Arenabetting – Kylian Mbappe akhirnya menjelaskan tindakannya saat menggulung kaus solidaritas Ceuta sebelum Real Madrid menghadapi Elche. Momen tersebut sempat memicu sorotan karena pesan di bagian depan kaus tidak terlihat sepenuhnya.
Mbappe bersama Vinicius Junior dan Ibrahima Konate terlihat melakukan hal serupa menjelang pertandingan LaLiga pada Selasa (15/9/2026). Kaus itu membawa pesan “We’re all from Ceuta” sebagai bentuk dukungan untuk warga Ceuta dan para korban.
Situasi tersebut kemudian ramai diperbincangkan di media Spanyol dan media sosial. Mbappe pun memberikan penjelasan bahwa tindakannya bukan bentuk penolakan terhadap warga Ceuta, melainkan berkaitan dengan sikap yang ingin ia tunjukkan terhadap berbagai pihak yang sedang mengalami penderitaan.
Mbappe Tetap Dukung Warga Ceuta
Kaus solidaritas itu sebelumnya telah disepakati oleh LaLiga, Elche, dan Real Madrid untuk digunakan para pemain sebelum pertandingan. Pesan yang tercetak di bagian depan menjadi simbol dukungan terhadap Ceuta.
Ceuta merupakan kota otonom Spanyol yang berada di pesisir Afrika Utara. Wilayah tersebut menjadi sorotan setelah terjadi peningkatan ketegangan akibat puluhan ribu orang melintasi perbatasan dari Maroko pada Juli lalu.
Situasi itu kemudian berkaitan dengan krisis kemanusiaan dan perdebatan mengenai persoalan migrasi. Karena itu, tindakan para pemain Real Madrid sebelum pertandingan langsung menarik perhatian publik.
Ada Alasan di Balik Sikapnya
Mbappe menjelaskan bahwa penggunaan kaus tersebut merupakan keputusan klub yang harus diikuti para pemain. Namun, ia ingin memastikan tindakannya tidak dipahami sebagai penolakan terhadap warga Ceuta.
Penyerang Real Madrid itu menegaskan bahwa dirinya tetap memiliki rasa solidaritas terhadap warga Ceuta dan para korban. Baginya, persoalan tersebut tidak membuat dukungannya kepada mereka berkurang.
Di sisi lain, Mbappe juga ingin menunjukkan perhatian kepada para migran yang kehilangan nyawa serta orang-orang yang masih menghadapi kondisi sulit. Ia merasa penderitaan kelompok tersebut juga perlu mendapatkan perhatian.
Karena itu, pemain asal Prancis tersebut tidak ingin sikapnya dipahami sebagai keberpihakan kepada satu kelompok sambil mengabaikan kelompok lainnya. Ia berusaha menyampaikan pandangan yang menurutnya mencakup semua orang yang sedang berada dalam situasi sulit.
Mbappe Tak Ingin Pilih Satu Penderitaan
Mbappe menilai persoalan tersebut memang berada dalam posisi yang rumit. Ia memahami bahwa tindakannya bisa memunculkan anggapan dirinya tidak mendukung warga Ceuta, tetapi ia menegaskan bahwa pemahaman itu tidak sesuai dengan maksudnya.
Menurutnya, setiap orang yang mengalami penderitaan tetap layak mendapatkan perhatian. Ia tidak ingin membandingkan atau menempatkan satu bentuk penderitaan lebih penting daripada penderitaan lainnya.
Sikap tersebut menjadi alasan utama Mbappe memberikan penjelasan setelah pertandingan. Ia ingin meluruskan makna dari tindakan yang dilakukan bersama Vinicius dan Konate sebelum laga Real Madrid.
Pada akhirnya, Mbappe ingin membawa pesan yang lebih luas mengenai kemanusiaan. Ia berharap situasi yang sedang berlangsung dapat segera menemukan penyelesaian sehingga tidak semakin banyak orang yang mengalami kesulitan.
Pesan Perdamaian dari Mbappe
Penjelasan Mbappe menunjukkan bahwa kontroversi kaus Ceuta tidak berkaitan dengan penolakan terhadap warga wilayah tersebut. Ia justru menegaskan dukungan kepada warga Ceuta sekaligus memberikan perhatian kepada para migran yang mengalami penderitaan.
Sikap itu membuat alasan di balik gulungan kaus menjadi lebih jelas. Mbappe ingin menyampaikan kepedulian kepada semua pihak yang terdampak, tanpa harus memilih satu kelompok dan mengesampingkan kelompok lainnya.
Kini, perhatian kembali tertuju pada aktivitas Real Madrid setelah kemenangan 3-2 atas Elche. Sementara itu, Mbappe berharap pesan yang ia sampaikan dapat dipahami sebagai ajakan untuk melihat persoalan kemanusiaan dengan lebih luas dan mendorong perdamaian.


