeloa menilai satu gol tersebut sangat krusial. Hal itu menjaga peluang timnya tetap hidup untuk leg kedua nanti.
Menurutnya, selama selisih gol masih bisa dikejar, Madrid tetap berada dalam persaingan.
Tantangan Berat di Allianz Arena
Leg kedua akan berlangsung di markas Bayern yang terkenal sulit ditaklukkan. Sepanjang musim ini, Bayern hanya sekali kalah di kandang.
Fakta tersebut tentu menjadi tantangan besar bagi Madrid. Mereka wajib menang dengan selisih minimal dua gol untuk lolos.
Arbeloa mengakui bahwa tugas ini tidak mudah. Namun ia percaya timnya punya mentalitas untuk menghadapi tekanan seperti ini.
Bagi Madrid, pertandingan tandang besar bukan hal baru.
Kesalahan Jadi Pembeda
Dalam laga leg pertama, Arbeloa menyoroti kesalahan timnya sebagai faktor utama kekalahan. Dua momen kehilangan bola berujung fatal.
Ia menilai kesalahan seperti itu tidak boleh terulang. Terlebih saat menghadapi tim sekelas Bayern yang sangat efektif dalam memanfaatkan peluang.
Menurutnya, pertandingan sebenarnya bisa berjalan berbeda jika Madrid lebih rapi dalam menjaga penguasaan bola.
Hal ini menjadi bahan evaluasi penting jelang laga penentuan.
Keyakinan pada DNA Madrid
Arbeloa menegaskan bahwa Madrid punya sejarah panjang dalam melakukan comeback. Hal ini menjadi alasan utama ia tetap percaya diri.
Ia juga menyampaikan bahwa timnya mampu menang di mana saja. Keyakinan tersebut jadi modal penting untuk menghadapi leg kedua.
Bagi Madrid, tekanan justru sering menjadi motivasi tambahan. Situasi sulit seperti ini bukan hal asing bagi mereka.
Kini, semua akan ditentukan di Munich. Jika mampu tampil sempurna, peluang comeback besar masih terbuka.


