Arenabetting – Casemiro menjadi salah satu gelandang yang paling sering berduel dengan Lionel Messi dalam era panas El Clasico. Saat masih memperkuat Real Madrid, pemain asal Brasil itu berkali-kali harus menghadapi kehebatan sang megabintang Argentina.
Menghentikan Messi memang selalu menjadi tugas berat bagi siapa pun. Banyak pemain mencoba berbagai cara, mulai dari duel fisik keras sampai provokasi agar konsentrasi Messi terganggu di lapangan.
Namun Casemiro ternyata memilih pendekatan yang berbeda. Gelandang Manchester United tersebut justru menghindari tindakan yang bisa membuat Messi kehilangan kesabaran.
Menurut Casemiro, memancing emosi Messi malah berbahaya bagi lawan. Ia merasa ketika Messi marah, permainan sang bintang Barcelona justru bisa menjadi lebih mematikan.
Casemiro Pilih Minta Maaf ke Messi
Dalam perbincangannya bersama Rio Ferdinand, Casemiro mengaku selalu berhati-hati saat menghadapi Messi. Ia tidak ingin terlalu banyak bicara ataupun melakukan provokasi berlebihan.
Eks gelandang Real Madrid itu sadar kontak fisik tetap tidak bisa dihindari dalam pertandingan besar seperti El Clasico. Karena itu, Casemiro biasanya tetap melakukan tekel jika diperlukan.
Menariknya, setelah melakukan pelanggaran kecil, Casemiro mengaku sering langsung meminta maaf kepada Messi. Cara tersebut ia lakukan agar situasi tidak memancing emosi sang pemain Argentina.
Pernyataan itu bahkan disampaikan sambil bercanda oleh Casemiro. Meski terdengar santai, pengakuan tersebut memperlihatkan betapa besar rasa hormatnya terhadap kemampuan Messi di lapangan.
Messi Dinilai Mustahil Dihentikan
Casemiro juga secara terbuka mengakui bahwa menghentikan Messi hampir mustahil dilakukan. Menurutnya, pemain seperti Messi mampu mengubah pertandingan kapan saja tanpa perlu banyak peluang.
Ia merasa Barcelona pada masa itu sering bergantung kepada keajaiban Messi. Ketika tim bermain buruk sekalipun, Messi tetap mampu muncul sebagai pembeda dalam momen penting.
Salah satu pertandingan yang paling diingat Casemiro adalah saat Barcelona menghadapi Sevilla. Dalam laga tersebut, Messi awalnya duduk di bangku cadangan ketika skor masih imbang.
Ketika masuk pada sisa waktu pertandingan, Messi langsung mencetak dua gol dan membawa Barcelona meraih kemenangan. Casemiro menilai momen itu menjadi bukti bagaimana Messi mampu memenangkan laga seorang diri.
Rivalitas El Clasico yang Penuh Respek
Casemiro dan Messi memang beberapa kali terlibat duel panas dalam El Clasico. Meski persaingan antara Real Madrid dan Barcelona sangat keras, hubungan antar pemain top sering tetap dipenuhi rasa hormat.
Selama bertahun-tahun, Casemiro dikenal sebagai gelandang pekerja keras yang bertugas menjaga lini tengah Madrid. Sementara Messi menjadi pusat permainan Blaugrana di era kejayaan mereka.
Duel keduanya menjadi salah satu bagian paling menarik dalam rivalitas El Clasico modern. Casemiro mengandalkan fisik dan agresivitas, sedangkan Messi terkenal lewat kelincahan dan kreativitasnya.
Walau sering berhadapan, Casemiro tetap menempatkan Messi sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah ia lawan. Pengakuannya soal strategi “jangan bikin Messi marah” semakin memperlihatkan betapa berbahayanya La Pulga di atas lapangan.


