Komunitas Agen Bola, SBOBET, IBCBET, Prediksi Pasaran Bola & Casino Online Terbesar

Vinicius Junior Bukan Satu-satunya Penyebab Xabi Alonso Dipecat Real Madrid

Situs Bola Online – Vinicius Junior kembali terseret dalam pembahasan soal kegagalan Xabi Alonso di Real Madrid. Pernyataan Jamie Carragher yang menilai sang winger menjadi alasan utama Alonso kehilangan pekerjaan membuat konflik keduanya kembali ramai diperbincangkan.

Alonso hanya bertahan 233 hari setelah menggantikan Carlo Ancelotti pada musim panas 2025. Masa kerjanya berakhir pada Januari 2026 setelah Real Madrid kalah dari Barcelona di final Piala Super Spanyol.

Hubungan Alonso dan Vinicius memang sempat memanas sepanjang musim. Namun, masalah Madrid saat itu tidak hanya berkaitan dengan sang pemain Brasil karena keputusan taktik dan hasil buruk juga ikut membuat posisi Alonso semakin sulit.

Konflik Alonso dan Vinicius Junior

Ketegangan Alonso dan Vinicius semakin terlihat setelah sang winger ditarik keluar dalam laga El Clasico pada Oktober. Vinicius kemudian langsung menuju ruang ganti sehingga situasi di antara keduanya semakin menjadi sorotan.

Carragher yang pernah menjadi rekan Alonso di Liverpool kemudian memberikan penilaian mengenai persoalan tersebut. Ia menilai Vinicius memiliki pengaruh besar terhadap berakhirnya karier Alonso di Santiago Bernabeu.

Vinicius juga dikabarkan enggan memperpanjang kontraknya selama Alonso masih menangani Madrid. Meski sempat meminta maaf atas sikapnya dalam El Clasico, nama Alonso tidak masuk dalam pernyataan tersebut.

Keputusan Taktik Alonso Dipertanyakan

Masalah Alonso di Madrid sebenarnya jauh lebih luas daripada hubungannya dengan Vinicius. Salah satu keputusan yang menuai kritik terjadi ketika ia memainkan Vinicius di sisi kanan saat menghadapi Paris Saint-Germain pada semifinal Piala Dunia Antarklub.

Alonso juga mengambil keputusan berisiko dengan menurunkan Jude Bellingham yang baru pulih dalam Derby Madrid di Metropolitano. Madrid akhirnya kalah telak 2-5 setelah sebelumnya tampil sangat baik pada awal musim.

Situasi serupa terjadi ketika Madrid menghadapi Elche. Vinicius berada di bangku cadangan, sedangkan Fran Garcia dimainkan sebagai wingback kiri. Madrid sempat tertinggal 0-2 sebelum mampu menyamakan kedudukan setelah Vinicius masuk.

Berbagai keputusan tersebut membuat persoalan taktik semakin mendapat perhatian. Alonso tidak hanya menghadapi masalah hubungan dengan pemain, tetapi juga dituntut menemukan formula yang mampu menjaga konsistensi permainan Madrid.

Rentetan Hasil Buruk Madrid

Hasil pertandingan menjadi faktor lain yang sulit dipisahkan dari pemecatan Alonso. Madrid hanya meraih satu kemenangan sepanjang November dan kehilangan poin saat menghadapi Rayo Vallecano, Elche, serta Girona.

Masalah berlanjut pada Desember ketika Madrid kalah 0-2 dari Celta Vigo. Kekalahan dari Liverpool dan Manchester City di Liga Champions semakin memperburuk tekanan terhadap Alonso.

Madrid juga membutuhkan dua gol Kylian Mbappe untuk mengatasi Talavera di Copa del Rey. Rentetan hasil tersebut menunjukkan bahwa performa tim secara keseluruhan memang sedang bermasalah.

Karena itu, menjadikan Vinicius sebagai satu-satunya penyebab Alonso kehilangan pekerjaan terasa kurang tepat. Hubungan yang buruk dengan pemain memang menjadi masalah, tetapi hasil dan persoalan taktik juga memiliki pengaruh besar.

Madrid dan Alonso Memulai Babak Baru

Real Madrid kini telah memasuki era baru bersama Jose Mourinho. Los Blancos mengawali musim 2026/2027 dengan kemenangan dramatis 2-1 atas Espanyol berkat gol Carlos Espi pada menit ke-90.

Sementara itu, Alonso juga memulai petualangan barunya sebagai pelatih Chelsea. Ia langsung membawa The Blues meraih kemenangan 3-2 atas Fulham pada pekan pertama Liga Inggris.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perjalanan keduanya sudah memasuki fase berbeda. Polemik lama soal Alonso dan Vinicius kini menjadi bagian dari masa lalu, sementara keduanya memiliki tantangan baru untuk membuktikan kualitas masing-masing.