Berita Bola – Keputusan UEFA soal insiden Federico Valverde akhirnya keluar. Gelandang Real Madrid itu dinyatakan tidak bersalah atas dugaan pemukulan terhadap pemain Benfica, Samuel Dahl. Hasil ini langsung memicu kekecewaan dari kubu klub asal Portugal tersebut.
Insiden terjadi saat Benfica menjamu Real Madrid di Lisbon pada leg pertama play-off 16 besar Liga Champions. Dalam laga yang dimenangkan Madrid 1-0 lewat gol Vinicius Junior itu, momen kontroversial muncul di menit ke-83.
Momen Kontroversial di Menit Akhir
Saat bola lambung hendak dikejar, Valverde terlihat mengayunkan tangan kanannya ke arah wajah Samuel Dahl. Tayangan ulang memperlihatkan adanya kontak, namun wasit di lapangan memilih untuk tidak memberikan kartu.
Pihak Benfica disebut langsung melayangkan protes. Mereka meminta agar VAR meninjau kejadian tersebut. Namun, permintaan itu tidak direspons dengan perubahan keputusan.
Kekalahan tipis 0-1 tentu sudah cukup menyakitkan. Ditambah lagi dengan insiden yang dinilai merugikan, suasana makin memanas di akhir pertandingan.
Laporan Resmi ke UEFA
Merasa tidak puas, Benfica kemudian membawa kasus ini ke Komite Disiplin UEFA. Klub berjuluk As Aguias itu berharap badan tertinggi sepak bola Eropa tersebut melakukan evaluasi ulang dan menjatuhkan sanksi kepada Valverde.
Beberapa hari setelah laporan diajukan, UEFA akhirnya mengumumkan hasil peninjauan pada Selasa dini hari WIB. Dalam keputusan resminya, Valverde dinyatakan tidak melakukan pelanggaran yang layak mendapat hukuman tambahan.
Artinya, pemain asal Uruguay itu tetap bisa tampil pada leg kedua melawan Benfica yang dijadwalkan Kamis (26/2).
Benfica Tegas: Harusnya Kartu Merah
Melalui pernyataan resmi klub, Benfica menyampaikan kekecewaan mendalam. Mereka mengungkapkan bahwa UEFA telah menolak pengaduan yang diajukan terkait insiden tersebut.
Dalam pernyataan itu, Benfica menyiratkan bahwa bukti visual menunjukkan adanya tindakan yang pantas diganjar kartu merah. Namun otoritas disiplin memutuskan tidak ada sanksi lanjutan.
Klub Portugal tersebut juga menilai bahwa situasi itu seharusnya dihukum langsung di lapangan. Dengan keputusan terbaru ini, mereka merasa momen tersebut dianggap tidak cukup serius untuk mendapat tindakan disipliner.
Keputusan UEFA memastikan Valverde tetap tersedia bagi Real Madrid di laga penentuan. Sementara itu, Benfica harus menata ulang fokus mereka untuk leg kedua.
Kontroversi seperti ini memang bukan hal baru di Liga Champions. Namun bagi Benfica, momen tersebut dinilai bisa saja mengubah jalannya pertandingan. Kini, semua mata akan tertuju pada pertemuan berikutnya—apakah drama akan kembali terjadi, atau justru tensi mereda di lapangan.


