Arenabetting – Siapa sangka, di balik kedatangan dua bintang besar ke Real Madrid, ada peran aktif dari Vinicius Junior. Winger asal Brasil itu ternyata bukan cuma jago di lapangan, tapi juga lihai “melobi” calon rekan setimnya.
Nama Jude Bellingham lebih dulu merapat ke Santiago Bernabeu pada musim panas 2023 setelah ditebus dari Borussia Dortmund. Setahun berselang, giliran Kylian Mbappe yang menyusul setelah kontraknya bersama Paris Saint-Germain berakhir.
Vini Rajin Kirim Pesan
Vinicius mengungkapkan bahwa dirinya kerap menghubungi Mbappe setiap musim panas. Ia disebut terus menanyakan kapan sang striker akan bergabung ke Madrid. Dengan nada santai, Vini bahkan menyebut dirinya bertindak layaknya agen pribadi yang berusaha meyakinkan target transfer.
Hal serupa juga dilakukannya kepada Bellingham. Vini merasa bermain bersama pemain-pemain terbaik dunia akan membuka peluang lebih besar untuk meraih trofi. Baginya, membangun skuad bertabur bintang adalah salah satu kunci menjaga dominasi Los Blancos di berbagai kompetisi.
Pendekatan personal seperti itu dinilai jadi salah satu faktor penting. Bukan rahasia lagi kalau relasi antarpemain sering kali memengaruhi keputusan transfer, apalagi di klub sebesar Real Madrid.
Chemistry Jadi Kunci
Meski trio Vinicius, Mbappe, dan Bellingham belum mampu mempersembahkan gelar besar pada musim 2024/2025, ambisi mereka belum padam. Real Madrid kini masih bersaing di papan atas klasemen LaLiga dan tetap bertahan di Liga Champions pada fase gugur.
Vinicius juga menekankan pentingnya hubungan yang solid di ruang ganti. Ia menilai para pemain menghabiskan lebih banyak waktu bersama rekan setim dibandingkan keluarga sendiri. Karena itu, suasana yang positif dan kompak dianggap sangat vital untuk menjaga performa tim tetap stabil sepanjang musim.
Menurutnya, kedekatan di luar lapangan bisa berdampak langsung pada kerja sama saat pertandingan. Semakin kuat chemistry antarpemain, semakin mudah pula mereka memahami pergerakan dan gaya bermain masing-masing.
Misi Bangkit Musim Ini
Setelah musim lalu dinilai belum maksimal, Real Madrid bertekad menebusnya. Dengan komposisi skuad yang makin matang, kombinasi Mbappe, Bellingham, dan Vinicius diyakini masih punya potensi besar.
Peran Vinicius sebagai “agen tak resmi” menunjukkan bahwa ambisinya bukan cuma soal performa individu. Ia ingin membangun tim terbaik agar peluang meraih gelar semakin terbuka. Kini, tinggal pembuktian di lapangan yang akan menentukan apakah usaha tersebut benar-benar membuahkan hasil.


