Komunitas Agen Bola, SBOBET, IBCBET, Prediksi Pasaran Bola & Casino Online Terbesar

Xabi Alonso Pisah dengan Real Madrid, Metode Latihan Jadi Sorotan

Arenabetting – Perjalanan Xabi Alonso bersama Real Madrid resmi berakhir setelah kekalahan 2-3 dari Barcelona di final Piala Super Spanyol. Meski hasil laga itu jadi momen terakhir kebersamaan mereka, banyak yang menilai perpisahan ini bukan cuma soal satu pertandingan, tapi lebih ke masalah yang sudah lama mengendap di dalam tim.

Belakangan, muncul kabar kalau hubungan Alonso dengan para pemain, termasuk Kylian Mbappe dan kawan-kawan, tidak berjalan mulus. Gaya kepelatihan yang super disiplin disebut jadi salah satu sumber ketegangan di ruang ganti.

Metode Keras yang Tidak Semua Pemain Cocok

Sejak datang, Alonso langsung menerapkan aturan ketat dalam sesi latihan. Fokus, fisik kuat, dan disiplin tinggi jadi standar yang harus dipenuhi semua pemain. Bahkan, keluarga pemain disebut tidak lagi diperbolehkan datang ke area latihan demi menjaga konsentrasi penuh skuad.

Masalahnya, metode ini tidak diterima dengan nyaman oleh semua pemain. Latihan fisik yang berat dinilai cukup menguras tenaga, apalagi jadwal pertandingan Real Madrid musim ini tergolong padat. Beberapa pemain dikabarkan merasa tubuh mereka belum sepenuhnya pulih, tapi tetap dituntut tampil maksimal di sesi latihan berikutnya.

Situasi ini membuat suasana tim jadi kurang kondusif, apalagi ketika hasil di lapangan tidak selalu sesuai harapan.

Keluhan Soal Fokus Pemain di Latihan

Di salah satu momen latihan, Alonso sempat tertangkap kamera sedang melontarkan komentar bernada kesal karena merasa para pemain kurang serius saat menjalani sesi latihan. Ia terlihat tidak puas dengan sikap beberapa pemain yang dianggap kurang fokus dan tidak menunjukkan intensitas seperti yang ia inginkan.

Komentar tersebut kemudian jadi bahan perbincangan karena dianggap mencerminkan jarak antara pelatih dan pemain. Dari situ, mulai muncul anggapan bahwa komunikasi di dalam tim tidak berjalan searah.

Masalah Taktik dan Rotasi Pemain

Selain soal fisik, pilihan taktik juga disebut ikut memperkeruh suasana. Beberapa pemain depan, termasuk Vinicius, terlihat sering menunjukkan ekspresi kecewa saat diganti atau diposisikan tidak sesuai kebiasaan mereka.

Alonso dikenal cukup kaku dalam menerapkan sistem, sementara beberapa pemain bintang terbiasa dengan kebebasan lebih dalam menyerang. Perbedaan filosofi ini bikin kerja sama di lapangan tidak selalu berjalan mulus.

Waktu Adaptasi yang Terlalu Singkat

Faktor lain yang tidak kalah penting adalah minimnya waktu adaptasi. Musim panas lalu, Madrid langsung terjun ke Piala Dunia Antarklub, lalu lanjut ke jadwal liga dan kompetisi Eropa yang padat. Dalam kondisi seperti itu, sulit bagi pelatih baru untuk membangun sistem sambil menjaga kondisi fisik pemain tetap stabil.

Alonso dituntut memberi hasil cepat, sementara skuad juga sudah kelelahan secara fisik dan mental. Kombinasi inilah yang akhirnya membuat hubungan pelatih dan tim makin sulit diselamatkan.

Akhir yang Cepat untuk Proyek Besar

Perpisahan ini terasa cepat untuk proyek yang awalnya penuh harapan. Alonso datang dengan reputasi sebagai pelatih muda berbakat, tapi realitas di klub sebesar Real Madrid memang tidak pernah sederhana.

Kini, Madrid harus kembali mencari sosok yang bisa menyatukan ruang ganti sekaligus menjaga performa di level tertinggi. Sementara itu, perjalanan kepelatihan Xabi Alonso dipastikan masih panjang, hanya saja kali ini harus berlanjut di tempat yang berbeda.